Kenangan Pribadi Pangdam XXI/Radin Inten terhadap Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu

Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas wafatnya Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu. Baginya, almarhum bukan hanya seorang mantan Menteri Pertahanan atau jenderal bintang empat biasa, tetapi sosok teladan dari seorang prajurit TNI yang profesional dan pemimpin yang berhati mulia.

Kristomei mengaku pernah dipimpin langsung oleh Ryamizard saat bertugas di Kostrad. Ia mengingat almarhum sebagai sosok yang tegas, mengutamakan kemampuan tempur dan latihan prajurit. Selain itu, almarhum juga dikenal sebagai pencetus satuan Pengintai Tempur Kostrad dan Raider TNI AD, yang hingga kini menjadi kekuatan elite negara.

Ryamizard dikenal memiliki sifat kepemimpinan yang kuat dan memperhatikan kesejahteraan serta kapasitas para prajurit yang dipimpinnya. Ketegasannya di lapangan tidak mengurangi perhatian yang ia berikan kepada anak buahnya. Menurut Kristomei, sifat-sifat inilah yang membekas kuat dalam dirinya hingga saat ini.

Sepak Terjang Mantan Menteri Pertahanan

Dunia militer Tanah Air berduka setelah mantan Menteri Pertahanan periode 2014–2019, Jenderal TNI Purnawirawan Ryamizard Ryacudu, dilaporkan meninggal dunia pada Minggu (31/5/2026) siang. Almarhum meninggal di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, pada pukul 14.03 WIB. Usia almarhum adalah 76 tahun.

Kabar duka ini menyelimuti keluarga besar TNI setelah almarhum mengembus napas terakhirnya. Sebelumnya, almarhum sempat menjalani perawatan intensif akibat sakit yang dideritanya. Rencananya, jenazah akan disemayamkan di rumah duka yang beralamat di Perumahan Puri Wira Bhakti 1/1b Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

Lahir di Palembang pada 12 April 1950, perwira purnawirawan bintang empat ini dikenal luas sebagai sosok jenderal lapangan yang sangat tegas, nasionalis, dan punya dedikasi tinggi untuk NKRI. Lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1974 dari kecabangan Infanteri ini menghabiskan banyak waktunya di medan pertempuran, termasuk menumpas sisa-sisa gerakan komunis Paraku/PGRS di Kalimantan Utara pada akhir era 1970-an.

Karier Ryamizard di tubuh TNI AD terbilang sangat kinclong dengan menduduki sejumlah posisi strategis, seperti Pangdam V/Brawijaya (1999), Pangdam Jaya (1999–2000), Pangkostrad (2000–2002), hingga menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada periode 2002–2005. Selama masa jabatannya, almarhum dikenal sebagai satu di antara jenderal yang memiliki pengaruh besar dalam dinamika militer nasional.

Warisan Program Bela Negara dan Hubungan dengan Prabowo Subianto

Setelah memasuki masa purnatugas, Ryamizard tetap aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pada 2014, Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Menteri Pertahanan dalam Kabinet Kerja. Jabatan tersebut diembannya selama lima tahun hingga 2019 sebelum digantikan oleh Prabowo Subianto.

Selama menjabat sebagai Menhan, salah satu warisan program terbesarnya yang sukses digelorakan secara masif adalah program Bela Negara. Pada tahun 2019, Ryamizard secara resmi menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan Kementerian Pertahanan kepada penggantinya, Prabowo Subianto.

Dalam upacara serah terima jabatan dengan Prabowo, Ryamizard menyatakan bahwa dirinya akan tetap berkontribusi untuk Indonesia. “Saya juga setelah ini tidak diam-diam saja, tetap mengabdi pada bangsa dan negara,” katanya. Dirinya menegaskan kembali pernyataannya, rela berkorban demi bangsa dan negara Indonesia demi tegaknya NKRI.

“Kalau orang (lain) banyak yang mewakaf tanah, wakaf masjid, tapi saya wakafkan nyawa saya untuk negara ini,” ujarnya. Ryamizard menyebut bahwa ia dan Prabowo sudah lama kenal sejak masuk AKABRI, sama-sama berjuang dalam sekolah militer tersebut.

Sambutan Istimewa Saat Berkunjung ke Pentagon

Saat masih menjabat Menhan, Ryamizard pernah berkunjung ke markas Kemenhan AS di Pentagon, Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (29/8/2018). Kedatangan Menhan ke Pentagon disambut oleh upacara militer Amerika Serikat. Menhan Ryamizard disambut oleh 21 dentuman meriam.

Perlu diketahui, dentuman meriam sebanyak 21 itu merupakan penghormatan kepada kepala negara. Upacara ini merupakan satu di antara bentuk penghormatan yang tinggi dari Amerika Serikat kepada Negara dan Bangsa Indonesia. Tradisi dentuman meriam ini sebenarnya bermula pada abad ke-14, sebagai penghormatan militer.

Kedatangan Menhan Ryamizard ke Pentagon sendiri untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Menhan Amerika Serikat (AS) yakni James Mattis. Pada pertemuan tersebut, Menhan Ryamizard turut didampingi oleh Duta Besar RI Amerika Serikat, Budi Bowoleksono, Irjen Kemhan, Letjen Thamrin Marzuki, Dirjen Strahan Kemhan, Mayjen Mohamad Nakir.

Menhan Ryamizard usai upacara penyambutan menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Menhan AS, James Mattis atas segala keramahtamahan serta kesediaannya dalam menerima kunjunganya bersama delegasi jajaran Kemhan RI. “Suatu kebahagiaan bagi kami dapat diterima secara pribadi oleh rekan saya Menhan AS Jenderal James Mattis, di mana saya memandang Jenderal Mattis adalah sahabat terdekat saya yang sangat istimewa untuk saya disandingkan rekan menhan-menhan lainnya di dunia,” ujar Ryamizard, di Pentagon, Washington DC.

Ryamizard juga mengganggap Menhan AS James Mattis seperti saudara sendiri. Hal tersebut lantaran Ryamizard dan Menhan AS memiliki kesamaan dalam latar belakang karier. “Jenderal Mattis and saya selain mempunyai latar belakang pengalaman tempur militer di lapangan. Kami juga selalu berkomunikasi dengan cara surat-menyurat secara rutin,” kata Ryamizard.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version