Kronologi Detik-Detik Dugaan Main Sabun di Liga 3

Pada laga Persebata Lembata kontra Persikutim Kutai Timur dalam gelaran Liga 3 musim 2025/2026, terjadi dugaan adanya upaya pengaturan skor. Laga yang digelar di Stadion UNS pada Senin (2/2/2026) petang berakhir dengan kemenangan Persikutim, yang akhirnya memastikan kelanjutan mereka di Liga 3 untuk musim 2026/2027. Sementara itu, Persebata Lembata harus terdegradasi ke Liga 4 bersama lima tim lainnya.

Berkat kemenangan tersebut, Persikutim berhasil bertahan di Liga 3. Namun, kasus ini menimbulkan kontroversi setelah video rekaman telepon dari seseorang yang ingin memberikan suap kepada kapten Persebata Lembata, Denys Domaking, terungkap.

Video Rekaman Telepon Terungkap

Video tersebut diunggah oleh akun Instagram seputar sepak bola Indonesia, @nusaliga, pada Selasa (3/2/2026). Dalam rekaman tersebut, seseorang yang tidak diketahui identitasnya menghubungi Denys Domaking dan mencoba meyakinkannya untuk ikut serta dalam rencana pengaturan skor.

” Halo malam, saya dp kalau mau mas, tak dp berapa,” ujar sosok tersebut. Denys awalnya ragu dan bertanya dari mana nomor ponselnya didapat. “Jadi dapat nomornya dari mas Juang ya,” tanya Denys. “Iya mas,” jawab pemberi suap.

Denys kemudian memancing si pemberi suap untuk menjelaskan detail konsep pengaturan skor yang direncanakan. Ia juga meminta agar tidak ada kebocoran informasi terkait rencana tersebut. “Jangan sampai bocor ya mas,” jelas Denys untuk meyakinkan pihak penyuap.

Rencana Pengaturan Skor yang Disampaikan

Oknum penyuap menjelaskan bahwa ia telah melakukan suap kepada wasit yang bertugas dalam pertandingan. Untuk memperkuat rencana tersebut, ia juga mencoba menyuap pemain Persebata. “Jangan sampai bocor, enggak mungkin bocor mas, enggak mas, saya jamin aman mas, wasit dan anu sudah di kita sih mas,” ujar oknum penyuap.

Selain itu, oknum tersebut juga menyebut nama RANS Nusantara dalam pembicaraan. “Sudah mas, karena kemarin kan kita kasih ke RANS itu kita dibantu di play off,” imbuhnya. Denys kemudian meminta agar tidak hanya dirinya yang dilibatkan, melainkan juga satu pemain Persebata lainnya, yaitu Rizky Juang.

Penolakan terhadap Rizky Juang

Meski begitu, oknum penyuap justru menolak untuk melibatkan Rizky Juang dalam rencana tersebut. “Coba saya telepon lagi, kalau capt berani Juang gak usah diajak kan enggak papa capt, kan dia gak main juga kan,” jelas pemberi suap. Namun, Denys menolak ide tersebut karena merasa Juang harus dilibatkan karena ia yang menyambungkannya dengan pemberi suap.

Denys juga menegaskan bahwa jika Juang tidak dilibatkan, akan ada risiko kebocoran informasi. “Memang dia enggak main, tapi kan otaknya ada di dia kan bang pasti akan bocor nanti, memang Juang enggak main bang, tapi kalau Juang gak dapat jatah kan pasti akan bocor kan bang, kan otaknya di dia, kan nomor kita juga dikasih dia,” ujarnya.

Klarifikasi Pemain Persebata dan Fandi Eko

Setelah video tersebut viral, Denys Domaking dan Rizky Juang memberikan klarifikasi. Denys secara tegas menyatakan bahwa dirinya tidak terlibat dalam upaya pengaturan skor. Malah, ia mengungkap adanya upaya suap tersebut. “Tujuan saya bicara begitu supaya tau pemain yang sudah terima uang dan siapa pemain yang atur semua ini,” tulis Denys.

Rizky Juang juga membenarkan bahwa dirinya dihubungi oleh oknum pemberi suap, tetapi ia menolak ajakan tersebut. Ia bahkan siap dipanggil pihak kepolisian untuk memberikan keterangannya. “Saya difitnah bahwa saya mengatur otak semua. Saya berani dipanggil pihak berwajib dan dihadirkan orang yang ditelpon untuk klarifikasi,” jelasnya.

Sementara itu, kapten Persikutim, Fandi Eko Utomo, yang juga eks pemain Persebaya Surabaya, menyangkal tuduhan yang disebutkan dalam video. Ia bersumpah bahwa dirinya tidak terlibat dalam pengaturan skor. “Saya tidak tahu apapun terkait pengaturan skor/sabun/mafia yang disebutkan di video tersebut,” tulis Fandi Eko.

Kasus Dilimpahkan ke Polda

Kasus ini sudah resmi ditangani oleh Polda dan Pusat. Denys Domaking mengungkapkan hal ini melalui InstaStorynya. “Kasus ini sudah ditangani oleh polda dan pusat, karena ini menyangkut nama baik saya pribadi di karier sepak bola saya! saya berani tempuh jalur hukum karena saya tidak ada praktek pengaturan skor apapun bentuknya,” tulisnya.




Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version