Inovasi Pendidikan dari Kota Palangka Raya
Inovasi pendidikan yang dilakukan oleh seorang guru matematika di Kota Palangka Raya kembali menarik perhatian publik. Aplikasi pembelajaran yang dibuatnya, Math Galaxy, berhasil masuk ke dalam platform global Google Play Store. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi lokal dapat bersaing dengan standar internasional.
Pembuatan Aplikasi yang Berawal dari Kebutuhan Nyata
Maulida Rezeki, seorang guru matematika SMP Negeri 13 Palangka Raya, menciptakan aplikasi berjudul “Math Galaxy: Jelajah Sistem Persamaan Linier Dua Variabel (SPLDV)”. Aplikasi ini bukan hanya sekadar media belajar biasa, tetapi dirancang sebagai sarana pembelajaran mandiri yang interaktif dan mirip permainan.
Maulida memulai pengembangan aplikasi ini untuk kebutuhan lomba guru tingkat nasional. Ia terpilih mewakili Kalimantan Tengah sebagai guru transformatif dan harus terus meningkatkan kualitas karyanya. Dari situ, muncul gagasan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis digital yang lebih luas jangkauannya.
Proses Pengembangan Aplikasi yang Mandiri
Proses pembuatan aplikasi dilakukan secara mandiri tanpa bantuan pihak ketiga. Berbekal kemampuan otodidak, Maulida mengubah platform Google Sites menjadi aplikasi yang siap diunggah ke Play Store. Ia sendiri menjadi developer, meskipun menghadapi berbagai keterbatasan.
Aplikasi tersebut telah melalui tahap uji coba sejak tahun 2025. Namun, proses rilis sempat tertunda karena harus melalui berbagai tahapan penilaian dan pembaruan sistem. Setelah melakukan upgrade, aplikasinya langsung mendapat persetujuan dalam waktu singkat.
Konsep Pembelajaran Flipped Classroom
Math Galaxy lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Maulida yang harus menempuh perjalanan jauh menuju sekolahnya ingin memastikan siswa tetap bisa belajar secara mandiri sebelum masuk kelas. Ia menerapkan konsep pembelajaran flipped classroom, di mana siswa mempelajari materi terlebih dahulu melalui aplikasi, kemudian mendiskusikannya di sekolah.
“Aplikasi ini memang saya rancang untuk pembelajaran mandiri. Siswa bisa langsung belajar dan di sekolah tinggal kita bahas apa yang belum dipahami,” jelasnya.
Konten yang Lengkap dan Kontekstual
Keunggulan lain dari Math Galaxy terletak pada kontennya yang lengkap dan kontekstual. Di dalamnya terdapat materi pembelajaran, video, latihan soal interaktif, hingga lembar kerja berbasis lingkungan lokal Tumbang Tahai. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan motivasi belajar siswa karena terasa lebih dekat dengan kehidupan mereka.
“Math Galaxy saya filosofikan sebagai sebuah semesta. Di dalamnya ada planet-planet materi. SPLDV ini baru satu bagian, ke depan akan saya kembangkan lagi,” ungkap Maulida.
Pengembangan Ke Depan
Maulida juga menyatakan bahwa ke depan aplikasi tersebut akan terus dikembangkan dengan materi lain, termasuk untuk persiapan Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Hal ini sejalan dengan pengalamannya dalam menyusun konten pembelajaran digital.
Dukungan dari Dinas Pendidikan
Meski dikerjakan secara mandiri, inovasi Maulida mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya. Saat ini, aplikasi tersebut mulai disosialisasikan kepada sekolah-sekolah lain agar dapat dimanfaatkan secara lebih luas.
Selain dukungan moril, ia juga telah mendapatkan bantuan fasilitas berupa laptop untuk menunjang pengembangan inovasinya ke depan.
Kesuksesan yang Tidak Mudah
Keberhasilan Maulida tidak lepas dari rekam jejaknya sebagai guru berprestasi. Ia merupakan Juara 1 Guru Berprestasi Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2025. Baginya, pencapaian tersebut bukan sekadar prestasi pribadi, melainkan hasil kerja bersama seluruh pihak yang mendukungnya.
“Perasaan saya tentu senang sekali bisa membawa nama Kota Palangka Raya. Ini menjadi kebanggaan bagi saya dan rekan-rekan,” ucapnya.
Buktikan Bahwa Keterbatasan Bukan Hambatan
Dengan hadirnya Math Galaxy di Play Store, Maulida membuktikan bahwa guru daerah pun mampu bersaing di tingkat global. Inovasi ini menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk menciptakan perubahan, melainkan pemicu untuk terus berinovasi demi masa depan pendidikan yang lebih baik.





