Kondisi Sekolah di Ternate Pasca-Gempa yang Masih Belum Pulih
Siswa kelas 12 SMAN 11 Ternate, yang berada di Kelurahan Mayau, Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate, akan melaksanakan ujian kelulusan. Jadwal pelaksanaan ujian kelulusan tingkat SMA, SMK, dan sekolah luar biasa (SLB) telah ditetapkan pada Senin, 13 April 2026. Namun, kondisi di lokasi tersebut masih belum sepenuhnya pulih pasca-gempa berkekuatan 7,6 skala Richter yang terjadi pada 2 April lalu.
Meskipun seluruh persiapan teknis telah selesai dan panitia ujian sudah dibentuk, pihak sekolah belum dapat memastikan pelaksanaan ujian akan berlangsung di dalam ruang kelas. Hal ini disebabkan oleh adanya getaran susulan yang sering terjadi, sehingga menjadi alasan utama untuk menunda pelaksanaan ujian di dalam ruangan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Abubakar Abdullah, mengatakan bahwa situasi tersebut juga dirasakan saat ia berada di lokasi. Saat berada di ruang guru, gempa susulan kembali terjadi disertai suara gemuruh, sehingga rombongan langsung keluar dari bangunan demi keselamatan.
“Persiapan ujian sudah siap, tapi situasi yang kita rasakan bersama membuat kami menyerahkan kepada kepala sekolah untuk menyesuaikan pelaksanaan,” ujar Abubakar Abdullah.
Pertimbangan Psikologis Siswa
Kondisi psikologis siswa menjadi pertimbangan utama dalam penentuan pelaksanaan ujian. Jika guncangan masih berulang, siswa dikhawatirkan tidak dapat mengikuti ujian dengan tenang dan optimal. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya menyiapkan beberapa skema darurat, antara lain:
- Penggunaan tenda sebagai ruang ujian sementara
- Pelaksanaan ujian secara daring
- Distribusi soal langsung ke lokasi siswa yang kesulitan menjangkau sekolah
“Pelaksanaannya akan disesuaikan, bisa menggunakan tenda, sistem daring atau pengiriman soal ke lokasi siswa,” tambah Abubakar Abdullah.
Gangguan Aktivitas KBM dan Kesiapan Guru
Tidak hanya ujian, kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah tersebut juga masih dihentikan sementara. Baik guru maupun siswa dinilai belum siap kembali beraktivitas di dalam ruangan, mengingat gempa susulan masih kerap terjadi. Sebagian tenaga pendidik juga masih berada di lokasi pengungsian.
Pemerintah daerah memastikan dukungan darurat segera diberikan agar proses pendidikan tetap berjalan. Salah satunya melalui penyediaan tenda belajar sementara untuk mendukung kegiatan belajar di luar ruang kelas.
Data Siswa di SMAN 11 Ternate
Saat ini, SMAN 11 Ternate memiliki 90 siswa, terdiri dari:
- 29 siswa kelas XII
- 38 siswa kelas XI
- 23 siswa kelas X
Pemerintah provinsi khususnya Dinas Pendidikan menegaskan bahwa pemulihan layanan pendidikan di wilayah terdampak bencana menjadi prioritas. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua siswa dapat melanjutkan proses belajar mengajar dengan aman dan nyaman.





