Pelantikan 157 Kepala Sekolah di Kabupaten Padang Pariaman
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis (JKA) resmi melantik dan mengambil sumpah 157 kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman. Acara pelantikan ini digelar di Hall IKK Parik Malintang pada hari Kamis, 2 April 2026. Pelantikan tersebut mencakup berbagai tingkat satuan pendidikan, yaitu 14 Kepala SMP, 133 Kepala SD, serta 10 Kepala TK. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat kualitas kepemimpinan di sektor pendidikan.
Bupati JKA menekankan bahwa jabatan kepala sekolah bukan hanya posisi administratif, tetapi juga amanah besar sebagai pemimpin pembelajaran dan pembentuk karakter generasi masa depan. Ia menjelaskan bahwa sekolah adalah tempat lahirnya generasi penerus daerah. Oleh karena itu, peran kepala sekolah dan guru sangat menentukan dalam membentuk karakter, sikap, dan masa depan anak-anak.
Ia mengingatkan pentingnya keteladanan dalam dunia pendidikan. Menurut JKA, guru tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga menjadi contoh nyata bagi peserta didik dalam sikap, perilaku, dan integritas. Dalam pepatah lama disebutkan, “guru kencing berdiri, murid kencing berlari.” Artinya, apa yang dilakukan guru akan ditiru bahkan bisa lebih oleh murid. Oleh karena itu, guru harus benar-benar menjadi teladan yang baik.
Kunci Utama dalam Membangun Karakter Siswa
Bupati menekankan bahwa keteladanan adalah kunci utama dalam membangun karakter siswa. Disiplin, kejujuran, tanggung jawab, serta etos kerja harus dimulai dari para pendidik dan kepala sekolah. Hal ini menjadi dasar dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif dan bermakna.
Selain itu, ia juga mendorong seluruh kepala sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang adaptif dan kreatif, serta mampu menjawab tantangan perkembangan zaman. Pemanfaatan teknologi, inovasi dalam proses belajar mengajar, serta penciptaan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman menjadi hal yang tidak bisa ditawar.
“Pastikan tidak ada perundungan, kekerasan, ataupun diskriminasi di sekolah. Jadikan sekolah sebagai rumah kedua yang menyenangkan bagi anak-anak,” tambahnya.
Rotasi dan Mutasi sebagai Penyegaran Organisasi
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menegaskan bahwa rotasi dan mutasi merupakan bagian dari penyegaran organisasi dan telah melalui proses evaluasi yang matang, berbasis kompetensi, kinerja, serta integritas. Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap kepala sekolah memiliki kemampuan dan dedikasi yang sesuai dengan tuntutan jabatan.
Ia berharap para kepala sekolah yang baru dilantik mampu menjadi agen perubahan yang membawa kemajuan nyata bagi dunia pendidikan di Padang Pariaman. “Jalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan. Jadilah pemimpin yang mampu menginspirasi, bukan hanya mengatur,” tutupnya.





