Pemerintah Menjaga Kualitas Pendidikan dengan Fokus pada Pembelajaran Tatap Muka
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menegaskan bahwa pembelajaran tatap muka menjadi prioritas utama pemerintah. Dalam arahan internal kepada jajaran kedeputian kesehatan dan pendidikan Kemenko PMK pada 23 Maret 2026, Pratikno menyampaikan bahwa sektor pendidikan harus berjalan optimal dan sebisa mungkin dilakukan secara luring. Hal ini merujuk langsung pada taklimat Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna pada Jumat, 13 Maret 2026.
Pratikno menjelaskan bahwa Presiden Prabowo menaruh perhatian besar pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama di bidang pendidikan hingga kesehatan. “Bahwa di sektor pendidikan, proses pembelajaran harus semakin optimal dan jangan sampai timbul learning loss,” ujar Pratikno dalam keterangan tertulis yang diterbitkan pada Selasa, 24 Maret 2026.
Apa Itu Learning Loss?
Istilah learning loss merujuk pada hilangnya pengetahuan dan keterampilan, baik itu secara umum atau spesifik, atau terjadinya kemunduran proses akademik karena faktor tertentu. Oleh karenanya, pemerintah mengutamakan proses pembelajaran bagi siswa dilakukan secara luring alias tatap muka.
Pratikno mengakui bahwa memang pernah ada diskusi tentang kemungkinan penggunaan metode hybrid dalam proses pembelajaran siswa. Namun, pembicaraan lintas kementerian menyepakati bahwa saat ini tidak ada urgensi dalam pembelajaran daring bagi siswa. Hal tersebut mengingat pentingnya menjaga kualitas pendidikan.
“Sebagaimana prioritas luar biasa Bapak Presiden kepada sektor pendidikan, mulai dari revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda, maka kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan secara umum,” kata Pratikno.
Langkah Penghematan Energi di Sektor Publik
Sebelumnya dalam sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta, pada 13 Maret 2026, Presiden Prabowo Subianto mendorong langkah penghematan konsumsi bahan bakar minyak. Prabowo juga mempertimbangkan kebijakan work from home alias kerja dari rumah sebagai langkah antisipasi dampak krisis global.
Jajaran Kabinet Merah Putih kemudian menyusun strategi penghematan energi di sektor publik yang mencakup pendidikan, kesehatan, hingga pelayanan umum, sebagai tindak lanjut arahan Presiden itu.
Tidak Ada Rencana Pembelajaran Daring
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, memastikan tidak ada rencana pembelajaran daring bagi siswa sebagai bagian dari kebijakan penghematan energi. Diketahui, pemerintah sedang menyiapkan aturan kerja dari rumah satu hari dalam sepekan bagi aparatur sipil negara (ASN). Kebijakan itu bertujuan menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) imbas perang di wilayah Asia Barat.
Menurut Mu’ti, aturan tersebut tidak diberlakukan untuk sektor pendidikan. “Pembelajaran akan tetap berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Mu’ti ketika dihubungi pada Selasa, 24 Maret 2026.
Ia membenarkan bahwa proses belajar bagi siswa sekolah dasar hingga menengah akan berlangsung secara normal, yakni dengan tatap muka selama lima hari dalam satu pekan. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga kualitas pendidikan meskipun dalam situasi krisis global.





