Kedekatan Emosional Dubes Rod Brazier dengan Kota Makassar

Duta Besar Australia untuk Indonesia, HE Roderick “Rod” Brazier (56), mengungkapkan perasaan khusus terhadap Kota Makassar. Ia menyebut kota ini sebagai kota keduanya saat menjadi mahasiswa hukum di Griffith University. Sejarahnya bermula ketika ia tinggal selama enam bulan di rumah Prof Dr H Nasrun Mappa MA dan keluarganya.

Rod mengatakan, ia tinggal di Jl Datu Patimang, tidak jauh dari Monumen Korban 40.000 Jiwa. Selama tinggal di sana, ia merasa seperti anggota keluarga. Hubungan emosional yang dibangun antara Rod dan keluarga Nasrun Mappa terus berlanjut hingga hari ini.

Di acara Farewell Dinner untuk Todd Dias, Australian Consul-General in Makassar, Rod menyinggung kembali kedekatannya dengan Makassar. Ia juga hadir dalam acara peresmian Australian Reading Corner di perpustakaan Masjid Al Markaz Al Islami, yang didampingi oleh Ketua Yayasan Masjid Al Markaz Prof Dr Hamid Awaluddin dan Imam Besar Al Markaz Prof Dr Muammar Bakry.

Selain itu, Rod juga melakukan ziarah ke makam Hj Marhaya Nasrun binti Abu Thalib dan Prof Dr H Nasrun Mappa MA di Kompleks Makam Keluarga Unhas, Pattene, Maros. Ia memperlihatkan deretan foto-foto di ponselnya, termasuk sebelas foto di depan makam Hj Marhaya dan satu foto di depan pusara Prof Dr H Nasrun Mappa MA.

Rod menjelaskan bahwa selama enam bulan tinggal di rumah Prof Nasrun Mappa, ia ikut serta dalam program pertukaran mahasiswa antara Griffith University dan Universitas Hasanuddin pada tahun 1990. Ia mengaku hubungan dengan anak-anak Prof Nasrun Mappa sudah seperti saudara sendiri.

Saat acara tersebut, dr Indirawati “Iin” Nasrun SpOG(K) M.Kes, putri kedua Prof Nasrun Mappa, hadir bersama suaminya. Ia menyebut Rod sebagai kakaknya dan mengingat masa lalu ketika Rod sering makan ikan bakar bolu.

Dr Iin juga berkisah bahwa ayahnya, Prof Nasrun Mappa, menjadi bapak angkat bagi pelajar dan mahasiswa asing di Makassar sejak akhir dekade 1980-an hingga awal 2000-an. Bahkan, hubungan diplomasi antarmasyarakat (people-to-people) itu berlanjut hingga kakak kandung dr Iin, Rezal Akbar Mappa, yang juga tinggal di rumah keluarga Rod di Brisbane.

Program Pertukaran Pemuda antara Indonesia dan Australia

Sejak dekade 1980-an, pemerintah Indonesia dan Australia sepakat untuk menjalankan program pertukaran pemuda. Dr Nana Saleh, kolega dr Iin yang juga Direktur Program Partnership for Australia-Indonesia Research (PAIR) AIC Unhas, menunjuk Kevin Evans. Kevin adalah warga Australia yang kini menjabat Indonesia Director AIC di Makassar.

Kevin mengungkapkan bahwa ia juga pernah tinggal di rumah Prof Nasrun Mappa sebelum Rod. Saat itu, Unhas Baraya baru saja pindah ke Tamalanrea. Ia meyakini bahwa salah satu faktor utama keberhasilan hubungan diplomasi budaya dan ekonomi internasional adalah melalui pendidikan. Menurutnya, mendiang Prof Nasrun Mappa adalah akademisi yang konsisten dalam memperjuangkan program tersebut.

Prof Nasrun Mappa tercatat sebagai guru besar pertama Indonesia dalam bidang Politik Internasional di Unhas. Ia pernah menjabat Atase Pendidikan dan Kebudayaan di Kedutaan Besar RI di Washington DC, Amerika Serikat, pada 2000–2005.

Kunjungan Ketiga Rod Brazier ke Makassar

Di acara diplomasi di Rooftop 31 Sudirman Suites, Rod disambut oleh banyak tokoh penting, seperti Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, Ketua DPRD Sulsel Rachmatika “Cicu” Dewi, Sekda Kota Makassar Zulkifli Nanda, Kepala OJK Makassar Moch Muhlasin, Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa, dan lainnya.

Ini adalah kali ketiga Rod Brazier berkunjung ke Makassar. Setelah pandemi, pada 2022, ia pertama kali kembali ke Makassar sejak meninggalkan kota ini pada 1991. Ia datang mendampingi lawatan bilateral Perdana Menteri Australia Anthony Albanese MP ke Indonesia pada 7 Juni 2022.

Setelah menyerahkan lettre de créance atau surat kepercayaan sebagai duta besar kepada Presiden Prabowo Subianto pada 7 Mei 2025, Rod kembali datang ke Makassar sebagai diplomat tertinggi Australia di Indonesia. Makassar menjadi kota pertama yang dikunjunginya setelah menjabat Duta Besar Australia untuk Indonesia.

Ia juga didaulat menjadi dewan penasihat Program Partnership for Australia-Indonesia Research (PAIR) AIC di Unhas pada 25 Mei 2025.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version