Renungan Katolik: Memilih Harta yang Tidak Pernah Hilang
Hari Minggu Biasa XVII, yang juga dirayakan sebagai Hari Orangtua, Kakek dan Nenek Sedunia, memiliki tema renungan katolik “memilih harta yang tidak pernah hilang”. Renungan ini disiapkan untuk memperingati momen penting dalam liturgi gereja dengan warna liturgi hijau. Berikut adalah renungan lengkap yang diambil dari bacaan-bacaan suci.
Bacaan Hari Minggu
Bacaan Pertama (1Raj 3:5,7-12)
Dalam kitab pertama Raja-Raja, kita membaca kisah Raja Salomo yang diberi kesempatan oleh Tuhan untuk meminta apa pun yang ia inginkan. Ia memilih hikmat daripada kekayaan atau umur panjang. Tuhan menghargai kerendahan hatinya dan memberikan hikmat serta pengertian yang luar biasa. Ini menjadi contoh bagaimana memilih hikmat dan kebijaksanaan bisa menjadi harta terbesar dalam hidup.
Mazmur Tanggapan (Mzm. 119:57,72,76-77,127-128,129-130)
Mazmur ini menunjukkan betapa pentingnya firman Tuhan dalam kehidupan seseorang. Mazmur ini mengingatkan kita bahwa Taurat Tuhan lebih berharga daripada emas dan perak. Dengan menjaga firman-Nya, kita akan mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan yang sejati.
Bacaan Kedua (Rm. 8:28-30)
Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Roma mengingatkan kita bahwa Allah bekerja dalam segala sesuatu untuk mendaftarkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi-Nya. Ini menegaskan bahwa Tuhan selalu hadir dalam setiap kejadian, baik dalam kesenangan maupun kesulitan.
Injil (Matius 13:44-52)
Yesus menyampaikan perumpamaan tentang Kerajaan Sorga yang seperti harta terpendam di ladang dan mutiara yang sangat berharga. Orang yang menemukan harta itu rela menjual segala miliknya untuk memperolehnya. Ini menjadi metafora bahwa Kerajaan Allah adalah harta yang paling berharga.
Kisah Nyata
Beberapa tahun lalu, seorang pemuda Indonesia yang sukses bekerja di perusahaan besar membuat keputusan yang mengejutkan. Ia meninggalkan pekerjaannya untuk mengabdikan diri sebagai guru di daerah terpencil. Banyak orang bertanya mengapa ia meninggalkan kehidupan nyaman. Ia menjawab bahwa ia telah menemukan sesuatu yang lebih berharga: arti hidup bagi banyak orang. Bagi dunia, ia dianggap rugi, namun baginya, ia menemukan “harta terpendam” yang tidak bisa dibeli dengan uang.
Renungan
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, di zaman sekarang, ukuran keberhasilan sering kali ditentukan oleh harta, jabatan, popularitas, dan pengaruh. Namun, Yesus mengajarkan bahwa Kerajaan Allah adalah harta yang paling berharga. Dalam Injil, Yesus berkata, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama harta yang terpendam di ladang… dan seumpama seorang pedagang yang menemukan sebuah mutiara yang sangat berharga.” (Mat. 13:44-46)
Orang yang menemukan harta itu rela menjual segala miliknya karena ia tahu bahwa apa yang diperolehnya jauh lebih bernilai daripada apa yang ditinggalkannya. Bacaan pertama menampilkan Raja Salomo yang memilih hikmat daripada kekayaan. Karena kerendahan hatinya, Tuhan tidak hanya memberikan hikmat, tetapi juga memberkati hidupnya.
Santo Paulus meneguhkan kita bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia (Rm. 8:28). Artinya, ketika kita menempatkan Tuhan sebagai harta utama, pengalaman yang sulit pun dapat dipakai-Nya menjadi jalan menuju kebaikan.
Dunia menawarkan banyak “mutiara palsu”, tetapi tidak mampu mengisi kekosongan hati manusia. Sebaliknya, orang yang memilih Kristus memiliki damai, harapan, dan sukacita yang tetap bertahan.
Pertanyaan untuk kita hari ini: Apakah Kristus sungguh menjadi harta terbesar dalam hidupku, atau hanya pelengkap setelah segala urusan dunia selesai?
Bacaan Hari Ini
- Bacaan I: 1 Raja-raja 3:5, 7-12 – Salomo memohon hikmat kepada Tuhan.
- Mazmur Tanggapan: Mazmur 119:57, 72, 76-77, 127-130 – Berbahagialah orang yang berpegang pada Sabda-Mu, ya Tuhan.
- Bacaan II: Roma 8:28-30 – Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita.
- Injil: Matius 13:44-52 (atau 13:44-46) – Harta terpendam dan mutiara yang sangat berharga.
Pesan Untuk Hidup Kita
- Carilah hikmat Allah sebelum mencari kekayaan dunia.
- Jadikan Kristus sebagai harta yang paling berharga, melebihi jabatan, materi, dan popularitas.
- Percayalah bahwa Allah selalu bekerja demi kebaikan orang yang tetap setia kepada-Nya.
- Bangunlah kehidupan yang berakar pada nilai-nilai Injil, sebab itulah kekayaan yang tidak akan pernah hilang.
Penutup
Saudara-saudari terkasih, hidup adalah rangkaian pilihan. Pilihlah dengan bijaksana. Kejarlah Kerajaan Allah yang memberikan sukacita, damai, dan keselamatan yang kekal. Semoga kita memiliki hati seperti Salomo yang mencintai hikmat, dan keberanian seperti orang dalam Injil yang rela melepaskan segalanya demi memperoleh harta yang sejati. Kristus adalah harta terbesar yang tidak pernah hilang.
Amin.
[Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi, di mana ngengat dan karat merusakkannya dan di mana pencuri membongkar serta mencini; tetapi kumpulkanlah bagimu harta di surga…] (Matius 6:19-21).
