Persebaya Surabaya Resmi Merekrut Ricky Pratama
Persebaya Surabaya resmi menambah kekuatan di sektor sayap dengan mendatangkan Ricky Pratama. Pemain berusia 23 tahun asal Sidoarjo ini mengaku memilih bergabung dengan klub kota kelahirannya karena ingin bekerja sama kembali dengan pelatih Bernardo Tavares.
Ricky Pratama adalah pemain yang dikenal memiliki kecepatan dan fleksibilitas posisi. Kehadirannya diharapkan dapat memberikan warna baru dalam skema permainan yang diterapkan oleh pelatih asal Portugal tersebut.
Alasan Ricky Memilih Persebaya Surabaya
Salah satu faktor utama yang membuat Ricky memilih Persebaya Surabaya adalah kehadiran Bernardo Tavares sebagai pelatih. Menurut Ricky, pelatih tersebut telah memberinya kesempatan untuk tampil di level senior saat masih bersama PSM Makassar.
“Coach Bernardo Tavares juga menjadi salah satu faktor penting dalam keputusan saya. Beliau adalah pelatih yang pertama kali memberi kesempatan kepada saya untuk bermain di level senior,” ujar Ricky.
Hubungan antara Ricky dan Tavares sudah terjalin cukup lama sejak bekerja sama di PSM Makassar. Kedekatan itu membuat Ricky memahami tuntutan permainan yang diinginkan sang pelatih.
Tidak hanya memberi kesempatan bermain, Tavares juga dianggap sebagai figur yang membantu perkembangan kualitasnya sebagai pesepak bola profesional. Kepercayaan yang diberikan menjadi modal penting hingga dirinya mampu menembus level tim nasional.
“Saya banyak berkembang di bawah arahan beliau, mulai dari proses menembus tim utama hingga akhirnya bisa menjadi pemain tim nasional,” lanjut Ricky.
Jejak Karier Ricky Pratama
Meski masih berusia 23 tahun, Ricky Pratama sudah memiliki pengalaman yang cukup banyak di level profesional. Berdasarkan data Transfermarkt, Ricky telah mencatatkan 79 penampilan di kompetisi liga nasional. Dari jumlah tersebut, ia membukukan satu gol dan delapan assist dengan total 2.787 menit bermain.
Pada musim 2024/2025, Ricky tampil dalam 32 pertandingan Super League dan menyumbang empat assist. Musim tersebut menjadi periode dengan menit bermain terbanyak dalam karier profesionalnya, yakni mencapai 1.324 menit.
Sementara pada musim lalu, ia mencatatkan 12 penampilan dengan torehan satu assist dari 461 menit bermain. Meski kesempatan bermain menurun, Persebaya Surabaya tetap melihat potensi besar yang dimiliki pemain kelahiran Sidoarjo tersebut.
Pengalamannya juga tidak hanya terbatas di level klub. Ricky pernah tampil di berbagai kelompok usia Timnas Indonesia, mulai dari U-19 hingga U-23. Data menunjukkan Ricky melakoni debut bersama Timnas Indonesia U-23 pada 3 September 2025 dan mengoleksi empat penampilan. Ia juga sempat bermain satu kali bersama Timnas Indonesia U-22 serta pernah memperkuat Timnas Indonesia U-19.
Pengakuan Bernardo Tavares tentang Ricky Pratama
Bernardo Tavares mengaku tidak asing dengan kemampuan Ricky Pratama. Pengalaman bekerja bersama sebelumnya membuat sang pelatih mengetahui karakter permainan yang dimiliki pemain tersebut.
Menurut Tavares, salah satu keunggulan Ricky adalah kemampuannya bermain di beberapa posisi berbeda di lini depan. Fleksibilitas itu menjadi nilai tambah penting dalam membangun kedalaman skuad Persebaya Surabaya.
“Ricky merupakan pemain asal Surabaya yang memiliki kemampuan bermain di beberapa posisi. Saya pernah bekerja sama dengannya sebelumnya dan mengetahui kualitas yang dimilikinya,” ujar Coach Tavares.
Kemampuan bermain di berbagai posisi memungkinkan Ricky digunakan sebagai winger kanan, winger kiri, maupun pemain pendukung penyerang. Opsi semacam itu sangat dibutuhkan dalam kompetisi panjang yang menuntut rotasi pemain.
Selain memiliki kecepatan, Ricky juga sudah memiliki pengalaman tampil di kompetisi internasional. Ia mencatatkan 12 penampilan di ajang regional dan Asia, termasuk AFC Cup dan ASEAN Club Championship. Dari 12 laga internasional tersebut, Ricky menyumbangkan satu assist dan mengumpulkan total 330 menit bermain. Pengalaman itu menjadi bekal berharga saat menghadapi tekanan di klub sebesar Persebaya Surabaya.
Tantangan Besar untuk Bangkit di Kota Kelahiran
Meski mendapat kepercayaan besar dari klub dan pelatih, Bernardo Tavares menegaskan semua kesempatan harus dibayar dengan kerja keras. Pelatih berusia 46 tahun itu berharap Ricky mampu menjadikan Persebaya Surabaya sebagai tempat untuk mengembalikan performa terbaiknya setelah musim lalu belum berjalan sesuai harapan.
“Sekarang semuanya kembali kepada Ricky. Dia harus bekerja keras untuk membuktikan bahwa dirinya mampu kembali ke level performa terbaik dan membantu Persebaya mencapai target yang diinginkan,” tegas Coach Tavares.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal persaingan di skuad Green Force akan berlangsung ketat. Status pemain baru tidak otomatis menjamin tempat utama dalam tim.
Ricky pun menyadari tantangan tersebut. Bermain untuk klub kota kelahirannya justru menjadi motivasi tambahan untuk menunjukkan kemampuan terbaik di hadapan pendukung sendiri.
“Target pribadi saya di musim baru nanti adalah mendapatkan lebih banyak menit bermain, berkontribusi maksimal untuk Persebaya, dan memperbaiki performa yang musim lalu belum sesuai dengan harapan saya. Saya ingin menunjukkan bahwa saya bisa memberikan dampak positif bagi tim,” tandasnya.
Dengan usia yang masih 23 tahun, pengalaman di level tim nasional, serta kedekatan dengan Bernardo Tavares, Ricky Pratama memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pemain yang berkembang pesat bersama Persebaya Surabaya. Kini, tantangan sesungguhnya adalah membuktikan kualitas tersebut di lapangan dan membantu Green Force mencapai target tinggi pada musim mendatang.





