Penangkapan Pelaku Pembunuhan Anak Politikus PKS
Pelaku pembunuhan anak Maman Suherman, yang dikenal dengan inisial HA, akhirnya berhasil ditangkap setelah berbulan-bulan menghilang. Penangkapan ini terjadi di sebuah rumah mewah milik Roisyudin Sayuri, mantan anggota DPRD Kota Cilegon. Kejadian ini mengejutkan banyak pihak karena terjadi di lokasi yang sebelumnya tidak dikaitkan dengan kasus pembunuhan tersebut.
HA, yang berusia 31 tahun, tertangkap basah saat mencoba membobol kediaman Roisyudin Sayuri di Lingkungan Pabuaran, Kelurahan Ciwedus, pada Jumat (2/1/2026). Dalam pemeriksaan awal, HA mengakui perbuatannya membunuh MAHM (9), anak dari Maman Suherman, yang terjadi pada Selasa (16/12/2025).
Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap motif pelaku dan memastikan semua fakta serta alat bukti yang ditemukan di lapangan telah diproses secara lengkap. Hingga saat ini, belum ada informasi resmi tentang hubungan antara HA dan kejadian di BBS (Blok Bangunan Sementara), meskipun polisi sedang mengembangkan kasus ini.
Drama Penangkapan yang Tidak Terduga
Penangkapan HA dipenuhi dengan drama. Setelah sempat buron dan menghilang, HA akhirnya diringkus dalam sebuah penangkapan yang tak terduga. Anggota DPRD Provinsi Banten, Dede Rohana, yang merupakan kerabat pemilik rumah, menjelaskan bahwa awalnya keluarga tidak menyadari identitas asli pencuri tersebut.
“Iya, ditangkap di rumah saudara. Memang saat itu saya tidak ada di lokasi,” ujar Dede Rohana. “Sebelumnya tidak ngeuh, kami tidak tahu kalau itu ada kaitannya dengan peristiwa di BBS. Kami baru tahu pada malam harinya.”
Ia juga menambahkan bahwa saat mereka menelepon polisi, ternyata dari hasil pengembangan, pelaku memiliki keterkaitan dengan kasus di BBS.
Profil Roisyudin Sayuri
Roisyudin Sayuri adalah mantan anggota DPRD Kota Cilegon. Ia pernah maju sebagai calon legislatif (caleg) DPRD Kota Cilegon saat Pileg 2024. Saat itu, Roisyudin maju sebagai kader Golkar dan berhasil meraih 4.833 suara. Berdasarkan data dari jdih.kpu.go.id, Roisyudin meraih suara terbanyak dibanding kader Golkar lainnya saat itu.
Menurut catatan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon, Roisyudin memiliki gelar S.H., yang artinya ia merupakan lulusan Sarjana Hukum. Saat menjadi anggota DPRD Kota Cilegon, Roisyudin pernah mengalami kecelakaan pada Mei 2017 ketika berkendara di Jalan Lingkar Selatan (JLS). Berita kecelakaan ini viral di media sosial karena memperlihatkan mobil Mitsubishi Pajero yang dikendarainya rusak berat.
Meski mobilnya rusak parah, Roisyudin tidak mengalami luka berarti dan bisa pulang ke rumah sendirian menggunakan ojek. Kariernya sebagai anggota DPRD Kota Cilegon berhenti satu periode karena Roisyudin ingin fokus pada bisnisnya. Saat ini, namanya tercatat sebagai Direktur dan CEO Multi Group Holding Company, perusahaan yang bergerak di bidang jasa outsourcing manajemen sumber daya manusia (SDM).
Pengakuan HA atas Perbuatannya
Dalam pemeriksaan awal, HA mengakui perbuatannya membunuh MAHM (9), anak politikus PKS Maman Suherman, pada Selasa (16/12/2025). Meski demikian, polisi belum merinci secara jelas bagaimana kronologi pembunuhan MAHM.
Sebelumnya, pihak kepolisian sempat mengaku kesulitan melacak keberadaan pelaku. Sebab, kondisi CCTV di dalam rumah Maman Suherman dalam keadaan mati dan tidak ada sekuriti di lokasi kejadian. Tak hanya itu, saat peristiwa berlangsung, hujan deras mengguyur.
“Lalu perlu diinformasikan, bahwa sebelum terjadinya kejadian itu dalam keadaan hujan. After (setelah) kejadian pun keadaan hujan lebat, hingga jejak-jejak keluar pun sulit indentifikasi,” ungkap Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Yoga Tama, Senin (29/12/2025).
Luka-luka yang Mengakibatkan Kematian
MAHM disebutkan tewas akibat luka senjata tajam dan benda tumpul. Kasi Humas Polres Cilegon, AKP Sigit Darmawan, mengatakan ada total 22 luka di tubuh MAHM. Puluhan luka itu terdiri dari 19 luka tusuk dan tiga luka memar.
Luka itu ditemukan setelah dilakukan pemeriksaan di rumah sakit. “Total ada 22 luka, terdiri dari 19 luka tusukan atau kekerasan benda tajam dan tiga luka memar dari kekerasan benda tumpul,” jelas Sigit, Kamis (18/12/2025).
Akibat banyaknya luka tersebut, MAHM mengalami pendarahan hebat yang menyebabkan tewas. MAHM ditemukan tewas di rumahnya pada Selasa (16/12/2025), oleh sang ayah, Maman Suherman. Saat kejadian, MAHM disebutkan sedang berdua saja di rumah bersama sang adik, sedangkan Maman tengah bekerja.





