Berita Madura Terpopuler pada 26 Mei 2026
Polres Sampang Serahkan Barang Bukti Rokok Ilegal Temuan Mobil Terguling ke Bea Cukai Madura
Polres Sampang menyerahkan barang bukti berupa ribuan batang rokok yang diduga ilegal kepada Bea Cukai Madura. Barang bukti tersebut merupakan hasil temuan dari kecelakaan tunggal di Jalan Halim Perdana Kusuma, Kelurahan Polagan, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura.
Penyerahan dilakukan sehari setelah insiden kecelakaan yang melibatkan mobil Daihatsu Xenia bernopol N-1169-AAU terjadi, tepatnya pada Sabtu (23/5/2026). Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, mengatakan bahwa barang bukti yang dilimpahkan terdiri dari berbagai merek rokok tanpa pita cukai.
“Barang bukti diduga rokok ilegal sudah dilimpahkan untuk proses penanganan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya, Senin (25/5/2026).
Adapun barang bukti yang diserahkan meliputi 6 ball lebih 1 press rokok merek 54 Ryaku, 10 ball lebih 1 press Marlbol, 2 ball Marblong, 1 ball lebih 10 press dan 8 bungkus Angker, serta 9 press Hummer.
Temuan tersebut bermula saat petugas SPKT Polres Sampang menerima laporan masyarakat melalui layanan Call Center 110 terkait kecelakaan tunggal pada Jumat (22/5/2026) sekitar 17.30 WIB.
Tak Perlu Antre di Rutan, Keluarga Warga Binaan Kini Bisa Daftar Kunjungan Lewat e-LAKSI

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sumenep, Madura, terus berbenah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, Sabtu (23/5/2026). Terbaru, rutan menghadirkan layanan pendaftaran kunjungan berbasis digital melalui aplikasi e-LAKSI (Elektronik Layanan Kunjungan Sistem Informasi) yang memungkinkan masyarakat melakukan registrasi secara online tanpa harus datang lebih awal ke lokasi.
Inovasi tersebut menjadi solusi bagi keluarga warga binaan yang selama ini harus mengantre untuk mendapatkan jadwal kunjungan. Kini, proses pendaftaran dapat dilakukan dari mana saja melalui sistem daring yang telah disediakan Rutan Sumenep.
Kepala Rutan Kelas IIB Sumenep, Aditya Wahyu Rahmadani, mengatakan bahwa digitalisasi layanan kunjungan merupakan bagian dari upaya transformasi pelayanan publik yang lebih modern, cepat, dan efisien. Menurutnya, masyarakat cukup mengakses laman e-LAKSI untuk melakukan pendaftaran tanpa perlu datang ke rutan hanya untuk mengambil nomor antrean.
“Layanan ini kami kembangkan agar masyarakat lebih mudah mengatur jadwal kunjungan. Semua proses bisa dilakukan secara daring, sehingga lebih praktis dan efisien,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).
Aditya menjelaskan, kehadiran sistem e-LAKSI tidak hanya memberikan kemudahan bagi pengunjung, tetapi juga membantu petugas dalam mengatur alur layanan kunjungan agar lebih tertib dan terorganisir. Melalui sistem tersebut, jumlah pengunjung dapat terdata lebih baik, sehingga potensi penumpukan antrean di area layanan dapat diminimalkan.
Satgas MBG Pemkab Bangkalan akan Kumpulkan Pimpinan Yayasan SPPG, Godok Keikutsertaan BPJS Kesehatan

Sebagai garda terdepan dalam layanan Makan Bergizi Gratis (MBG), jaminan perlindungan sosial dan kesejahteraan merupakan bagian penting bagi para relawan selama menjalankan tugas. Karena itu, Satuan Tugas (Satgas) MBG Pemkab Bangkalan akan mengumpulkan seluruh pimpinan Yayasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-kabupaten pada Selasa (26/5/2026).
Satgas MBG Pemkab Bangkalan, Dr Bambang Budi Mustika mengungkapkan, kegiatan bersama para pimpinan SPPG itu menindaklanjuti Nota Kesepahaman antara BPJS Kesehatan dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Sebagaimana yang tertuang dalam surat bernomor 19/MOU/1225 dan Nomor 53/NK.01/12/2025 tanggal 18 Desember 2025 tentang Sinergi Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Program Pemenuhan Gizi Nasional.
“Pada kesempatan itu, BPJS Kesehatan akan memberikan sosialisasi berkaitan Program JKN dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan Yayasan SPPG,” ungkap Dr Bambang kepada Infomalangraya.net saat ditemui di sela kegiatan gowes, Minggu (24/5/2026).
Ia menjelaskan, pemenuhan hak relawan selama ini untuk mendapatkan perlindungan menyeluruh dari pemerintah masih sebatas pada keikutsertaan BPJS Ketenagakerjaan yang telah mencapai sekitar 80 persen dari total seluruh relawan SPPG se-Kabupaten Bangkalan.
Sumber dana iuran BPJS Ketenagakerjaan selama ini, bukan berasal dari anggaran baru, melainkan bersumber dari operasional di setiap dapur SPPG baru.





