Wisata Alam yang Menarik Perhatian Banyak Pengunjung
Di Dusun Bendungan, Desa Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, terdapat sebuah tempat yang kini menjadi destinasi wisata alami yang menarik perhatian banyak pengunjung. Tempat ini dikenal sebagai Hidden Gem Bendungan karena memiliki keindahan alam yang memukau dan suasana yang menyenangkan untuk bermain air.
Sebuah irigasi yang mengalir sepanjang jalan di antara petakan sawah menjadi tempat bermain anak-anak dengan riang. Mereka berenang di sana, sesekali mencipratkan air kepada teman-temannya. Hamparan sawah mengepung keseruan itu, sedangkan indahnya Gunung Geulis tampak menjulang di kejauhan. Lokasi ini berjarak sekira 26 kilometer dari Kota Bandung, tersembunyi di balik gang-gang sempit ruas jalan Parakanmuncang-Sindulang.
Beberapa masyarakat menyebutnya sebagai Wisata Papalidan Bendungan, sedangkan lainnya menyebut Hidden Gem Bendungan. Hal tersebut lantaran terdapat sebuah bendungan yang berlokasi di Sungai Citarik, yang airnya menjadi sumber irigasi persawahan di sana.
Tak kalah serunya dengan arus air pada irigasi tersebut. Sungai Citarik itu pun menjadi wahana air baik bagi orang dewasa maupun anak-anak. Beberapa batu kali disusun untuk mereka yang sekadar ingin berendam, sedangkan arus sungai yang tidak terlalu deras bisa menjadi ajang bermain air yang cukup seru, terlebih jika kita menggunakan ban-ban yang disewakan warga di dekat lokasi.
Awal Mula Keberadaan Wisata Alami
Awal mula keberadaan Hidden Gem Bendungan bermula dari Jalan Usaha Tani yang dibangun oleh Pemdes Cimanggung. Jajang Bahar, Kepala Desa Cimanggung, mengungkapkan bahwa awalnya jalan tersebut dibangun untuk mempermudah para petani mengangkut hasil panennya. Namun, tak disangka, karena adanya irigasi di sepanjang jalan tersebut, banyak anak-anak yang bermain air di sana.
Awalnya, beberapa anak-anak membawa ban mobil bekas untuk sekadar mengapung serta mengikuti arus air irigasi. Semenjak itulah, mulai banyak pengunjung yang sebelumnya hanya melintas jembatan untuk menyeberang menuju wilayah Candi, justru ikut bermain air di sana. Tak hanya anak-anak, bahkan orang dewasa pun ikut menikmati wahana alam tersebut.
Lambat laun, Dusun Bendungan itu kian ramai dikunjungi orang-orang. Bahkan banyak sekali kreator konten yang mengunjunginya. Tak sampai di situ, pengunjung dari luar wilayah pun mulai berbondong-bondong mendatanginya, mulai dari kabupaten Bandung, Garut, Sukabumi, hingga bahkan Jakarta.
Fasilitas dan UMKM yang Berkembang
Hidden Gem Bendungan ini dibuka untuk umum tanpa harga tiket. Hanya tersedia beberapa parkiran motor yang dikelola Karang Taruna setempat. Karcis parkir pun hanya 2000 rupiah saja. Fasilitas yang tersedia di lokasi pun relatif murah, seperti penyewaan ban untuk bermain air sebesar Rp50 ribu, serta jajanan sederhana di tepian aliran sungai tersebut.
Menurut Jajang, terdapat 130 UMKM yang membuka usahanya di sana dan semua pelaku UMKM merupakan masyarakat sekitar. Tak hanya menjadi objek wisata, Hidden Gem Bendungan tersebut pun menjadi objek penelitian disiplin ilmu kepariwisataan dari beberapa kampus seperti UNPAD dan UNPAR.
Rencana Pengembangan Wisata
Saat ini, Jajang mengaku memiliki rencana untuk mengembangkan wisata di wilayahnya tersebut, salah satunya yakni meneruskan akses Jalan Usaha Tani tersebut dari Dusun Bendungan menuju Dusun Sawahpeundeuy membelah hamparan sawah yang hijau.
“Seperti Cisema Banjaran,” seru Jajang menyebut salah satu destinasi wisata di wilayah Bandung Selatan. Meneruskan akses jalan tersebut bukan serta merta ambisinya untuk menaikan nilai wisata di sana, melainkan juga upayanya agar para petani bisa dengan mudah mengakses jalan dari persawahan yang dikelolanya menuju UPTD Pertanian dan Ketahanan Pangan Wilayah Cimanggung.
Itu total jaraknya kurang lebih 1,4 kilometer, dan yang baru kami bangun itu 450 meter, masih ada 950 meter. Nah, nanti gerbangnya itu di Dusun Sawahpeundeuy, dekat dengan UPTD Pertanian,” terang Jajang.
Jalan yang kelak membentang dari Dusun Bendungan menuju UPTD Pertanian itu memiliki pemandangan yang sangat bagus. Tak hanya persawahan, melainkan juga keindahan aliran sungai, bukit-bukit, serta Gunung Kareumbi dan Kerenceng yang terkenal di kalangan pendaki.
Jajang bahkan berencana membangun Gazebo di gerbang masuk yang kelak berlokasi dekat dengan UPTD Pertanian itu, bekerja sama dengan pemilik sawah. Ia juga berharap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bisa mendorong harapannya dalam membangun Jalan Usaha Tani di Desa Cimanggung.
“Malahan saya sudah studi banding ke Lembur Pakuan,” tutur Jajang. “Saya juga terinspirasi dari Lembur Pakuan. Ternyata hampir sama persawahannya, meskipun di sini ada tambahannya, yaitu Sungai Citarik,” pungkasnya.

Keamanan dan Partisipasi Masyarakat
Sementara itu, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1014/Cimanggung, Serma Fajar mengatakan, pihaknya kerap berkoordinasi dengan Jajang. “Kami merasa bangga, di sini ada wisata yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, tapi tentunya kami juga selaku Babinsa dengan Babinmas, harus menjamin terkait dengan keamanan,” tuturnya di tempat yang sama.
Fajar beserta Bhabinmas Polsek Cimanggung Aiptu Ato Sugiharto, kerap mengumpulkan masyarakat beserta Karang Taruna setempat untuk melakukan beberapa imbauan. “Jadi, di tempat wisata ini, kami benar-benar harus menjamin keamanan para pengunjung dengan cara pendekatan-pendekatan yang persuasif dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk para pemuda-pemuda yang ada di sini,” jelasnya.
Dengan demikian, Hidden Gem Bendungan di Desa Cimanggung ini tak hanya destinasi wisata yang indah, seru, serta murah, melainkan juga aman serta nyaman, mengingat Babinsa, Bhabinmas, serta Karang Taruna di sana benar-benar dilibatkan untuk mengembangkan potensi wisata yang ramah kantong ini.





