Kehidupan Pak Tarno yang Memprihatinkan
Pak Tarno, pesulap legendaris Indonesia yang dulu pernah menjadi ikon hiburan di tahun 2000-an, kini hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Di usia senjanya, ia harus berjuang melawan penyakit sambil menjalani kehidupan yang tidak stabil. Tak hanya itu, ia juga menghadapi ancaman teror dari pihak penagih utang dan kehilangan kendaraan pribadi akibat tindakan tak terduga dari mantan karyawan.
Peristiwa ini terungkap melalui keterangan Pak Tarno bersama istri keduanya, Lisa Karlina, dan manajernya, Laura. Saat ini, untuk keperluan syuting atau bepergian, ia harus mengandalkan jasa ojek online atau bantuan dari stasiun televisi.
Perkembangan Teror Telepon dan Utang yang Membuat Stres
Masalah bermula saat Pak Tarno sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Dalam kondisi lemah, seorang mantan sopir berinisial A diduga menggadaikan mobil milik Pak Tarno ke sebuah pihak leasing tanpa izin. Menurut Lisa Karlina, mereka mulai merasakan keanehan saat telepon genggam Pak Tarno terus-menerus dihubungi oleh pihak penagih.
“Ada tagihan nelpon, hampir beberapa kali, ada 10 kali, kadang 5 kali. Tahunya ada tagihan dari leasing,” ujar Lisa saat ditemui di kontrakan Pak Tarno di kawasan Warakas, Jakarta Utara, Jumat (10/4/2026).
Pak Tarno mengaku menerima teror telepon setiap waktu, baik pagi, siang maupun sore. Padahal, saat itu kondisi kesehatannya sedang menurun. Ia merasa tidak pernah meminjam uang maupun menjaminkan mobilnya, namun tiba-tiba diminta membayar tagihan sebesar Rp35 juta.
“Lah saya 35 juta dapet dari mana, orang sakit begini,” ujar Pak Tarno dengan terbata-bata.
Penjualan Mobil untuk Melunasi Utang
Karena merasa tertekan dengan tekanan dari pihak leasing, Pak Tarno dan keluarga akhirnya memutuskan untuk menjual mobilnya. Mobil tersebut terjual dengan harga sekitar Rp54 juta. Uang hasil penjualan digunakan seluruhnya untuk melunasi utang agar pihak penagih berhenti menelepon.
Namun, masalah tidak berhenti di situ. Pak Tarno mengaku tidak mendapatkan sisa uang dari penjualan tersebut, dan kini ia sama sekali tidak memiliki kendaraan pribadi.
“Mobil itu sudah dijual, tapi Bapak (Pak Tarno) mungkin tidak tahu dan uangnya tidak ada ke beliau. Mungkin untuk menutupi utang-utang di leasing tersebut supaya Bapak tidak kepikiran dan tidak tambah sakit,” jelas sang Manajer, Laura.
Kehidupan yang Berubah Drastis
Akibat kejadian ini, Pak Tarno yang dulu selalu didampingi sopir pribadi, kini harus rela hidup prihatin. Untuk keperluan syuting atau bepergian, ia terpaksa menggunakan jasa ojek online atau mengandalkan jemputan dari pihak stasiun televisi.
“Sekarang Pak Tarno nggak punya mobil. Ke mana-mana pakai ojek online atau kalau ada syuting dijemput sama orang TV-nya,” tambah Laura.
Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Pak Tarno kini hanya berjualan mainan di kawasan Kota Tua. Dalam sehari, ia dan istri menerima penghasilan yang tidak menentu.
Profil Pak Tarno
Sutarno atau akrab disapa Pak Tarno merupakan seorang pesulap legendaris Indonesia yang telah dikenal banyak orang melalui berbagai media. Tak hanya sebagai pesulap, pria yang akrab disapa Pak Tarno itu juga kerap tampil sebagai presenter dan komedian.
Pak Tarno semakin dikenal banyak orang karena sering mengucapkan kalimat “dibantu ya, bimsalabim jadi apa, prok-prok-prok” ketika akan melakukan sulap. Meski pernah berjaya pada masanya, kini kondisi Pak Tarno tampak memprihatinkan.
Ia dikabarkan harus berjualan ikan cupang demi menyambung hidup. Dilansir dari situs Wikipedia, Pak Tarno lahir di Brebes, Jawa Tengah pada 6 September 1950. Ia diketahui memiliki tiga orang istri dan tujuh orang anak.
Sebelum terkenal sebagai pesulap, Pak Tarno bekerja sebagai penjual martabak keliling, yang juga menyambi sebagai seorang pesulap keliling. Ketika berjualan martabak, Pak Tarno menggunakan trik untuk menarik perhatian anak-anak agar membeli dagangannya, yaitu mempertunjukkan sulap setelah dagangannya habis terjual.
Saat berjualan di suatu sekolah, Pak Tarno yang sedang melakukan aksi sulapnya lalu dihampiri oleh salah satu guru dari sekolah tersebut yang melihat aksi sulapnya. Guru itu menyarankan Pak Tarno untuk mengikuti ajang pencarian bakat “The Master” yang diselenggarakan pada 2009.
Meskipun telah mengikuti ajang itu dan tidak menang, Pak Tarno diberi gelar “Master of Traditional Magic” oleh Deddy Corbuzier. Setelah itu, Pak Tarno mendapat tawaran untuk menjadi presenter di beberapa acara televisi.
Berkat kerja kerasnya di dunia hiburan, Pak Tarno berhasil membeli mobil, tanah, dan mengelola warung internet. Meski pernah berjaya pada masanya, kini kondisi Pak Tarno tampak memprihatinkan. Ia pun memilih untuk berjualan ikan cupang demi menyambung hidup.
Dalam sebuah video yang dilihat di akun TikTok @roamiegoetzmuller, Pak Tarno terlihat mengenakan kemeja merah bergaris hitam, topi putih dan celana pendek biru. Ia tampak duduk di kursi roda sambil menjajakan dagangannya.
Setelah video Pak Tarno ini viral dan beredar di media sosial, banyak netizen yang mendoakan kesehatannya.





