Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan Selama Ramadan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Surabaya tetap berjalan selama bulan Ramadan dengan beberapa penyesuaian dalam metode penyajian makanan. Tujuan utamanya adalah memastikan kebutuhan gizi siswa tetap terpenuhi, meskipun cara pemberiannya mengalami perubahan.
Penyesuaian Metode Penyajian
Menurut Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Surabaya, Kusmayanti, pelaksanaan MBG pada masa Ramadan mengacu pada surat edaran resmi. Ia menjelaskan bahwa metode penyajian makanan akan berbeda dari biasanya.
“Kita akan tetap melaksanakan program MBG pada masa Ramadan. Namun, metode penyajian makanannya yang akan berbeda,” ujar Kusmayanti.
Penyesuaian ini dilakukan melalui pemberian makanan kering atau kemasan sehat agar bisa dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka puasa. Hal ini dilakukan karena siswa sedang menjalankan ibadah puasa.
Menu yang Disiapkan
Menu yang disiapkan merupakan jenis makanan yang tahan lama dan tidak mudah basi. Hal ini penting agar makanan tetap layak konsumsi hingga waktu berbuka puasa.
“Artinya, jenis makanan yang diberikan adalah makanan yang harus tahan lama dan tidak cepat basi. Kalau memang menu kering yang kita siapkan itu tahan lama, tentu bisa dikonsumsi saat waktu berbuka puasa,” jelasnya.
Terkait waktu pembagian, Kusmayanti menyebut teknisnya akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah. Biasanya, ada kesepakatan antara pihak sekolah sebagai penerima manfaat dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai pelaksana program.
Kebutuhan Gizi Siswa Tetap Terpenuhi
Penyesuaian selama Ramadan tidak mengurangi tujuan utama MBG, yakni memastikan kebutuhan gizi siswa tetap terpenuhi. Model makanan kering bisa dibawa pulang. Siswa tetap mendapatkan asupan bergizi yang dapat dikonsumsi saat berbuka puasa.
Skema ini juga menjadi bentuk edukasi bahwa pemenuhan gizi tidak hanya soal makan di sekolah, tetapi juga tentang memilih makanan yang aman, bergizi, dan sesuai kondisi.
“Menu kering yang tahan lama tetap dirancang memenuhi unsur karbohidrat, protein, serta mikronutrien penting bagi tumbuh kembang anak,” katanya.
MBG Tetap Berjalan Selama Ramadan
Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan, libur dan cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah, serta Tahun Baru Imlek tetap berjalan.
“Pelayanan MBG pada Ramadan serta libur dan cuti bersama Idul Fitri dan Tahun Baru Imlek tetap dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip pemenuhan gizi seimbang, keamanan pangan, ketertiban, serta akuntabilitas,” kata Dadan.
Dadan menjelaskan, untuk kelompok rentan, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita usia 6–59 bulan, pelayanan MBG tetap berjalan penuh selama periode tersebut.
Penyesuaian Jadwal Pendistribusian MBG
Dalam ketentuan pendistribusian, terdapat beberapa penyesuaian jadwal. Pada periode cuti bersama dan libur Tahun Baru Imlek (16–17 Februari 2026) serta awal Ramadan (18–22 Februari), tidak dilakukan pendistribusian MBG.
Pendistribusian akan dimulai kembali pada 23 Februari. Hal ini telah diatur melalui Surat Edaran (SE) Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelayanan Program MBG pada Bulan Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah serta Libur Tahun Baru Imlek 2026, yang diteken langsung oleh Kepala BGN.
“Penyesuaian pelayanan MBG pada periode hari libur dan cuti bersama bersifat sementara dan tidak mengubah petunjuk teknis secara permanen. Setelah periode libur berakhir, pelayanan MBG kembali mengikuti ketentuan operasional normal sesuai juknis yang berlaku,” kata Dadan.





