Warga Jambi Berduka atas Kematian Fauzie Orbanta Akibat Kecelakaan Helikopter
Warga Jambi kaget dan sedih setelah mendengar kabar wafatnya Fauzie Orbanta akibat kecelakaan helikopter. Almarhum dikenal sebagai sosok yang pekerja keras, ramah, dan aktif dalam lingkungan RT 30. Kepergian almarhum menimbulkan rasa duka yang mendalam di kalangan tetangga dan keluarga.
Fauzie baru saja memulai pekerjaan barunya di perusahaan KPN Plantations. Sebelumnya, ia bekerja di bawah naungan Bakri Group. Selama ini, almarhum sering pulang ke Jambi selama dua minggu, menjalani kehidupan keluarga dengan anak-anaknya yang tinggal di Palembang.
Peran RT 30 dalam Proses Pemakaman
Pihak RT 30 Perumahan Puri Gading Mayang, Kota Jambi, memberikan dukungan penuh dalam prosesi pemakaman almarhum. Mereka merasa memiliki tanggung jawab dan perasaan kekeluargaan yang kuat terhadap warga sekitar.
“Kita memang memiliki rasa tanggung jawab dan punya perasaan kekeluargaan juga yang kuat di perumahan ini. Jadi kita menyediakan semuanya lah yang dibutuhkan oleh pihak keluarga,” ujar ketua RT 30, Dedi.
Dedi mengungkapkan bahwa almarhum dikenal sebagai sosok yang baik, ramah, dan luas pergaulannya. Ia sering berinteraksi dengan masyarakat sekitar, terutama saat berkunjung ke masjid.
Doa Bersama dan Rasa Duka
Di rumah duka, para kerabat dan tetangga hadir untuk berdoa bersama. Mereka duduk di bawah tenda atau kanopi kediaman almarhum, sambil melantunkan doa. Suasana hujan semakin memperkuat kesedihan yang dirasakan.
Sementara itu, jenazah almarhum akan dibawa ke Jambi pada Sabtu (18/4/2026). Hamri Tarigan, anggota keluarga korban, mengatakan bahwa jenazah diberangkatkan dari Pontianak langsung ke Jambi.
Jenazah Fauzie Orbanta dijadwalkan tiba di Jambi pada pukul 11.15 WIB. Di lokasi, tenda dan bendera kuning penanda duka telah disiapkan. Para kerabat dan tetangga tampak ramai mendatangi kediaman almarhum.
Suasana Duka di Bandara Supadio Pontianak
Di Bandara Supadio Pontianak, Kalimantan Barat, suasana duka menyelimuti sekelompok orang yang menunggu jenazah korban. Delapan jenazah korban jatuhnya helikopter PK-CFX di Kabupaten Sekadau akhirnya tiba setelah melalui proses evakuasi panjang.
Tim SAR gabungan telah mengevakuasi korban dari lokasi jatuhnya helikopter sejak malam sebelumnya. Jenazah diturunkan dari bukit menuju Kompi B-642 Sanggau, lalu diberangkatkan menggunakan pesawat Super Puma menuju Pontianak.
Penerbangan berlangsung lancar dan memakan waktu kurang dari dua jam. Saat jenazah tiba, tangis pecah. Beberapa anggota keluarga tidak kuasa menahan air mata, sementara yang lain berusaha saling menenangkan.
Proses Evakuasi yang Intensif
Upaya pencarian dan evakuasi helikopter PK-CFX yang jatuh di pedalaman Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, memasuki babak akhir. Tim SAR gabungan memastikan seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi pada Jumat (17/4/2026) pagi.
Lokasi jatuhnya pesawat tersebut teridentifikasi sehari sebelumnya. Medan yang berat menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi. Akses darat yang terbatas membuat tim SAR memprioritaskan jalur udara untuk mempercepat penanganan korban.
Sejak pagi hari, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, serta relawan setempat mengerahkan sedikitnya tujuh helikopter untuk mengangkut jenazah korban. Salah satu armada utama yang digunakan adalah helikopter Super Puma milik TNI Angkatan Udara.
Seluruh jenazah kemudian diterbangkan menuju Pontianak untuk penanganan lebih lanjut. Koordinasi operasi dipusatkan di Kompi B Yonif 642, dengan dukungan penuh dari Lanud Supadio Pontianak.
