ARAB SAUDI, Infomalangraya.com
— Dua pebalap asal Indonesia akan berlaga dalam ajang Reli Dakar 2026. Kedua nama tersebut adalah Julian Johan dan Shammie Zacky Baridwan.
Shammie Zacky Baridwan bukanlah sosok asing di dunia off-road Tanah Air. Sebagai ketua umum Land Rover Club Indonesia, ia aktif mengikuti berbagai kejuaraan reli, baik di tingkat nasional maupun regional Asia. Salah satu tantangan terberat yang pernah ia lalui adalah medan keras dalam ajang Asia Cross Country Rally (AXCR) di Thailand.
“Kalau ditanya alasannya sampai akhirnya tahun ini bisa terwujud, ya saya bisa bilang sudah waktunya tahun ini,” ujar Shammie pada Minggu (4/1/2026).
Bagi Shammie, yang juga berprofesi sebagai pengusaha, tampil di Reli Dakar memang menjadi target pribadi sejak lama. Ia mengakui bahwa perkembangan Reli Dakar yang begitu menantang membuatnya tertarik untuk ikut serta.
“Saya telah memimpikan ini sejak lama, melihat perkembangan Rally Dakar yang begitu menantang, jadi ada ketertarikan tersendiri bagi saya, dan ini sudah waktunya menurut saya,” katanya.
Sebelum menjalani hari pertama Reli Dakar 2026, Shammie lebih dulu mengikuti sesi latihan bersama tim Compagnie Saharienne asal Perancis di Maroko, Afrika Utara. Latihan tersebut dilakukan untuk lebih mengenal karakter mobil yang akan digunakannya, yakni Toyota Bundera.
“Insya Allah kita selalu optimis untuk hasil yang terbaik, karena kita sudah beradaptasi dengan mobil, dan navigator saya Ignas Daunoravicius, sehingga hal ini akan memudahkan saya dalam balapan,” ujar Shammie.
Balapan di gurun Arab Saudi bukan perkara mudah. Kontur pasir yang berat, ditambah bentang alam gurun yang luas, menjadi tantangan tersendiri bagi setiap peserta.
Shammie tetap optimistis dapat menyelesaikan setiap etape dengan baik. Namun, ia memilih untuk memasang target yang realistis.
“Drive to Survive until Finish, berusaha menjaga mobil prima, kemudian menyiapkan kondisi fisik yang prima juga, serta mengendalikan mobil ini dengan treatment yang ekstra hati-hati agar bisa menyelesaikan setiap etape,” katanya.
Persiapan yang Matang
Untuk memastikan kesiapan dirinya, Shammie melakukan berbagai persiapan yang matang. Selain berlatih dengan mobil dan navigator, ia juga fokus pada penjagaan kesehatan fisik.
- Pelatihan intensif dengan tim Compagnie Saharienne di Maroko membantu Shammie memahami karakteristik mobil yang akan digunakan.
- Pemilihan navigator yang tepat, seperti Ignas Daunoravicius, memberikan dukungan penting dalam perjalanan.
- Fokus pada kesehatan fisik dan mental menjadi prioritas utama untuk menghadapi tantangan di gurun.
Tantangan di Gurasn Arab Saudi
Reli Dakar 2026 di Arab Saudi akan menjadi tantangan terbesar bagi para peserta. Medan yang berat, suhu ekstrem, dan jarak tempuh yang panjang menjadi faktor yang harus dihadapi dengan strategi yang tepat.
Shammie menyadari bahwa kesuksesan tidak hanya bergantung pada kecepatan, tetapi juga pada kemampuan untuk bertahan hingga akhir.
- Medan gurun yang sulit membutuhkan adaptasi cepat terhadap kondisi lingkungan.
- Jarak tempuh yang panjang membutuhkan stamina yang prima dan manajemen energi yang baik.
- Tantangan cuaca, termasuk panas ekstrem dan angin kencang, harus dihadapi dengan persiapan yang matang.
Harapan dan Target
Meski menghadapi banyak tantangan, Shammie tetap memiliki harapan besar untuk bisa menyelesaikan Reli Dakar 2026 dengan baik. Ia tidak ingin terburu-buru, tetapi lebih memilih untuk menjaga konsistensi dan keamanan selama balapan.
- Menyelesaikan setiap etape dengan aman menjadi prioritas utama.
- Meningkatkan pengalaman dan pengetahuan tentang medan gurun.
- Membuktikan bahwa pebalap Indonesia mampu bersaing di level internasional.
Dengan persiapan yang matang dan semangat yang kuat, Shammie Zacky Baridwan siap menghadapi Reli Dakar 2026. Di balik itu, ia juga berharap bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia yang tertarik pada olahraga off-road.





