Penelitian KPF Mengungkap Akar Kerusuhan Agustus 2025
Koalisi Pencari Fakta (KPF) yang dibentuk oleh sejumlah organisasi masyarakat sipil menyimpulkan bahwa kerusuhan yang terjadi pada bulan Agustus 2025 dipicu oleh insiden pelindasan yang menewaskan Affan Kurniawan. Insiden ini terjadi ketika kendaraan rantis Brimob Polri melindas Affan, yang kemudian dinyatakan meninggal dunia. Hasil penelitian ini didasarkan atas analisis terhadap 115 berkas pemeriksaan kepolisian, data dari 63 informan, serta jejak peristiwa di berbagai wilayah.
Proses Penelitian dan Temuan Utama
Penelitian yang dilakukan oleh tim KPF berlangsung selama beberapa bulan, mulai dari September 2025 hingga Februari 2026. Dalam prosesnya, mereka melakukan penelusuran terhadap data sumber terbuka, serta mengunjungi berbagai lokasi di 8 provinsi, 18 kota, dan 3 lokasi di luar negeri. Dari temuan tersebut, KPF menemukan bahwa peristiwa pembunuhan Affan Kurniawan menjadi faktor utama yang memicu eskalasi kerusuhan.
Menurut Ravio Patra, peneliti Komisi Pencari Fakta, kerusuhan dibagi menjadi tiga gelombang. Gelombang pertama terjadi antara 25–27 Agustus 2025, dengan aksi demonstrasi yang berlangsung damai. Total aksi tercatat di 23 kota pada 25 Agustus, turun menjadi 7 kota pada 26 Agustus, dan kembali naik menjadi 19 kota pada 27 Agustus.
Gelombang kedua terjadi pada 28 Agustus 2025, dengan jumlah aksi meningkat menjadi 49 kali di berbagai kota. Selanjutnya, gelombang ketiga terjadi pada 30 Agustus 2025, dengan 76 demonstrasi di 76 kota. Menurut Ravio, hal ini menunjukkan bahwa pembunuhan Affan Kurniawan menjadi penyebab utama dari eskalasi kerusuhan.
Respons Aparat yang Tidak Cepat
Ravio menekankan bahwa respons aparat yang lambat dalam menangani insiden pelindasan Affan Kurniawan memperparah situasi. Ia menjelaskan bahwa jika pihak kepolisian langsung bertindak secara tegas dan disiplin, maka akselerasi aksi demonstrasi tidak akan terjadi.
“Seandainya negara ketika itu langsung bertindak saat itu juga secara tegas dan disiplin, maka akselerasinya tidak terjadi. Akselerasinya terjadi karena negara tidak langsung bertindak dan menunggu-nunggu dan tidak memberikan jawaban pasti kepada masyarakat,” ujarnya.
Detail Peristiwa Pembunuhan Affan Kurniawan
Dalam laporan resmi KPF, insiden pelindasan Affan Kurniawan oleh rantis Brimob Polri pada 28 Agustus 2025 dinyatakan sebagai pembunuhan. Waktu kejadian diketahui terjadi sekitar pukul 19.27 WIB malam. Saat itu, rantis Brimob sempat berhenti selama 7 detik setelah melakukan pelindasan pertama, lalu dikerubungi oleh warga.
Namun, alih-alih menghentikan kendaraan sesuai permintaan warga, personel kepolisian justru maju dan melindas tubuh Affan. Setelah itu, Affan masih sadarkan diri, namun kemudian muntah darah setelah rantis Brimob kembali melaju.
Warga yang berada di lokasi mencoba membawa Affan ke Rumah Sakit Pelni, Petamburan, Jakarta Barat. Namun, karena kondisi lalu lintas yang padat, mereka memilih membawanya ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat. Di RSCM, Affan dinyatakan meninggal pada pukul 19.58 WIB.
Latar Belakang Koalisi Pencari Fakta
KPF Kerusuhan Agustus 2025 dibentuk oleh koalisi masyarakat sipil, termasuk Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta sebagai penanggung jawab. Tujuan utama dari laporan ini adalah untuk mencari penyebab demonstrasi dan eskalasi kekerasan, memetakan aksi dan respons para pihak, mengidentifikasi pola serta faktor pemicu dan akselerator, serta menelaah akuntabilitas atas peristiwa yang terjadi.





