Inspeksi Nuklir di Lokasi Pengayaan Uranium Iran Akan Terus Berjalan
Inspeksi nuklir yang dilakukan oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA) terhadap lokasi pengayaan uranium di Iran akan tetap berlangsung, meskipun ada penolakan dari pihak Iran. Direktur Jenderal IAEA, Rafael Mariano Grossi, menegaskan bahwa inspeksi tersebut harus dilakukan sesuai dengan kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Grossi menyatakan bahwa kesepakatan tersebut secara eksplisit menyatakan bahwa kegiatan nuklir yang akan dilakukan terkait dengan fasilitas material nuklir akan diawasi oleh IAEA. Ia menjelaskan bahwa untuk melakukan itu, inspeksi harus dilakukan, baik dalam waktu dekat maupun dalam beberapa hari mendatang. Hal ini menjadi penting bagi IAEA dalam memverifikasi status persediaan uranium Iran dan memeriksa peralatan yang digunakan untuk memperkaya uranium.
Klaim Trump tentang Izin Iran
Presiden AS, Donald Trump, mengklaim bahwa Iran telah memberikan izin kepada inspektur nuklir untuk masuk ke negara tersebut. Meskipun Iran membantah hal ini, Trump menegaskan bahwa para inspektur akan berada di lapangan pada waktu yang tepat. Pernyataan ini muncul setelah Wakil Presiden AS, J.D. Vance, mengumumkan bahwa Iran telah setuju untuk mengizinkan kembali inspektur nuklir ke negara tersebut.
Kesepakatan antara AS dan Iran mencakup berbagai isu, termasuk pengurangan persediaan uranium yang diperkaya dan pencabutan sanksi terhadap minyak Iran. Kesepakatan ini juga memberi waktu 60 hari untuk merundingkan kesepakatan yang lebih luas. Namun, gencatan senjata yang rapuh ini telah diuji ketika Iran mengatakan akan menutup kembali Selat Hormuz karena pertempuran antara Israel dan milisi Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon.
Peran IAEA dalam Verifikasi Persediaan Uranium
Meski IAEA telah diizinkan untuk mengunjungi lokasi nuklir lain di Iran sejak perang 12 hari pada tahun 2025, seperti pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr, mereka masih tidak dapat mengakses lokasi-lokasi pengayaan uranium. Tanpa akses tersebut, IAEA tidak bisa memverifikasi status persediaan uranium Iran atau memeriksa rangkaian sentrifugal yang digunakan untuk memperkaya uranium.
Para ahli nonproliferasi khawatir bahwa Republik Islam mungkin memindahkan persediaan uraniumnya ke daerah-daerah yang tidak diumumkan. Sementara itu, Iran dan IAEA sama-sama menyatakan bahwa Teheran tidak memperkaya uranium, tetapi isu ini masih menjadi perhatian utama bagi komunitas internasional.
Rincian Kesepakatan Damai AS-Iran
Dokumen 14 poin yang ditandatangani oleh AS dan Iran mencakup berbagai aspek penting, termasuk:
- Penghentian segera dan permanen operasi militer di semua front, termasuk Lebanon, dengan komitmen untuk tidak menggunakan kekerasan dan menjamin kedaulatan Lebanon.
- Saling menghormati kedaulatan dan integritas wilayah, serta tidak campur tangan dalam urusan internal masing-masing negara.
- Negosiasi untuk mencapai kesepakatan akhir dalam waktu 60 hari, yang dapat diperpanjang dengan persetujuan bersama.
- Pencabutan blokade angkatan laut AS dan pembatasan terkait, dengan penghentian sepenuhnya dalam waktu 30 hari dan penarikan pasukan AS dari wilayah sekitar Iran setelah kesepakatan akhir tercapai.
- Pemulihan pelayaran dan navigasi komersial melalui Selat Hormuz, dengan Iran berkonsultasi dengan Oman dan negara-negara pesisir Teluk lainnya mengenai pengelolaannya di masa depan.
- Penyusunan program rekonstruksi dan pembangunan ekonomi senilai setidaknya 300 miliar dolar AS untuk Iran dengan dukungan AS dan mitra regional.
- Komitmen AS untuk mengakhiri semua sanksi terhadap Iran, termasuk sanksi PBB, sanksi terkait IAEA, serta sanksi utama dan sekunder AS, berdasarkan jadwal yang disepakati bersama.
- Penegasan kembali Iran bahwa mereka tidak akan memproduksi atau memperoleh senjata nuklir, bersamaan dengan negosiasi tentang bahan yang diperkaya dan kegiatan nuklir sipil.
- Mempertahankan status quo selama negosiasi, dengan Iran mempertahankan program nuklirnya saat ini dan AS menahan diri dari sanksi baru atau pengerahan militer tambahan.
- Pengecualian langsung dari AS yang mengizinkan ekspor minyak dan produk petrokimia Iran, termasuk layanan perbankan, asuransi, dan transportasi terkait.
- Pelepasan dan penggunaan penuh dana dan aset Iran yang dibekukan, dengan prosedur yang akan disepakati selama negosiasi.
- Pembentukan mekanisme implementasi bersama untuk memantau kepatuhan terhadap memorandum dan perjanjian akhir di masa mendatang.
- Peluncuran negosiasi untuk kesepakatan akhir setelah implementasi dimulai pada ketentuan-ketentuan utama, termasuk gencatan senjata, langkah-langkah maritim, pengecualian minyak, dan akses ke aset yang dibekukan.
- Pengesahan perjanjian akhir melalui resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengikat.
