BATU, Infomalangraya.net
Wisata petik stroberi kini menjadi salah satu pilihan favorit wisatawan untuk menghabiskan waktu liburan di Kota Batu, Jawa Timur. Mengusung konsep wisata alam yang dipadukan dengan pengalaman memetik buah segar secara langsung, wisata ini dinilai memberikan sensasi berbeda sekaligus edukatif bagi para pengunjung, baik anak-anak maupun orang dewasa.
Salah satu destinasi yang mengalami peningkatan kunjungan signifikan adalah wisata petik stroberi Bonkopi yang berada di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Pemilik Petik Stroberi Bonkopi, Suli, mengungkapkan bahwa jumlah wisatawan meningkat tajam saat momen libur panjang Isra Miraj dibandingkan hari biasa.
“Alhamdulillah kunjungan saat libur panjang ini meningkat. Kalau hari biasa sekitar 50 orang per hari, kalau masa liburan seperti sekarang bisa sampai 200 orang yang datang ke kebun kami,” kata Suli, Minggu (18/1/2026).
Untuk menikmati wisata petik stroberi, pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp 25.000 per orang. Dengan tiket tersebut, wisatawan bebas berswafoto tanpa estimasi waktu, pengunjung juga diperbolehkan memakan stroberi langsung di kebun sebanyak lima buah.
“Pengunjung juga bisa membawa pulang buahnya untuk oleh-oleh. Buah bisa ditimbang di kasir dengan harga Rp 10.000 per ons-nya,” jelas Suli.
Tak hanya menawarkan pengalaman memetik buah secara langsung, Bonkopi juga menyediakan berbagai produk olahan. Mulai dari jus stroberi segar yang dibuat dari buah hasil petikan langsung, hingga stand UMKM yang menjual aneka produk olahan lokal.
“Kami juga menjual jus stroberi yang dipetik langsung dari kebun. Tentu rasanya masih fresh, karena buahnya langsung dipetik dari kebun. Kami juga jual aneka keripik, cuka, sampai kremes apel yang lagi viral. Itu hasil karya ibu-ibu UMKM di sini,” katanya.
Menariknya, pengunjung wisata petik stroberi Bonkopi tidak hanya berasal dari wilayah Malang Raya. Destinasi wisata alam ini juga diminati wisatawan dari berbagai daerah, bahkan hingga mancanegara.
“Baru saja ada rombongan dari Tarakan, Kalimantan Utara. Langganan juga ada dari Surabaya, Sidoarjo, Jakarta, Bandung. Bahkan kemarin sempat ada artis Ussy dan Andika Pratama,” ungkap Suli.
Sebagian besar pengunjung yang datang adalah rombongan, terutama untuk wisata edukasi. Selain itu, wisatawan asing dari kawasan Asia seperti Malaysia dan Singapura juga cukup sering berkunjung.
“Kalau wisatawan dari Eropa jarang, karena kualitas buah di sana memang berbeda. Tapi dari Asia cukup sering,” jelasnya.
Bonkopi juga menjalin kerja sama dengan pelaku wisata lain di Kota Batu, seperti penyedia jip dan ATV untuk berkeliling area perkebunan. Wisatawan juga dapat melanjutkan pengalaman dengan wisata petik apel atau petik jeruk di kebun mitra.
“Kami saling support. Kalau setelah petik stroberi tamu ingin petik apel, kami arahkan ke kebun teman. Tujuannya sama-sama mengembangkan wisata edukasi di Kota Batu,” tutur Suli.
Sementara itu, salah satu pengunjung Bonkopi, Rika Lukita Sari, wisatawan asal Jombang, mengaku menikmati pengalaman wisata petik stroberi bersama keluarganya.
“Wisata petik stroberi ini cukup menyenangkan menurut saya. Kita bebas memetik buah sendiri dari pohonnya, jadi pengalaman yang menarik bagi keluarga,” ujar Rika.
Menurut Rika, wisata ini tidak hanya memberikan hiburan bernilai edukasi bagi anak-anak, tetapi juga menjadi sarana relaksasi bagi orangtua di tengah padatnya aktivitas. Selain itu, biaya yang ditawarkan juga tergolong terjangkau.
“Selain untuk edukasi bagi anak-anak, juga cukup menghibur untuk ibu-ibu yang suka tanaman seperti saya. Apalagi tiketnya juga tidak bikin kantong boncos,” pungkas Rika.





