Penurunan Kunjungan Wisata Pantai Bantul Saat Lebaran 2026
DPRD Kabupaten Bantul menyoroti penurunan signifikan jumlah kunjungan wisatawan pantai pada momen libur Lebaran Idulfitri 2026. Angka penurunan mencapai sekitar 63.752 wisatawan dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu 2025. Hal ini berbeda dengan daerah tetangga seperti Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Kulon Progo yang justru mengalami kenaikan kunjungan.
Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Bantul, Herry Fahamsyah, menyampaikan bahwa penyebab penurunan bukan disebabkan oleh penurunan daya beli masyarakat. Menurutnya, wisatawan pantai di dua kabupaten lain tersebut justru meningkat secara signifikan. Ia menilai, kondisi ini menjadi catatan penting bagi pihak terkait.
“Ketiga daerah yang memiliki wisata pantai, yaitu Gunungkidul, Bantul, dan Kulon Progo, hanya Bantul yang mengalami penurunan. Ini menjadi PR besar bagi kami di DPRD Bantul maupun warga setempat,” ujarnya.
Herry menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul perlu memberikan respons cepat terhadap masalah ini. Ia menyoroti adanya isu harga tidak wajar, kebersihan pantai, serta fasilitas yang belum optimal. Meski tarif retribusi masuk ke Pantai Selatan Bantul sebesar Rp15 ribu, ia menilai informasi ini belum tersampaikan dengan baik kepada wisatawan.
“Tarif ini sama seperti di Kabupaten Gunungkidul, yakni Rp15 ribu untuk semua destinasi wisata pantai dari ujung timur hingga barat Bantul. Jadi, wisatawan bisa masuk ke Pantai Parangtritis, Depok, Parangkusumo, Cemoro Sewu, atau Pantai Baru tanpa perlu membayar lagi tiket retribusi,” jelasnya.
Selain itu, Herry menyarankan agar masyarakat lebih diberi informasi tentang potensi Jalur Lintas Selatan. Jalur ini menawarkan pengalaman unik dengan jalan lebar dan pemandangan alam yang indah. Namun, saat ini pengalaman ini belum sepenuhnya diketahui masyarakat.
Di sisi lain, ia juga mengakui bahwa kenaikan tarif retribusi belum diimbangi dengan fasilitas pendukung yang memadai. Wisatawan membutuhkan pengalaman yang menarik selama masa liburan.
Data Kunjungan Wisatawan Pantai Bantul
Menurut data dari Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, jumlah kunjungan wisatawan selama libur Lebaran 2026 turun drastis. Libur Lebaran tahun ini berlangsung dari tanggal 18 hingga 24 Maret 2026, dengan total kunjungan sebanyak 80.333 wisatawan. Pendapatan asli daerah (PAD) mencapai sekitar Rp1.162.328.000.
Sementara itu, pada Lebaran 2025, dari tanggal 31 Maret hingga 7 April, jumlah kunjungan mencapai 144.085 wisatawan dengan PAD sekitar Rp2.086.592.500. Rata-rata pengunjung per hari pada tahun lalu mencapai 18.000 wisatawan, sedangkan tahun ini hanya sekitar 11.400 wisatawan.
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi, menyampaikan data tersebut. Ia menilai penurunan ini cukup besar dan harus segera dievaluasi.
Rekomendasi DPRD Bantul
Herry menegaskan bahwa DPRD Bantul berharap Pemkab Bantul segera melakukan evaluasi terhadap kondisi saat ini. Ia menyarankan agar promosi wisata ditingkatkan, termasuk sosialisasi tiket terusan Rp15 ribu dan potensi Jalur Lintas Selatan.
Ia juga menilai bahwa pengalaman wisata di Pantai Parangtritis dan Pantai Baru sangat berbeda dengan daerah lain. Di Pantai Baru, terdapat deretan pohon cemara yang tidak ditemukan di pantai-pantai lain.
“Dengan pengalaman yang berbeda, wisatawan akan merasa lebih nyaman dan tertarik berkunjung ke Bantul. Oleh karena itu, penting untuk menyosialisasikan hal ini kepada masyarakat luas,” pinta Herry.
Kesimpulan
Penurunan kunjungan wisata pantai Bantul saat Lebaran 2026 menjadi perhatian serius bagi DPRD dan pihak terkait. Faktor-faktor seperti layanan, kebersihan, dan fasilitas pendukung perlu diperbaiki. Sosialisasi tiket terusan dan potensi Jalur Lintas Selatan juga menjadi langkah penting untuk meningkatkan minat wisatawan.





