Tradisi Berburu Tengkong di Pulau Lombok
Musim hujan di Pulau Lombok tidak hanya membawa kesejukan dan kelembapan, tetapi juga menjadi tanda dimulainya musim berburu Tengkong. Tengkong adalah jamur liar yang menjadi bagian dari tradisi turun-temurun masyarakat Suku Sasak. Aktivitas ini tidak hanya sekadar hobi, tetapi juga menjadi sumber penghasilan bagi warga setempat.
Tengkong memiliki beberapa jenis yang sering dicari, seperti Pumanu (jamur bulan atau jamur ayam), jamur gagak, dan jamur paku. Harganya bervariasi, mulai dari Rp5.000 untuk ukuran kecil hingga Rp15.000–Rp20.000 per buah untuk Pumanu yang berukuran besar. Di sekitar kota Mataram, terutama di sepanjang Jalan Lingkar Selatan, sering ditemui penjual Tengkong yang menjajakan hasil buruan mereka secara dadakan.
Keunikan dan Khasiat Jamur Tengkong
Pumanu, yang secara ilmiah dikenal sebagai Gymnopus, merupakan primadona dalam masakan khas Lombok. Teksturnya yang lembut dan rasanya yang gurih membuatnya cocok diolah menjadi tumisan atau dilawar, hidangan khas dengan bumbu kelapa. Bagi masyarakat setempat, menemukan jamur putih yang baru mekar di balik dedaunan kering memberikan kepuasan tersendiri.
Selain enak, jamur Tengkong juga kaya akan nutrisi. Dalam 100 gram jamur terkandung:
* 80 kalori
* 9,4 gram protein
* 14 miligram magnesium
* 5 miligram kalsium
* 32 mikrogram folat
* 277 miligram fosfor
* 5,3 miligram zat besi
* 1,1 miligram vitamin B1
* 0,1 miligram vitamin B2
* 3,1 miligram zinc
Selain itu, jamur juga mengandung beta glucan, selenium, dan berbagai vitamin seperti B1, B2, B6, serta D. Kandungan tersebut memberikan manfaat kesehatan yang luar biasa.
Manfaat Jamur untuk Kesehatan
Berikut beberapa manfaat kesehatan yang bisa diperoleh dari konsumsi jamur:
-
Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Kandungan selenium, vitamin B6, dan vitamin D dalam jamur membantu memperkuat sistem imun. Selenium melindungi sel-sel tubuh, vitamin B6 membantu pembentukan sel darah merah, dan vitamin D merangsang pertumbuhan sel baru. -
Menjaga kesehatan otot dan saraf
Kalium dalam jamur membantu memperkuat otot, sedangkan tembaga berperan dalam menjaga kesehatan saraf. -
Menurunkan kadar kolesterol dalam darah
Beta glucan dan kalium dalam jamur dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. -
Mengontrol tekanan darah
Kandungan kalium dalam jamur membantu menjaga tekanan darah agar tetap stabil, sehingga baik dikonsumsi oleh penderita hipertensi. -
Menjaga kesehatan tulang
Beberapa jenis jamur yang dibudidayakan dengan sinar UV memiliki kandungan vitamin D yang penting untuk kesehatan tulang dan mencegah osteoporosis. -
Menurunkan risiko diabetes
Serat tinggi dalam jamur membantu menurunkan kadar gula darah, sementara polisakarida dalam jamur dapat mengurangi stres oksidatif yang berkontribusi pada diabetes. -
Menjaga kesehatan jantung
Antioksidan dan beta glucan dalam jamur membantu mencegah penyakit kardiovaskular seperti jantung dan stroke. -
Mencegah kanker
Kandungan antioksidan dan beta glucan dalam jamur melindungi tubuh dari radikal bebas yang dapat menyebabkan kanker.
Selain manfaat di atas, jamur juga bermanfaat untuk meningkatkan fungsi otak, menurunkan tekanan darah tinggi, dan menjaga kesehatan sistem pencernaan.
Tradisi yang Tetap Bertahan
Meski perkembangan teknologi dan modernisasi semakin pesat, tradisi berburu Tengkong masih bertahan di tengah masyarakat Suku Sasak. Aktivitas ini tidak hanya menjadi ajang kesenangan, tetapi juga menjadi cara untuk menjaga keberlanjutan budaya dan ekonomi lokal. Dengan nilai ekonomi dan nutrisi yang tinggi, jamur Tengkong tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Lombok.




