Pemulangan Jemaah Haji Asal Riau Dimulai dengan Persiapan yang Matang
Setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, jemaah haji asal Provinsi Riau kini bersiap untuk kembali ke tanah air. Proses pemulangan ini dilakukan secara bertahap sesuai kelompok terbang (kloter) masing-masing. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, H. Defizon, S.Kom., M.Si., menjelaskan bahwa pemulangan akan dilakukan dalam dua gelombang.
Gelombang Pertama: Berangkat dari Bandara King Abdul Aziz International Airport (KAIAA)
Gelombang pertama dimulai pada 4 Juni 2026 pukul 02.25 Waktu Arab Saudi. Kloter pertama yang akan kembali ke Tanah Air adalah Kloter BTH 03. Setelah tiba di Bandara Hang Nadim Batam, seluruh jemaah akan melanjutkan perjalanan menuju daerah asal masing-masing sesuai jadwal yang ditetapkan.
Gelombang Kedua: Berangkat dari Bandara Prince Mohammad bin Abdulaziz (AMAA)
Sementara itu, gelombang kedua dijadwalkan berangkat dari Bandara Prince Mohammad bin Abdulaziz (AMAA) Madinah pada 20 Juni 2026 pukul 00.35 Waktu Arab Saudi. Proses pemulangan ini diharapkan dapat berjalan lancar dan aman.
Persiapan Jemaah Sebelum Keberangkatan
Menjelang kepulangan, pihaknya mengingatkan seluruh jemaah agar memperhatikan ketentuan barang bawaan selama penerbangan. Kepatuhan terhadap aturan maskapai dan otoritas bandara sangat penting untuk memastikan proses pemulangan berlangsung lancar, aman, dan tepat waktu.
- Jemaah diimbau tidak memasukkan barang-barang terlarang ke dalam koper bagasi maupun tas kabin.
- Barang yang mudah meledak atau terbakar, benda tajam yang berpotensi melukai, produk hewani (dairy), makanan beraroma tajam, tanaman hidup, serta produk tanaman tidak diperbolehkan dibawa dalam penerbangan.
- Selain itu, jemaah juga diminta untuk tidak membawa air zamzam ke dalam koper bagasi maupun tas kabin.
Aturan tentang Air Zamzam
Menurut Defizon, sesuai ketentuan otoritas bandara Arab Saudi, air zamzam tidak diperbolehkan berada dalam barang bawaan penumpang. Seluruh koper jemaah akan menjalani pemeriksaan ketat menggunakan mesin pemindai atau X-Ray berteknologi tinggi yang mampu mendeteksi keberadaan air zamzam maupun barang terlarang lainnya.
- Apabila ditemukan air zamzam di dalam koper, maka koper tersebut akan dibongkar dan ditahan sehingga berpotensi tidak ikut diterbangkan ke Indonesia bersama pemiliknya.
- Temuan air zamzam dalam koper dapat memperlambat proses pemeriksaan dan menghambat pengiriman bagasi. Karena itu, jamaah diminta tidak mencoba membawa air zamzam dalam koper maupun tas kabin.
Defizon menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan mekanisme distribusi air zamzam secara resmi untuk seluruh jemaah haji Indonesia. Dengan demikian, jemaah tidak perlu membawa sendiri air zamzam dari Arab Saudi.
Perhatian Khusus untuk Jamaah Lansia
Dalam kesempatan yang sama, Defizon juga meminta perhatian khusus terhadap jamaah lanjut usia (lansia) yang akan mengikuti proses pemulangan. Sesuai mekanisme yang diterapkan maskapai, sebagian koper kecil atau tas kabin milik jemaah lansia dapat dikumpulkan petugas untuk dimasukkan ke bagasi pesawat sebelum jemaah memasuki area imigrasi.
- Kebijakan tersebut dilakukan untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan selama proses keberangkatan dari Arab Saudi.
- Karena itu, jemaah lansia dan para pendamping diminta memastikan obat-obatan, dokumen penting, uang, telepon genggam, serta barang berharga lainnya disimpan di dalam tas paspor yang tetap dibawa selama perjalanan.
-
Sementara itu, koper kecil yang dibawa jamaah tetap harus memenuhi ketentuan berat maksimal 7 kilogram.
-
Kami menghimbau para pendamping dan ketua rombongan untuk membantu mengingatkan jamaah lansia agar barang-barang penting tidak tertinggal di dalam koper kecil yang kemungkinan akan dimasukkan ke bagasi pesawat. Dengan persiapan yang baik, proses pemulangan jemaah, khususnya lansia, dapat berjalan lebih aman dan nyaman.
Harapan dan Doa
Defizon berharap seluruh proses pemulangan jemaah haji asal Riau dapat berjalan lancar tanpa kendala. Ia juga mendoakan seluruh jemaah senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan hingga kembali berkumpul bersama keluarga di kampung halaman.
- Perjalanan ibadah boleh berakhir, namun semangat menjadi hamba yang lebih baik harus terus berlanjut.





