Tradisi Botram Salembur di Desa Cijulang: Simbol Gotong Royong dan Kebhinekaan
Di tengah hamparan sawah yang hijau, warga Desa Cijulang menggelar tradisi Botram Salembur sebagai bentuk perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara ini tidak hanya sekadar makan bersama, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan semangat gotong royong yang masih hidup di tengah masyarakat setempat.
Kegiatan Makan Bersama yang Penuh Makna
Botram Salembur digelar di Jalan Tani Eretan, Dusun Cikole Kulon, Desa Cijulang, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Warga membawa berbagai macam makanan dari rumah masing-masing untuk disajikan dan dinikmati bersama. Tidak ada batasan siapa yang membawa makanan lebih banyak atau lebih sedikit; semua makanan yang dibawa bisa dinikmati oleh seluruh peserta.
Beberapa makanan yang disajikan antara lain nasi, tutug oncom, tutug rangginang, sambal, pepes, serta berbagai olahan ikan khas wilayah setempat. Salah satu yang menarik adalah ikan endemi dari aliran Sungai Citanduy seperti bebeong (dikenal sebagai baung), ikan nilem, dan tawes. Rasanya enak dan gurih, serta tidak ditemukan di sungai-sungai lainnya.
Semangat Gotong Royong yang Masih Hidup
Sekda Ciamis, Andang Firman Triyadi, menyebut bahwa botram merupakan bentuk modal sosial sekaligus gotong royong yang masih hidup di tengah masyarakat Desa Cijulang. Menurutnya, kebiasaan warga saling berbagi makanan menjadi gambaran sederhana tentang semangat gotong royong yang perlu terus dipertahankan.
“Botram itu memang tradisi yang sekarang mulai hilang. Tapi ditumbuhkan kembali oleh warga masyarakat Cijulang untuk sama-sama makan bareng,” ujarnya. Ia menilai bahwa kegiatan ini bisa dikembangkan menjadi salah satu daya tarik wisata jika dilaksanakan secara konsisten.
Potensi Wisata yang Menjanjikan
Dalam acara tersebut, warga Desa Cijulang menunjukkan bahwa sektor pertanian masih berjalan dengan baik. Hamparan sawah yang terlihat dalam kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa ketahanan pangan di wilayah ini masih terjaga.
Menurut Sekda Ciamis, Botram Salembur bisa menjadi destinasi wisata yang menarik. “Ini sudah yang kedua. Nanti ke depannya mudah-mudahan menjadi sebuah destinasi wisata,” katanya.
Rasa Syukur atas Ketahanan Pangan
Camat Cihaurbeuti, Enok Kursilah, menjelaskan bahwa kegiatan Botram Salembur juga menjadi bentuk rasa syukur atas kondisi ketahanan pangan di Desa Cijulang. Selain itu, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah desa, kecamatan, Forkopimcam, serta masyarakat.
Enok berharap ketahanan pangan di Desa Cijulang dapat terus meningkat meski saat ini sejumlah wilayah tengah menghadapi musim kemarau panjang. Ia berharap kondisi tersebut tidak sampai menyebabkan kekeringan berkepanjangan maupun gagal panen.
Makna Lebih Luas dari Botram Salembur
Bagi Andang, semangat berbagi yang ditunjukkan warga melalui botram memiliki makna lebih luas. “Kalau saya mengistilahkan masyarakat Cijulang sudah merdeka karena sudah bisa berbagi,” katanya. Ia berharap semangat tersebut tidak hanya muncul saat peringatan HUT Kemerdekaan RI, tetapi terus menjadi kebiasaan warga dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau kita punya kenikmatan, teman-teman yang lain juga harus merasakan. Inilah sebuah kebhinekaan yang diwujudkan warga masyarakat Cijulang,” ucapnya.
Kesimpulan
Botram Salembur pun menjadi lebih dari sekadar agenda makan bersama. Di tengah hamparan sawah dan suasana pedesaan, tradisi tersebut menjadi ruang bagi warga untuk mempererat silaturahmi, berbagi makanan, sekaligus merawat semangat gotong royong yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Cijulang.




