Pembangunan Koperasi Merah Putih di Sumut Terus Berlanjut
Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Pemprov Sumut, Pratiwi Mulya Ningrum, menyampaikan bahwa pembangunan koperasi merah putih masih terus berlangsung hingga saat ini. Ia menjelaskan bahwa saat ini sudah ada 2.654 titik lahan yang ditetapkan untuk pembangunan fisik koperasi di Sumatera Utara. Dari jumlah tersebut, sebanyak 527 titik sedang dalam proses pembangunan.
Selain itu, Pratiwi juga menyebutkan bahwa saat ini telah selesai dibangun sebanyak 34 unit koperasi merah putih dengan tingkat penyelesaian mencapai 100%. Sampai saat ini, sudah terbentuk sebanyak 6.100 koperasi merah putih di desa/kelurahan di Sumut. Sebanyak 5.830 koperasi aktif terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan (Simkopdes), sementara 1.021 koperasi lainnya aktif mengelola gerai kebutuhan pokok masyarakat.
Fasilitas yang Ditawarkan Koperasi Merah Putih
Koperasi Merah Putih memiliki berbagai fasilitas yang dapat membantu masyarakat, seperti:
- Gerai sembako
- Klinik atau apotek
- Pergudangan
- Kantor pusat administrasi cold storage
- Penyediaan gas
- Simpan pinjam
- Kios pupuk
Pratiwi menegaskan bahwa koperasi ini dirancang untuk mendorong inovasi dan kreativitas dalam membangun bisnis koperasi. Koperasi ini berazaskan kemandirian dan gotong royong, sehingga diharapkan anggota bisa mandiri dalam pengelolaannya tanpa bergantung pada pihak luar.
Tantangan dalam Pengelolaan Koperasi
Meskipun begitu, Pratiwi mengungkapkan bahwa tantangan utama dalam pengelolaan koperasi ini adalah SDM pengurus yang masih belum memiliki mindset bisnis dan cenderung mengharapkan pinjaman dari pihak luar.
Ia berharap masyarakat Sumut bisa lebih mandiri dengan membentuk kekuatan sapu lidi, yaitu dari orang per orang membentuk kekuatan bersama dalam koperasi yang ada di wilayahnya.
Untuk mengatasi masalah ini, Dinas Koperasi dan UKM Sumut telah melaksanakan pelatihan kepada 12.200 pengurus Koperasi Merah Putih di Sumut.
Perkembangan Koperasi di Desa Medan Krio
Salah satu contoh koperasi yang telah beroperasi adalah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Medan Krio, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang. Ketua KDKMP Desa Medan Krio, Ummi Nadra Nasution, menjelaskan bahwa koperasi ini dibentuk sejak Mei 2025 dan telah mengalami perkembangan pesat.
Awalnya, jumlah anggota hanya 20 orang, namun kini berkembang menjadi 130 orang. Bidang usaha juga berkembang dari awalnya hanya pangkalan gas bersubsidi, sekarang meliputi penjualan sembako, pupuk bersubsidi, dan melayani transaksi perbankan real time online yakni Brilink.
Kondisi Finansial dan Tantangan
Modal utama koperasi ini berasal dari simpanan pokok anggota sebesar Rp300 ribu per orang dan simpanan wajib Rp25 ribu per orang. Saat ini, omzet koperasi mencapai sekitar Rp1-3 juta per hari.
Namun, Ummi mengungkapkan bahwa tantangan yang dihadapi selama ini adalah sistem laporan keuangan yang masih manual. Ia berharap dapat dikembangkan dengan aplikasi digital agar masyarakat bisa langsung mengetahui poin yang dimiliki setelah transaksi.
“Laporan keuangan ini tentu sensitif karena berhubungan dengan SHU anggota. Jika ada aplikasi digital, anggota bisa langsung mengetahui berapa SHU-nya,” katanya.
Peran Pemerintah Desa
Kepala Desa Medan Krio, Raja Chairul Azmi, menjelaskan bahwa desa ini memiliki luas sekitar 8 ribu hektare, dengan 300 hektare lahan pertanian dan jumlah penduduk sekitar 17 ribu orang. Usaha penjualan pupuk bersubsidi diyakini akan membantu pengembangan koperasi tersebut.
Lahan koperasi seluas 1.400 meter sedang dibangun dan ditargetkan selesai sebelum Idulfitri 2026. Raja berharap seluruh masyarakat Desa Medan Krio dapat ikut menjadi anggota koperasi.
Perspektif Anggota
Anggota KDKMP Desa Medan Krio, Sri Wahyuni, mengakui bahwa ia percaya menjadi anggota koperasi karena ini merupakan program pemerintah dan merasakan langsung manfaat serta pelayanan yang baik.
“Segala kebutuhan biasanya saya beli di sini karena harga lebih murah. Contohnya gas 3 kg di luar Rp17-18 ribu, di sini Rp16 ribu. Pelayanan juga sangat baik, kalau saya beli gas langsung diantar ke sepeda motor saya,” katanya.





