Ringkasan Berita:

  • PWNU Jawa Timur resmi memberikan mandat kepada KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU.
  • Gus Kikin berkomitmen untuk menggaungkan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman organisasi jika terpilih nanti.
  • Gus Kikin merupakan pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng ke-8 dan saat ini menjabat sebagai Ketua PWNU Jawa Timur.

 

Infomalangraya.net– Nama KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin resmi mendapat dukungan dari jajaran PWNU Jawa Timur untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU.

Dukungan tersebut diputuskan dalam pertemuan antara PWNU Jawa Timur dan para pengurus PCNU se-Jawa Timur. Pertemuan berlangsung di Kantor PWNU Jatim pada Selasa (21/7/2026).

Dalam forum tersebut, PWNU Jatim sepakat memberikan mandat kepada Gus Kikin untuk bertarung dalam pemilihan Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.

Muktamar sendiri telah berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, sejak 27 Agustus 2026.

Gus Kikin dinilai memiliki pengalaman dan kapasitas yang cukup untuk memimpin organisasi.

Selain menjabat sebagai Ketua PWNU Jawa Timur, ia juga dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.

Dapat Mandat dari PWNU Jatim

Keputusan pengusungan tersebut disampaikan Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur, KH Abd Matin Djawahir, setelah pertemuan selesai.

“PWNU Jatim menugaskan KH Abdul Hakim Mahfudz untuk menjadi kandidat ketua umum PBNU di Muktamar ke-35,” ujar KH Abd Matin Djawahir.

Dengan dukungan tersebut, Gus Kikin menjadi salah satu nama yang masuk dalam bursa calon Ketua Umum PBNU untuk periode mendatang. 

Optimis Dapat Dukungan Wilayah

Menurutnya begitu diberikan mandat oleh PWNU Jatim, Gus Kikin langsung melakukan silaturahmi ke berbagai wilayah di Indonesia.

“Banyak yang responnya bagus, ya saya rasa itu. Mungkin cukup saya rasa untuk optimisme itu,” ungkap Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang ini. 

Lebih jauh, Gus Kikin ketika terpilih nanti berkomitmen bakal terus menggaungkan Qanun Asasi NU.

Mengutip berbagai sumber, Qanun Asasi merupakan kitab yang berisi gagasan-gagasan dasar pendirian NU.

Qanun Asasi NU berisi gagasan-gagasan besar Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari untuk pendirian organisasi terbesar ini. 

Ibarat negara, Qonun Asasi bagi NU adalah semacam UUD.

“Saya di Tebuireng itu menemukan naskahnya Qanun Asasi, bukunya Qanun Asasi. Dan itu akan kita pelajari bagaimana Qanun Asasi itu bisa diberlakukan lagi untuk perjalanan NU ke depan. Nah, jadi itu yang paling utama,” tandasnya. 

Profil Gus Kikin

KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin merupakan salah satu tokoh penting Nahdlatul Ulama di Jawa Timur.

Ia lahir pada 17 Agustus 1958 di lingkungan Pondok Pesantren Sunan Ampel, Jombang.

Gus Kikin merupakan putra KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma’shum.

Dari garis ibunya, Gus Kikin merupakan keturunan KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama.

Sementara dari jalur ayah, keluarganya juga memiliki hubungan kuat dengan tradisi pesantren di Jombang. 

Tumbuh di Lingkungan Pesantren

Sejak kecil, Gus Kikin mendapatkan pendidikan agama dari keluarganya.

Ayahnya, KH Mahfudz Anwar, dikenal sebagai ulama yang mendirikan Pondok Pesantren Sunan Ampel Jombang.

Selain belajar kepada ayahnya, Gus Kikin juga pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Seblak, Jombang, yang didirikan oleh kakeknya.

Lingkungan keluarga dan pesantren tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk pemahaman keagamaan Gus Kikin. 

Pendidikan Formal

Pendidikan formal Gus Kikin dimulai di Madrasah Ibtidaiyah Parimono, Jombang.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Jombang dan SMA Negeri 2 Jombang.

Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Gus Kikin melanjutkan pendidikan di bidang pelayaran.

Ia kemudian meraih gelar sarjana Ilmu Komunikasi dari Universitas Terbuka. 

Melanjutkan Kepemimpinan di Pesantren Tebuireng

Nama Gus Kikin juga tidak dapat dipisahkan dari Pesantren Tebuireng, Jombang.

Sebelum menjadi pengasuh, ia dipercaya sebagai Wakil Pengasuh Pesantren Tebuireng dan mendampingi KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah.

Setelah Gus Sholah wafat, Gus Kikin dipercaya meneruskan kepemimpinan pesantren tersebut.

Ia tercatat sebagai Pengasuh Pesantren Tebuireng ke-8 sejak 2020. 

Dalam menjalankan kepemimpinannya, Gus Kikin melanjutkan sejumlah program pengembangan pesantren yang sebelumnya telah dirintis Gus Sholah.

Terjun dalam Kepengurusan NU

Selain aktif mengasuh pesantren, Gus Kikin juga memiliki perjalanan panjang dalam organisasi Nahdlatul Ulama.

Pada 2024, ia terpilih sebagai Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama atau PWNU Jawa Timur untuk masa khidmat 2024–2029.

Pemilihannya berlangsung dalam Konferwil NU Jawa Timur di Universitas Hasyim Asy’ari, Tebuireng, Jombang. 

Sebagai Ketua PWNU Jawa Timur, Gus Kikin kemudian aktif melakukan konsolidasi dengan para pengurus NU di berbagai daerah.

Membawa Gagasan Qanun Asasi

Salah satu gagasan yang belakangan sering disampaikan Gus Kikin adalah pentingnya kembali menjadikan Qanun Asasi sebagai salah satu pedoman dalam perjalanan NU.

Menurutnya, Qanun Asasi yang dirumuskan KH Hasyim Asy’ari memiliki nilai penting untuk menjadi rujukan NU dalam menghadapi perubahan zaman.

Gagasan tersebut juga menjadi salah satu alasan yang disebut dalam proses pengusungan Gus Kikin sebagai kandidat Ketua Umum PBNU. 

Diusung sebagai Calon Ketua Umum PBNU

Pada Juli 2026, PWNU Jawa Timur bersama PCNU se-Jawa Timur memberikan mandat kepada Gus Kikin untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-35 NU.

Gus Kikin mengatakan pencalonan tersebut bukan berasal dari keinginan pribadinya.

Ia menerima keputusan tersebut sebagai sebuah amanah setelah mendapat mandat dari jajaran NU di Jawa Timur.

Menurutnya, amanah tersebut harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. 

Sosok Pesantren yang Masuk Bursa Kepemimpinan NU

Perjalanan Gus Kikin memperlihatkan perpaduan antara latar belakang keluarga pesantren, pengalaman mengelola lembaga pendidikan, dan kiprah dalam organisasi NU.

Dari lingkungan pesantren di Jombang, ia kemudian dipercaya memimpin Pesantren Tebuireng dan PWNU Jawa Timur.

Kini, namanya masuk dalam bursa calon Ketua Umum PBNU.

Keputusan mengenai kepemimpinan PBNU berikutnya akan ditentukan melalui mekanisme Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Infomalangraya.net

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version