Ribuan Bobotoh Memadati Jalan Asia-Afrika untuk Menyaksikan Parade Piala Persib
Ribuan bobotoh memadati kawasan Jalan Asia-Afrika, Bandung, sejak pagi hari guna menyaksikan parade piala tiga kali berturut-turut yang diraih oleh Persib Bandung. Mereka berada di atas Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) dan berdiri di sepanjang jalan untuk melihat para pemain Persib Bandung memamerkan trofi juara mereka.
Euforia perayaan ini diwarnai dengan kepulan flare biru, bunyi terompet, serta kehadiran suporter dari luar kota seperti rombongan Viking Bogor yang menyewa bus sejak tengah malam. Di tengah pesta terbuka ini, aparat kepolisian mengimbau massa untuk menjaga ketertiban umum agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Suasana Euforia di Jalanan Bandung
Di kawasan Jalan Asia Afrika, ribuan bobotoh memenuhi jalanan dan mencoba mendapatkan posisi terbaik di dekat JPO. Sepanjang trotoar, lautan manusia bergerak padat merayap sambil saling berdesakan. Pedagang kaki lima juga turut bercampur dalam kerumunan ini.
Beberapa orang duduk di pembatas trotoar, sementara warga lainnya berdiri sejak pagi sambil menahan terik matahari dan sesekali meneriakkan yel-yel kemenangan. Hampir seluruh sudut jalan dipenuhi warna biru, mulai dari syal, jersey, topi, semuanya seragam dengan identitas bobotoh.
Flare berwarna biru menyala bergantian, mengepul di udara dan membuat suasana semakin riuh. Bunyi terompet bersahutan dengan deru chant bobotoh, sementara bendera-bendera besar terus dikibarkan mengikuti arus massa.
Para Tamu Hotel Ikut Merayakan
Euforia tak hanya terasa di jalanan. Sejumlah tamu hotel yang berada di sekitar kawasan Asia Afrika ikut keluar menuju balkon dan pelataran bangunan. Mereka tak ingin melewatkan momen parade juara yang mengubah pusat Kota Bandung menjadi pesta terbuka.
Di balkon hotel, beberapa orang terlihat melambaikan tangan dan mengibarkan bendera Persib ke arah kerumunan di bawah. Di sela gemuruh perayaan, aparat kepolisian dan petugas keamanan berkali-kali mengingatkan masyarakat untuk tetap tertib. Imbauan disampaikan melalui pengeras suara, meminta bobotoh tidak saling dorong dan menjaga keselamatan selama konvoi berlangsung.
Perjalanan dari Bogor Menuju Bandung
Di antara ribuan bobotoh yang datang dari berbagai daerah, Olied (34) memilih berdiri di sekitar JPO untuk menyaksikan parade juara Persib Bandung dari dekat. Perjalanannya menuju Bandung bukan tanpa perjuangan. Bersama rombongan bobotoh dari Citereup, Kabupaten Bogor, ia berangkat setelah lebih dulu menggelar nonton bareng dan konvoi kemenangan di daerahnya.
“Kemarin habis nobar dulu di Citereup, terus lanjut konvoi di sana. Beres konvoi, jalan ke Bandung dari jam 12 malam,” kata Olied saat ditemui di kawasan Asia Afrika, Minggu (24/5/2026).
Perjalanan dari Bogor menuju Bandung ditempuh sekitar lima jam. Saat tiba menjelang subuh, suasana Bandung ternyata sudah ramai oleh bobotoh yang menanti parade. “Jam 5 subuh sudah sampai sini. Memang pengennya di JPO, biar bisa lihat pusat euforianya,” ujarnya.

Rombongan Viking Bogor Merayakan Gelar Juara
Olied datang bukan sendirian. Satu bus berisi komunitas bobotoh dari Bogor turut dibawanya untuk merayakan gelar juara Persib musim ini. Baginya, momen tersebut terlalu sayang dilewatkan.
“Memang sengaja datang satu bus. Dari komunitas Viking Bogor,” katanya. Meski Persib akhirnya memastikan gelar juara, Olied mengaku sempat dibuat tegang saat pertandingan penentuan berlangsung. Selisih poin yang tipis dengan Borneo FC membuatnya tak bisa tenang sepanjang laga.
“Deg-degan banget. Soalnya cuma selisih dua poin,” kata dia. Apalagi, di saat bersamaan pesaing Persib meraih kemenangan telak. Namun, sedikit pun ia tidak membayangkan Maung Bandung kalah di kandang sendiri.
“Enggak kepikiran kalah. Harus optimistis, main di kandang sendiri masa kalah,” ujar dia.
Kecintaan Terhadap Persib
Olied berharap pemain muda yang menurutnya punya sentuhan penting di lini depan Persib, yakni Bechkam Putra. Kecintaan Olied terhadap Persib rupanya bukan sekadar euforia sesaat. Ia mengaku selalu datang ketika Persib meraih momen besar, termasuk saat perayaan juara sebelumnya.
“Alhamdulillah, waktu di Gelora Bung Karno (GBK) datang. Kemarin di sini datang lagi. Ini ketiga kalinya,” ujar dia. Olied juga membawa sang buah hati ikut dalam perayaan tersebut. Baginya, mendukung Persib sudah menjadi tradisi keluarga yang diwariskan turun-temurun.
“Versi tradisi orang Sunda, Persib mah bahasa hate,” kelakarnya.
Menjelang parade dimulai, Olied berharap seluruh bobotoh bisa menjaga ketertiban selama perayaan berlangsung. Ia juga menitipkan doa agar perjalanan pulang rombongannya ke Bogor berjalan lancar.
“Semoga tertib di jalan. Buat kita yang pulang ke Bogor, mudah-mudahan selamat sampai tujuan. Persib juara,” kata dia.




