Pertemuan kembali antara Real Madrid dengan Benfica menjadi fokus utama di babak play-off Liga Champions. Hasil undian yang dilakukan pada Jumat (30/1/2026) mempertemukan kedua tim dalam perjalanan untuk meraih tiket ke babak 16 besar Liga Champions.

Luka dari kekalahan yang terjadi di markas Benfica masih terasa bagi Real Madrid. Pada pertandingan terakhir di fase grup, Los Blancos kalah dengan skor 2-4 saat menghadapi tim asuhan Jose Mourinho di Estadio da Luz, Lisabon. Kekalahan ini menyebabkan Madrid gagal mengamankan tiket langsung ke babak 16 besar yang hanya diperuntukkan bagi tim peringkat 1 hingga 8.

Anak-anak asuh Alvaro Arbeloa terjatuh ke luar zona delapan besar. Mereka hanya finis satu tingkat dan satu angka di bawah target yang ditetapkan. Sebagai legenda Real Madrid yang sekarang menjabat sebagai kepala humas di klub, Emilio Butragueno berharap tidak ada petir yang menyambar dua kali.

El Real yakin bahwa pertemuan nanti akan berbeda karena berbeda dari fase liga. Laga play-off nanti digelar dalam dua pertemuan. Berposisi sebagai tim unggulan, Madrid akan bertandang ke markas Benfica lebih dulu, Selasa (17/2/2026). Bernabeu kemudian akan menyambut kembalinya eks pelatih mereka, Jose Mourinho, bersama Pasukan Elang di leg kedua, Rabu (25/2/2026).

Kylian Mbappe cs dipercaya bisa menampilkan permainan yang trengginas di bawah dukungan publik sendiri saat bermain di Santiago Bernabeu.

“Kami akan kembali ke Lisabon. Lucunya, kami belum pernah bertanding melawan Benfica selama 60 tahun, dan sekarang menghadapi mereka tiga kali dalam sebulan,” kata Butragueno.

“Kami perlu mendapatkan hasil yang baik. Beberapa hari yang lalu mereka bermain sangat baik dan menunjukkan kekuatannya.”

“Hal itu harus membantu kami mempersiapkan diri dengan baik untuk leg pertama.”

“Tim perlu mendapatkan hasil yang baik, dan dengan dukungan Bernabeu, (kami akan) lolos ke babak 16 besar,” tutur mantan bomber tajam beralias Si Burung Nasar.

Butragueno, striker Madrid era 1980 dan 1990-an, berharap jeda yang tersedia sebelum bertandang ke Lisabon cukup untuk memulihkan para pemain cedera. Di Benfica kemarin, masih banyak pemain utama Los Blancos yang absen sehingga mereka tak bisa menurunkan kekuatan penuh.

“Kami harus mendekati pertandingan dengan mentalitas untuk mencoba memenangkannya,” lanjut Butragueno, dikutip Infomalangraya.net dari A Bola.

“Kami adalah tim yang selalu bermain untuk menang. Tim memiliki keuntungan leg kedua di stadion kami.”

“Akan tetapi, kami harus mengirim pesan di pertandingan pertama dan menunjukkan bahwa tim ini datang untuk menang.”

“Kami memiliki para pemain serang yang bisa menentukan pertandingan kapan saja dan harus memanfaatkan itu.”

“Tim harus solid secara defensif, tetapi kita juga tahu bahwa sebagian kekuatan kami berasal dari serangan dan kami harus memanfaatkan sepenuhnya,” pungkasnya.

Musim lalu Real Madrid juga harus memulai fase gugur Liga Champions dari babak play-off karena gagal finis 8 besar. Mereka menyingkirkan Man City untuk menyabet tiket babak 16 besar, sebelum langkahnya dihentikan Arsenal pada perempat final.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version