Perbedaan Gaya Wali Kota Madiun Maidi dan Bupati Pati Sudewo Saat Digelandang ke KPK
Kasus korupsi yang menimpa dua tokoh penting di Jawa Timur, yaitu Wali Kota Madiun Maidi dan Bupati Pati Sudewo, kini menjadi sorotan utama. Keduanya terjaring dalam operasi senyap yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selain kasus hukum yang mereka hadapi, penampilan keduanya saat digelandang ke KPK juga menarik perhatian publik.
Penampilan Bupati Pati Sudewo yang Santai
Bupati Pati, Sudewo, tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa siang (20/1/2026). Ia diterbangkan ke Jakarta setelah menjalani pemeriksaan intensif di Polres Kudus, Jawa Tengah pada Senin malam (19/1/2026). Saat turun dari mobil kijang Innova, Sudewo hanya mengenakan sandal, celana jeans biru dongker, kaos polo putih ditutup jaket bomber hitam, dengan tangan kiri memegang topi hitam bermerek Alo.
Saat digelandang masuk menuju lobi KPK hingga naik ke lantai 2, Sudewo tidak berujar sepatah kata pun. Sesekali ia hanya memperlihatkan gestur tangan namaste. Penampilannya yang santai dan tidak banyak bicara membuatnya menjadi pusat perhatian.
Wali Kota Madiun Maidi yang Tenang dan Berpakaian Serba Biru
Wali Kota Madiun, Maidi, akhirnya tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, pada Senin (19/1/2026) malam. Ia digelandang ke markas lembaga antirasuah tersebut usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di Jawa Timur.
Meski tengah menghadapi proses hukum terkait dugaan korupsi, Maidi tetap menunjukkan sikap tenang. Bahkan, ia sempat melontarkan pernyataan mengenai dedikasinya terhadap Kota Madiun saat dicecar pertanyaan oleh awak media di lobi gedung KPK.
“Saya tidak pernah lelah membangun Kota Madiun. Kalau ada kekurangan, doakan saja,” ucap Maidi singkat sebelum memasuki gedung KPK.

Penampilan Maidi terlihat mencolok dengan setelan serba biru dan hitam. Ia mengenakan jaket biru, topi biru, serta celana bahan hitam. Tangan kanannya menenteng sebuah tas besar berwarna biru, sementara tangan kirinya memegang pouch.
Wali Kota Madiun Lempar Senyum
Selama digiring masuk oleh aparat kepolisian, Maidi terpantau beberapa kali melemparkan senyum ke arah wartawan. Ia tidak sendirian. Bersamanya, turut digiring masuk melalui pintu depan gedung KPK adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Madiun, Thariq Megah, serta seorang rekanan yang disebut sebagai orang kepercayaan wali kota.
Sementara itu, enam orang lainnya yang juga dibawa dari Madiun dimasukkan ke gedung KPK melalui pintu belakang.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa total ada 9 orang yang dibawa ke Jakarta malam ini dari 15 orang yang diamankan dalam operasi senyap tersebut.
“Selanjutnya 9 orang di antaranya dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Salah satunya Wali Kota Madiun,” kata Budi.

Proses Hukum yang Sedang Berlangsung
Kini, baik Maidi maupun Sudewo sudah berada di KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif yang menentukan status hukum mereka. Sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan, apakah akan ditingkatkan statusnya menjadi tersangka atau tidak.
Operasi senyap yang dilakukan KPK kali ini menunjukkan komitmen lembaga antirasuah dalam memberantas praktik korupsi di berbagai level pemerintahan. Kedua kepala daerah ini kini harus menghadapi konsekuensi dari tindakan yang mereka ambil.





