Berita Terpopuler di Kalimungan Timur
Setahun Pimpin Kaltim, Rudy–Seno Dapat Rapor Kuning dari Pokja 30
Satu tahun kepemimpinan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Masud dan Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mendapatkan perhatian khusus dari berbagai kalangan. Koordinator Kelompok Kerja atau Pokja 30, Buyung Marajo memberikan penilaian terkait kinerja pasangan ini dengan memberikan rapor kuning yang penuh dengan catatan evaluasi.
Fokus utama dalam penilaian ini adalah pelayanan dasar masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Buyung menegaskan bahwa fokus seharusnya tetap pada pelayanan dasar masyarakat. Persoalan anggaran hingga kebijakan publik menjadi poin penting dalam penilaian tersebut.
Salah satu yang paling disorot adalah program unggulan Gratispol pendidikan yang alih-alih menjadi solusi, dinilai masih menyisakan luka bagi sebagian peserta didik. Buyung membeberkan adanya persoalan serius dalam implementasi di lapangan, terutama terkait hak peserta didik yang mendadak hilang.
Di tengah isu efisiensi dan pengurangan transfer keuangan ke daerah, Buyung meminta Pemprov Kaltim melakukan ‘diet’ anggaran besar-besaran. Ia menyentil kebiasaan birokrasi yang masih gemar melakukan perjalanan dinas dan rapat-rapat yang tidak mendesak. Pemerintah diminta menahan diri dari kegiatan ‘hura-hura’ yang tidak berdampak langsung ke rakyat.
Selain itu, Buyung juga menuntut dihentikannya perjalanan ke luar negeri dan bagi–bagi fasilitas mewah ke kepala daerah beserta jajarannya. Menurutnya, di tengah keterbatasan fiskal, empati kepada rakyat harus ditunjukkan dengan tindakan nyata, bukan fasilitas mewah.
Catatan dari Pokja 30 ini menjadi sinyal kuning bagi kepemimpinan Rudy–Seno agar arah kebijakan di tahun-tahun mendatang lebih berpihak pada kepentingan masyarakat luas di Kalimantan Timur.
Lowongan RDMP Ditunggu, Disnaker Minta Warga Balikpapan Diutamakan
Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Balikpapan menegaskan harapannya agar putra-putri daerah diutamakan dalam rekrutmen proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina. Hingga kini, informasi terkait pembukaan lowongan pascaperesmian proyek tersebut masih dinanti.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnaker Balikpapan, Adamin Siregar, mengatakan komunikasi dan koordinasi dengan PT Pertamina (Persero) terus berjalan, khususnya terkait peluang kerja dan peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal. “Kami juga meminta agar Pertamina dapat melaksanakan pelatihan dan pemagangan bagi warga Kota Balikpapan,” ujarnya.
Terkait rekrutmen pascaperesmian proyek RDMP, Disnaker Balikpapan mengaku belum menerima informasi terbaru mengenai jumlah tenaga kerja yang telah direkrut. Meski demikian, pihaknya berharap tahun ini akan ada pembukaan rekrutmen baru.
Ia menjelaskan, untuk persiapan operasional kilang, program pendidikan dan pelatihan sebenarnya telah dilakukan sejak awal. Program tersebut menyasar putra-putri Kalimantan Timur sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) lokal.
Terkait kuota rekrutmen, Disnaker Balikpapan tidak menerima penyampaian angka pasti dari perusahaan. Namun, pihaknya telah mengusulkan agar warga Balikpapan mendapat prioritas, mengingat lokasi pengolahan berada di kota tersebut.
Adamin menambahkan, kegiatan usaha Pertamina tidak hanya mencakup sektor pengolahan, tetapi juga sektor hulu hingga niaga. Karena itu, ia berharap putra-putri Kalimantan Timur secara umum tetap menjadi prioritas dalam berbagai lini usaha tersebut.
Jelang Ramadan 2026, Pemkot Samarinda Gelar Pasar Murah di Pasar Merdeka
Menjelang Ramadan 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menggelar Gerakan Pasar Murah (GPM) di halaman parkir Pasar Merdeka, Sungai Pinang, Rabu (18/2/2026) pagi. Langkah ini menjadi strategi konkret pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat di tengah potensi kenaikan harga bahan pokok.
Sejak pagi hari, warga mulai memadati lokasi untuk mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar umum. Antusiasme terlihat dari antrean pembeli yang berburu komoditas seperti telur, cabai, daging sapi, bawang merah dan putih, hingga aneka ikan segar.
Kegiatan ini merupakan hasil sinergi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sebagai bentuk operasi pasar terpadu yang menyasar langsung kebutuhan masyarakat. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Samarinda, Muhammad Darham, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan instruksi langsung untuk melakukan operasi pasar secara terpadu.
Hari ini ada tiga dinas yang berkolaborasi: Dinas Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta Dinas Perikanan. Kami mencoba menormalisasi harga di pasar. Kolaborasi tersebut dinilai penting karena menjelang Ramadhan, permintaan terhadap bahan pokok cenderung meningkat.
Secara teori ekonomi, kenaikan permintaan tanpa diimbangi suplai yang memadai berpotensi mendorong harga naik. Darham bilang komoditas yang dijual dalam Gerakan Pangan Murah kali ini memiliki selisih harga yang cukup signifikan, yakni sekitar 10 persen lebih murah dibandingkan harga rata-rata di pasar umum.
Hal ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Beberapa komoditas yang tersedia dalam Gerakan Pangan Murah antara lain telur ayam, cabai, daging sapi, bawang merah dan putih, ikan layang, ikan selar, ikan lele, udang, serta sayur-sayuran segar.
Harga yang lebih rendah diharapkan mampu menjadi penyeimbang pasar dan mencegah lonjakan harga yang terlalu tinggi. Pemkot Samarinda menyadari bahwa momentum Ramadhan seringkali menjadi periode rawan inflasi, terutama pada sektor bahan pangan. Oleh sebab itu, intervensi pasar melalui Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu instrumen pengendalian harga yang efektif dan cepat.





