Penghargaan APPI Fans Favourite Footballer Jadi Bukti Dukungan Suporter untuk Bruno Moreira
Kapten Persebaya Surabaya, Bruno Moreira, kembali mendapatkan penghargaan yang memperkuat hubungannya dengan suporter. Penghargaan APPI Fans Favourite Footballer di bulan Januari 2026 menjadi bukti bahwa dukungan dari Green Force tetap utuh meskipun ada momen sulit dalam performanya.
Penghargaan ini diberikan oleh Asosiasi Pemain Sepak Bola Profesional Indonesia (APPI) melalui akun resmi mereka. Pengumuman tersebut menunjukkan bahwa Bruno dipilih langsung oleh para suporter dan fans berdasarkan perjalanan dan kontribusinya bersama klub selama sebulan terakhir.
APPI adalah organisasi yang memberikan ruang bagi suporter untuk memberikan apresiasi kepada pemain. Artinya, penghargaan ini berasal murni dari hati para penggemar yang mengikuti perjalanan Bruno sepanjang musim ini.
Respons suporter terhadap penghargaan ini sangat positif. Banyak komentar penuh semangat dan dukungan yang muncul di kolom komentar. Beberapa suporter menulis, “Semangat Cak @brunomoreira99 walaupun akhir-akhir ini sedang underperform?” sementara yang lain menulis, “Gracias ???? ????@brunomoreira99,” dan “Bruno stay in @Persebaya please????????.”
Banyak suporter juga menunjukkan rasa bangga terhadap kapten mereka. Mereka menulis, “My captain menyala????????????????,” dan “Menyala king @brunomoreira99 ????????,” yang menunjukkan kedekatan emosional antara Bruno dan suporter.
Namun, penghargaan ini datang di tengah kritik dari pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares. Pelatih asal Portugal itu meminta Bruno meningkatkan kontribusi di putaran kedua Super League 2025/2026.
Momen panas terjadi saat Persebaya Surabaya menjamu Bhayangkara FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (14/2/2026) malam. Pada menit ke-66, Bruno ditarik keluar saat tim sedang tertinggal 2-1. Ia terlihat kesal sebelum duduk di bangku cadangan dan bahkan melempar botol minuman yang dipegangnya.
Pergantian ini terasa berat bagi Bruno karena sepanjang musim ini ia hampir selalu bermain penuh. Dari 17 laga sebelumnya, ia tak pernah absen sebagai starter dan menjadi tumpuan di sisi kiri.
Tavares menilai reaksi itu sebagai sesuatu yang wajar dalam atmosfer kompetitif. Ia mengatakan, “Tidak ada pemain yang suka diganti. Kalau dia (Bruno) senang saat ditarik keluar, saya malah tidak suka. Saya akan memarahinya.” Ia menegaskan bahwa keputusan pergantian murni berdasarkan performa malam itu.
Dari segi statistik, kontribusi Bruno musim ini tetap signifikan untuk Persebaya Surabaya. Dari 19 penampilan sebagai starter, ia mencatat total 1.684 menit bermain dengan rata-rata 89 menit per laga. Di lini serang, ia mengoleksi tujuh gol dengan frekuensi satu gol setiap 241 menit.
Catatan empat assist dan 1,1 operan kunci per game menunjukkan perannya bukan sekadar pencetak gol, tetapi juga kreator peluang. Akurasi operannya mencapai 78 persen, termasuk bola panjang dengan akurasi 61 persen. Umpan silang suksesnya berada di angka 42 persen, cukup efektif untuk pemain yang dominan di sisi kiri.
Dari sisi bertahan, Bruno mencatat rata-rata 5,7 pemulihan bola per laga. Meski begitu, ia masih tercatat lima kali melakukan kesalahan yang berujung tembakan lawan, area yang perlu diperbaiki.
Kemampuan dribelnya menjadi salah satu senjata utama dengan 4,2 dribel sukses per game dan efektivitas 81 persen. Heatmap menunjukkan dominasi kuat di flank kiri, area yang sering ia eksploitasi untuk membongkar pertahanan lawan.
Tujuh kartu kuning dari 19 laga membuatnya berada di ambang risiko akumulasi, sesuatu yang bisa merugikan tim dalam fase krusial musim.
Terlepas dari kritik dan momen emosional di lapangan, dukungan suporter tak surut sedikit pun. Penghargaan APPI Fans Favourite Footballer menjadi simbol cinta fans yang tak mudah pudar hanya karena satu malam buruk.
Kini, fokus Bruno dan Persebaya Surabaya tertuju pada laga tandang melawan Persijap Jepara. Duel tersebut akan digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini pada 21 Februari mendatang. Laga itu bisa menjadi panggung pembuktian bagi sang kapten setelah kritik dan pujian datang hampir bersamaan. Jika mampu tampil impresif, Bruno bukan hanya menjawab Tavares, tetapi juga membalas cinta suporter dengan performa nyata di lapangan.
