Skandal Joki UTBK di Surabaya Terungkap

Praktik joki Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Surabaya kini semakin canggih. Dalam kasus terbaru, polisi menemukan adanya keterlibatan dua oknum pegawai kecamatan yang menjual 25 keping blanko E-KTP asli kepada sindikat joki. Blanko tersebut dijual dengan harga Rp50.000 per keping dan digunakan untuk memalsukan identitas peserta agar bisa lolos sistem pemeriksaan saat ujian.

Mekanisme Penipuan

Berdasarkan hasil interogasi dari kepolisian, sindikat ini mendapatkan pasokan blanko E-KTP kosong dari oknum pegawai kecamatan yang menjualnya secara ilegal. Blanko tersebut digunakan sebagai sarana pendukung bagi sang joki ahli matematika dalam meloloskan kliennya ke universitas ternama.

Dalam sebuah video lanjutan yang diunggah oleh Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, melalui akun resmi luthfie.daily pada Rabu (6/5/2026), beberapa tersangka yang diamankan ternyata berkutat dalam bidang administrasi kependudukan. Sembari memegang salah satu blanko E-KTP, Kombes Pol Luthfie menanyakan asal barang itu kepada para tersangka.

“Di kecamatan, orang mau bikin KTP selalu dibilang blangko habis, blangko habis. Ternyata kamu jualin,” ujar Kombes Pol Luthfie.

Satu per satu tersangka ditanya hingga akhirnya ditemukan jawaban dari dua pelaku yang ternyata bekerja di sebuah kantor kecamatan. Meski tidak disebutkan kecamatan mana, kedua pelaku tersebut mampu menanggapi pertanyaan dari Kapolrestabes.

“Dapat dari saya ndan, satu keping blangko KTP asli dijual dengan harga Rp50.000. Sudah saya jual 25 keping,” ungkapnya.

Aliran blanko ini melibatkan beberapa pihak, mulai dari oknum pegawai di bagian program sampai ke tangan tersangka lain. Sindikat joki UTBK menggunakan blanko tersebut, untuk membuat identitas palsu bagi peserta ujian agar dapat melewati sistem verifikasi dengan mudah.

Keahlian Joki Matematika

Di sisi lain, Kombes Pol Luthfie terlihat terkesima saat mendengar keterangan dari salah satu tersangka joki UTBK. Permintaan keterangan itu dilakukan secara terpisah dengan pelaku lain, dan diabadikan dalam sebuah video yang diunggah melalui akun luthfie.daily pada Rabu (6/5/2026).

Kombes Pol Luthfie tampak takjub dengan kecerdasan salah satu pelaku yang tidak disebutkan identitasnya tersebut, sebab, ia sudah enam kali menjadi joki dan telah meluluskan banyak mahasiswa. Terlebih lagi, pelaku joki itu tidak pernah berkecimpung di Fakultas Kedokteran, padahal para pemohonnya sebagian besar mengincar jurusan tersebut.

“Kamu dapat bocoran soal dari mana. Gimana caranya kamu enam kali joki lulus. Kalau soal-soal itu menurutmu gampang, sulit, apa sulit sekali,” ujar Luthfie.

“Nggak pernah dapat bocoran. Sebenarnya relatif gampang sih pak. Saya emang expert-nya di Matematika. Semua soal saya kerjakan,” jawab pelaku.

Menurut pelaku, mata pelajaran seperti Bahasa Inggris sudah terbiasa ia hadapi, bahkan Tes Potensi Akademik baginya hanyalah turunan dari Matematika.

“Kalau saya sih cari materinya di buku-buku yang dikhususkan buat persiapan. Untuk mengejar semua materi cuma belajar 2 sampai 3 bulan,” ungkapnya.

Kapolrestabes pun memberikan pujian kepada pelaku lantaran mampu mengerjakan soal dengan waktu yang cukup terbatas. “Hebat juga kamu. Kalau belum terbiasa, satu soal bisa lama. Kamu pernah menangi zaman hitung kancing buat nentuin jawaban. Saya dulu pernah melakukannya. Kadang dengar suara tokek, buat pilih jawaban,” tutur Luthfie.

Motif dan Kepentingan

Meski demikian, Kombes Pol Luthfie menyayangkan kecerdasan pelaku digunakan pada jalur yang salah. Luthfie pun sempat menanyakan latar belakang sang joki.

“Saya dulu peringkat dua pararel pak. Awalnya (tahu profesi ini, red), saya dikenalin sama teman saya,” katanya.

Pada akhir proses interogasi, tersangka disinggung soal keuntungan yang didapat selama menjalani profesi tersebut.

“Tergantung kesulitan. Ada universitas namanya bagus biasanya dibayar lebih mahal. Kisarannya Rp20 sampai Rp30 juta. Kalau yang baru ini Rp75 juta,” tandasnya.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version