Pengakuan Denada Tak Bisa Mengubah Hubungan dengan Ressa Rizky
Pengakuan Denada terhadap Ressa Rizky Rossano, yang diungkapkan melalui media sosial, ternyata tidak cukup untuk membangun hubungan yang lebih baik antara ibu dan anak. Meski telah mengakui bahwa Ressa adalah putranya, ia masih merasa bahwa komunikasi yang intens belum terjalin.
Ressa Rizky Rossano, seorang pemuda berusia 24 tahun, menyampaikan bahwa permintaan maaf Denada lewat media sosial belum mampu menyentuh hatinya. Ia menilai bahwa pernyataan tersebut hanya sekadar formalitas tanpa adanya tindakan nyata. Menurutnya, kejujuran dan kesungguhan harus dibuktikan melalui pertemuan langsung, bukan hanya lewat unggahan di media digital.
Perubahan di Media Sosial Tidak Berdampak Langsung
Denada, yang dikenal sebagai penyanyi dangdut, telah membuat beberapa perubahan di akun Instagram pribadinya setelah pengakuan tersebut. Ia menambahkan inisial nama anak-anaknya ke dalam bio profil, termasuk inisial RR (Ressa Rossano). Hal ini dilakukan sebagai bentuk pengakuan secara terbuka. Namun, bagi Ressa, perubahan tersebut tidak memberikan dampak langsung pada hubungan mereka.
Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini, tidak ada komunikasi langsung antara keduanya. Baik melalui pesan singkat maupun sambungan telepon, hubungan itu masih belum terjalin. “Belum, enggak ada,” ujar Ressa secara jelas.
Permintaan Maaf yang Dinilai Masih Hambar
Respons Ressa terhadap video permintaan maaf Denada juga cukup menohok. Ia merasa bahwa kata-kata maaf yang disampaikan oleh ibunya masih terasa hambar. Baginya, permohonan maaf yang tulus harus diiringi dengan tindakan nyata, seperti bertemu secara langsung.
“Ya… ya maaf ya. Ya intinya belum aja kena ke hati,” ucap Ressa. Ia menegaskan bahwa permintaan maaf melalui layar ponsel tidak bisa menyampaikan perasaan sepenuhnya. Ada jarak yang masih terasa karena komunikasi hanya bersifat searah.
Menagih Pertemuan Langsung
Ressa secara tegas meminta agar Denada dapat menemuinya secara langsung. Ia menekankan bahwa hubungan yang baik harus dibangun melalui interaksi fisik, bukan hanya melalui media digital. “Ressa pengin ditemuin. Seneng pasti seneng. Tapi juga menjalin hubungan lah yang baik,” ungkap Ressa.
Bagi Ressa, satu-satunya cara agar permintaan maaf itu benar-benar menyentuh hati adalah dengan duduk bersama secara kekeluargaan. “Ya bertemulah. Bertemu,” ucapnya.
Kondisi Hubungan yang Masih Tertunda
Meskipun Denada telah mengakui bahwa Ressa adalah putranya, kondisi hubungan mereka masih terasa jauh dari keharmonisan. Ressa menginginkan lebih dari sekadar pengakuan di media sosial. Ia berharap ada tindakan nyata yang menunjukkan niat baik dari Denada.
Dalam wawancaranya, Ressa menyampaikan bahwa ia ingin membangun hubungan keluarga yang nyata. Ia merasa bahwa kehadiran Denada dalam hidupnya selama ini sangat minim, dan hal itu membuatnya merasa kesepian. Ia berharap bisa memiliki momen kebersamaan yang bermakna dengan ibunya.
Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Ressa juga menyampaikan harapan bahwa masa depan mereka bisa lebih baik. Ia berharap bisa membangun hubungan yang lebih dekat dan saling memahami. Meskipun ada rasa sakit dan kekecewaan di masa lalu, ia tetap berharap bisa melupakan masa lalu dan fokus pada masa depan.
Ia mengingatkan bahwa pengakuan Denada tidak boleh berhenti di media sosial saja. Jika tidak ada tindakan nyata, maka semua yang diucapkan akan terasa kosong. Ressa berharap bisa mendapatkan kehadiran yang nyata dari ibunya, bukan hanya sekadar kata-kata.





