Persiapan Mental Persebaya Surabaya Menghadapi Persijap Jepara
Bernardo Tavares, pelatih Persebaya Surabaya, sedang mempersiapkan mentalitas pemainnya menghadapi laga krusial melawan Persijap Jepara dalam pekan ke-22 Super League 2025/2026. Laga ini dianggap sebagai ujian berat karena kedua tim datang dengan hasil yang mengecewakan dalam pertandingan sebelumnya.
Persebaya Surabaya harus menerima kekalahan dari Bhayangkara FC pada pekan ke-21. Kekalahan itu terjadi di Stadion Gelora Bung Tomo, yang selama ini dikenal sebagai tempat yang sulit untuk lawan. Sementara itu, Persijap Jepara juga baru saja kalah telak 4-0 dari Malut United di Stadion Gelora Kie Raha.
Kondisi tersebut membuat Tavares memperingatkan para pemainnya agar tidak lengah. Ia menyatakan bahwa tim yang baru saja kalah akan memiliki motivasi tinggi untuk bangkit dan memperbaiki performa mereka.
“Jangan lupa, tim yang baru kalah telak akan memotivasi pemainnya 200% untuk bangkit. Mereka pasti akan menganalisis kita. Kita harus punya motivasi yang sama tingginya karena kita juga kalah di kandang,” ujar Tavares.
Laga ini bukan hanya tentang perebutan tiga poin, tetapi juga tentang adu mental, karakter, dan kesiapan untuk bangkit setelah sama-sama terpukul.
Statistik dan Performa Tim
Secara statistik, Persebaya Surabaya memiliki modal yang lebih meyakinkan dibanding Persijap Jepara. Dalam lima pertandingan terakhir, Green Force berhasil mencetak 10 gol, sementara Persijap hanya mengemas tiga gol dalam periode yang sama. Produktivitas ini menjadi indikasi positif bagi lini serang Persebaya.
Namun, Tavares tidak ingin anak asuhnya hanya terpaku pada angka. Ia menyoroti performa tandang Persebaya Surabaya musim ini, yang terlihat lebih stabil. Dari 10 laga tandang, Persebaya Surabaya mencatat empat kemenangan, lima hasil imbang, dan hanya sekali kalah. Mereka mencetak 12 gol dan hanya kebobolan enam kali dengan selisih gol surplus enam serta total 17 poin.
Catatan ini memberikan rasa percaya diri kepada Bonek, suporter Persebaya. Optimisme mereka terlihat dalam berbagai komentar di media sosial, bahkan dengan gaya khas yang penuh guyonan.
- “Lek mode away ditinggal turu karo mangan soto menang dewe.”
- “Ayo comeback o mosok laga kandang kalah, lak tandang menang, ga sakno seng budal ndukung nak gbt ta, ayoo comeback o jollll????”
- “Mode away:????????.”
- “Fix menang vs persijap,soale mode away????????????.”
- “Lawan Persijap jepara harus menang lagi, tembusin kekalahan kemarin lawan Bhayangkara FC.”
Dukungan ini menunjukkan semangat pantang surut meski baru saja kecewa di kandang. Suporter mengharapkan Persebaya bisa bangkit dan membalas kekecewaan.
Sikap Sportif dan Evaluasi
Tavares menunjukkan sikap sportif usai kekalahan dari Bhayangkara FC. Ia tidak mencari kambing hitam, tetapi justru memberi apresiasi kepada lawan.
“Selamat kepada Bhayangkara atas hasil ini. Mereka tidak memiliki banyak peluang, tetapi mampu memaksimalkan momen yang ada. Kami sedikit lengah pada situasi krusial dan itu menjadi pembeda,” ujarnya.
Evaluasi ini menjadi bahan refleksi penting sebelum menghadapi Persijap Jepara. Tavares menilai efektivitas lawan dan kelengahan di momen krusial tidak boleh terulang.
Meski kalah, Tavares tetap melihat karakter kuat dalam timnya. Ia menyoroti respons pemain setelah turun minum yang menunjukkan daya juang tinggi.
“Para pemain sudah berjuang maksimal dan menunjukkan karakter. Dalam sepakbola, situasi seperti ini harus diterima dengan lapang dada,” jelasnya.
Baginya, kekalahan bukan akhir segalanya, melainkan bagian dari dinamika kompetisi. Yang terpenting adalah respons setelah hasil buruk tersebut.
Fokus ke Laga Tandang
Kini, fokus sepenuhnya diarahkan ke laga tandang melawan Persijap Jepara. Tavares ingin kekalahan menjadi bahan bakar motivasi, bukan beban mental yang menghambat langkah.
“Kami harus segera bangkit, melupakan hasil ini, dan mengalihkan fokus untuk meraih kemenangan pada pertandingan berikutnya,” tegasnya.
Duel ini akan menjadi ujian mental sesungguhnya bagi Persebaya Surabaya. Jika benar pede mereka naik 200 persen, maka laga di markas Persijap Jepara bisa menjadi titik balik kebangkitan Green Force di Super League 2025/2026.
