Wuling Eksion, SUV Elektrifikasi Terbaru yang Membawa Inovasi Baru
Wuling Motors baru saja memperkenalkan SUV elektrifikasi terbarunya, Wuling Eksion, melalui acara “Exclusive Media Impression”. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah perwakilan media, termasuk Infomalangraya.net.co.id, yang berlangsung di Topgolf Fatmawati pada Jumat (17/4/2026). Acara ini bertujuan untuk memberikan kesempatan langsung kepada awak media untuk menjajal kendaraan tersebut sebelum resmi dipasarkan.
Dalam kegiatan yang dibagi menjadi beberapa sesi, para peserta diberi kesempatan untuk mencoba berkendara dan merasakan fitur-fitur unggulan dari Wuling Eksion. Pengalaman ini menjadi ajang perkenalan awal bagi model yang akan segera hadir di pasar Indonesia.
Product Planning Wuling Motors, Aji Ibrahim, menjelaskan bahwa Eksion adalah SUV 7-penumpang pertama di Indonesia yang tersedia dalam dua pilihan teknologi, yaitu Electric Vehicle (EV) dan Plug-in Hybrid (PHV). Ia menambahkan bahwa model ini dirancang untuk memberikan keseimbangan antara performa, efisiensi, dan kenyamanan.
Secara dimensi, Eksion memiliki bodi tiga baris dengan ukuran panjang 4.745 mm, lebar 1.850 mm, dan tinggi 1.755 mm. Jarak sumbu roda mencapai 2.810 mm, sehingga membuat kabin cukup lega di setiap baris.

Wuling Eksion EV (kiri) dan Wuling Eksion PHV. – (Infomalangraya.net/Israr Itah)
Karena waktu yang terbatas akibat shalat Jumat, saya hanya mengikuti satu sesi sebagai pengemudi. Akibatnya, saya tidak sempat merasakan posisi kursi belakang. Sebagai pengemudi sedan, saya awalnya agak kagok dengan posisi mengemudi dan visibilitas mobil. Namun hal ini hanya berlangsung sebentar, hingga kami masuk ke sesi percobaan parkir menggunakan kamera 360 derajat.
Eksion dilengkapi kamera di setiap sisi yang sangat presisi. Kamera 360 derajat ini bahkan dikategorikan sebagai 540-degree camera karena dari bird eye view, saya bisa melihat jelas permukaan di bawah sasis mobil. Mobil terasa seperti transparan jika dilihat dari atas. Fitur ini memudahkan untuk melakukan zigzag di area sempit yang dibatasi cone. Dengan ban bervelg 18 inci, tidak ada cone yang tersentuh mobil ini karena saya mengandalkan tangkapan kamera 360-nya.
Selain itu, suspensi depan MacPherson dan belakang multi-link independen membuat manuver zigzag dilewati dengan mudah. Konfigurasi ini menjaga stabilitas saat berkendara.
Wuling Eksion
Sebagai model EV, akselerasi tidak menjadi masalah untuk mobil medium SUV ini. Saya juga mencoba fitur hill start assist yang bekerja sempurna saat menanjak atau turun. Dari sisi desain, Eksion tampil dengan karakter SUV yang tegas. Perbedaan varian EV dan PHEV terlihat jelas pada sisi depan. Model PHV dilengkapi honeycomb grille untuk jalur angin, sedangkan model EV tidak menggunakan grille. Lampu depan dan belakang mengusung desain X-shaped.
Masuk ke kabin, kedua model hampir tak banyak berbeda secara kasat mata. Nuansa walnut brown dan carbon black memberi kesan modern. Kursi depan sudah dilengkapi ventilasi dan pengaturan elektrik. Tersedia pula panoramic sunroof untuk menambah kesan lapang.
Pada dashboard, terdapat layar kontrol 12,8 inci dan panel informasi 8,8 inci. Setir dibalut kulit dan dilengkapi tombol multifungsi. Material soft touch memperkuat kesan premium.
Fleksibilitas menjadi salah satu keunggulan Eksion. Kursi baris kedua dan ketiga dapat dilipat rata. Kapasitas bagasi mencapai 1.788 liter. Fitur electric power tailgate juga disematkan.
Untuk performa, varian plug-in hybrid menggabungkan mesin 1.5 liter dengan motor listrik. Tenaga mesin mencapai 105 hp dengan torsi 130 Nm. Motor listrik menghasilkan 195 hp dan torsi 230 Nm. Baterai 20,5 kWh memungkinkan jarak tempuh gabungan lebih dari 1.000 km.

Wuling Eksion – (Infomalangraya.net/Israr Itah)
Dengan spesifikasi tersebut, Eksion menjadi salah satu opsi baru di segmen SUV elektrifikasi. Wuling pun mulai membuka jalan untuk persaingan yang semakin ketat di pasar kendaraan ramah lingkungan.





