
Pelatih Napoli, Antonio Conte, menunjukkan sikap realistis terhadap posisi timnya dalam persaingan gelar Liga Italia melawan Inter dan AC Milan. Sebagai juara bertahan, Napoli masih memiliki peluang untuk mempertahankan gelar musim ini berkat kembalinya performa yang stabil dalam sebulan terakhir. Kemenangan atas AC Milan pada Senin (6/4/2026) membawa mereka kembali ke jalur scudetto setelah sempat terpuruk akibat badai cedera yang menimpa beberapa pemain.
Dengan penurunan intensitas cedera, Napoli berhasil mengakhiri krisis awal tahun dan mencatatkan peningkatan hasil sejak akhir Februari lalu. Dalam lima pekan terakhir, tim asuhan Conte selalu meraih kemenangan di Liga Italia meski dengan skor tipis. Mereka sukses mengalahkan Verona, Torino, Lecce (2-1), Cagliari (1-0), dan kini Milan (1-0). Peningkatan performa ini membuat Napoli kembali naik ke peringkat dua klasemen, posisi yang sebelumnya mereka tempati pada pekan ke-14.
Kevin De Bruyne dkk saat ini mengumpulkan 65 poin, menjauhkan diri dari AC Milan dengan selisih dua angka. Namun, jarak antara Napoli dan Inter Milan masih cukup jauh. Napoli harus mengatasi defisit tujuh poin dalam tujuh pertandingan tersisa jika ingin mempertahankan gelar. Secara matematis, misi ini masih mungkin tercapai, tetapi Antonio Conte tetap bersikap realistis dengan situasi yang ada.
Conte tidak ingin terlalu optimis atau terjebak dalam euforia. Ia menolak untuk berbicara tentang kemungkinan menggulingkan Inter dari puncak klasemen. Setelah kembali menjadi tim anti-Inter Milan, tugas utama De Bruyne dkk sekarang adalah mempertahankan posisi mereka. Baru ketika Inter melakukan kesalahan, maka celah untuk mendekati klasemen akan terbuka.
“Hal ini bukan soal keyakinan (juara), tetapi kami harus realistis,” ujar Conte. “Kami tidak boleh melakukan kesalahan, sementara mereka (Inter) harus membuat lebih banyak kesalahan dari kami.”
“Melihat apa yang terjadi sejauh ini, tampaknya meraih scudetto tidak mudah mengingat mereka memang pantas berada di puncak klasemen.”
“Kami harus terus seperti ini, menyadari bahwa tiket Liga Champions belum dimenangkan. Masih ada tujuh pertandingan tersisa,” tambahnya.
Misi Napoli untuk mengecilkan jarak dengan Inter sepertinya didukung oleh agenda sisa pertandingan yang relatif mudah. Dalam bulan April, I Partenopei akan menghadapi Parma (12/4/2026), Lazio (18/4/2026), dan Cremonese (24/4/2026). Di luar itu, hanya Como (3/5/2026) yang menjadi tantangan berat bagi Napoli dalam rangkaian jadwal berikutnya.





