Penjelasan Seskab tentang Pengeluaran dan Rombongan Kunjungan Luar Negeri Presiden

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memberikan penjelasan terkait kritik yang disampaikan oleh mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, mengenai intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Dalam pernyataannya, Teddy menegaskan bahwa pembiayaan perjalanan luar negeri Presiden telah diatur secara ketat, dan jika terdapat pengeluaran yang melebihi pagu anggaran negara, Presiden Prabowo berkomitmen menanggungnya dengan dana pribadi.

Teddy juga membantah anggapan bahwa jumlah rombongan kunjungan luar negeri saat ini terlalu besar. Ia membandingkan data jumlah delegasi saat ini dengan era sebelumnya, yang diklaim lebih ramping. “Jumlah rombongan Presiden Prabowo itu sudah berkurang besar-besaran, lebih dari separuh dari periode sebelumnya,” jelas Teddy. Ia menjelaskan bahwa jumlah maksimal rombongan saat ini berkisar antara 50 hingga 60 orang, dibandingkan dengan periode sebelumnya yang bisa mencapai lebih dari 120 orang.

Dinamika Diplomasi Global

Teddy juga menanggapi masukan mengenai tata kelola waktu diplomasi, di mana muncul usulan agar jadwal kunjungan luar negeri idealnya dipersiapkan satu tahun sebelumnya. Menurut Seskab, aturan kaku seperti itu sulit diterapkan mengingat situasi geopolitik global yang dinamis. “Perkembangan dunia global itu sangat dinamis hari per hari. Nah jadi ada jadwal tahunan dan ada jadwal yang mendesak sesuai kebutuhan dalam negeri dan luar negeri suatu negara,” tuturnya.

Teddy juga menekankan bahwa intensitas pertemuan bilateral, baik yang bersifat seremonial maupun tertutup, merupakan bagian dari strategi jangka panjang guna mengamankan kepentingan nasional di tengah berbagai krisis dunia. Penentuan prioritas pertemuan, kata Teddy, sepenuhnya berada di bawah pertimbangan matang Presiden dan Menteri Luar Negeri.

Tanggapan Dino Patti Djalal

Sebelumnya, Dino Patti Djalal menyoroti langkah Prabowo yang kerap melakukan kunjungan ke luar negeri. Selama menjabat sebagai Presiden RI per 20 Oktober 2024, hingga 30 Mei 2026, Prabowo tercatat telah melakukan kunjungan ke luar negeri sebanyak 49 kali selama menjabat 587 hari. Dari 49 kali kunjungan ini, terdapat 28 negara yang menjadi tujuan Prabowo yang bahkan didatangi lebih dari sekali, sehingga total durasi kunjungan ke luar negeri tersebut mencapai akumulasi sekitar 95 hari.

Dino menyatakan bahwa frekuensi kunjungan kerja Presiden ke luar negeri terlalu sering, dengan rata-rata satu dari enam hari dihabiskan untuk kunjungan luar negeri. Ia menilai perjalanan dinas seorang kepala negara memakan biaya yang sangat fantastis, termasuk tim pendahulu, sewa pesawat, hotel, logistik, konsumsi, pengamanan, hingga uang harian delegasi. “Satu perjalanan ke luar negeri, bisa keluar puluhan bahkan ratusan miliar,” ujar Dino.

Saran-Saran untuk Efisiensi Anggaran

Untuk meningkatkan efisiensi uang negara, Dino Patti Djalal memberikan lima saran kepada Prabowo. Pertama, ia menyarankan agar Presiden lebih sering menggunakan teknologi seperti video call, Zoom, atau telepon daripada terbang jauh untuk urusan bilateral. Menurut Dino, pertemuan tatap muka antarnegara sering kali didominasi oleh acara seremonial yang tidak perlu.

Kedua, Dino menyarankan agar Presiden lebih banyak mengundang dan menjamu tamu negara di tanah air. Ia mencontohkan Presiden Tiongkok Xi Jinping yang sangat aktif menerima kunjungan pemimpin dunia di Beijing. Cara ini ampuh menghemat anggaran sekaligus menunjukkan wibawa Indonesia sebagai tuan rumah.

Ketiga, Dino menyarankan agar tugas diplomatik tingkat menteri atau misi taktis tertentu didelegasikan kepada Menteri Luar Negeri Sugiono. Dengan begitu, beban jadwal Presiden berkurang, anggaran lebih hemat, dan diplomasi Indonesia di tingkat global tetap berjalan lancar.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version