Angkutan KSPN: Solusi Transportasi yang Menguntungkan Bagi Wisatawan
Angkutan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di Nusa Tenggara Barat (NTB) kini menjadi pilihan utama bagi para pelancong, terutama backpacker yang ingin menuju Sembalun dan Gunung Rinjani. Dengan tarif yang sangat terjangkau, layanan ini tidak hanya mempermudah mobilitas warga lokal, tetapi juga menjadi solusi transportasi yang diminati oleh pendaki dan wisatawan dari luar daerah.
Salah satu pengguna angkutan tersebut adalah Dedy Hartanto, seorang wisatawan asal Mataram. Ia mengaku sangat terkesan dengan perjalanan menggunakan rute Terminal Mandalika-Senggigi-Bangsal-Sembalun. Menurutnya, perjalanan ke kaki Gunung Rinjani kini lebih efisien dan nyaman.
“Bayangkan, dengan harga tiket Rp26.000, tidak lebih dari harga segelas kopi, kita sudah bisa sampai Sembalun dengan adem dan fasilitas nyaman,” kata Dedy. Ia menilai layanan ini sangat membantu karena titik jemput di Terminal Mandalika teratur, sehingga tidak membutuhkan usaha ekstra untuk mencapai tujuan.
Dedy juga menyampaikan bahwa driver angkutan KSPN ramah dan tepat waktu. Hal ini membuatnya merasa nyaman, terutama bagi para backpacker atau mereka yang malas naik motor ke Sembalun. Ia menambahkan bahwa program ini bagus karena penumpang bisa mampir atau turun di Senggigi atau Bangsal dulu jika diperlukan.
Meskipun layanan ini berjalan baik, ada beberapa kekhawatiran tentang keberlanjutan program. Dedy berharap kontrak layanan ini terus diperpanjang oleh dinas terkait dan tidak berhenti di tengah jalan hanya karena alasan operasional.
“Harapan saya, program ini tetap berlanjut terus, jangan sampai diputus kalau nanti dirasa sepi. Karena ini sangat membantu, bukan cuma buat orang luar, tapi warga Kota Mataram dan NTB secara umum,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa anak-anak sekolah dan remaja yang ingin ke Sembalun tidak perlu capek-capek naik motor, karena biaya bensin bisa lebih mahal daripada tiket angkutan KSPN.
Sulistyo, seorang wisatawan asal Surabaya, juga mengungkapkan kekagumannya terhadap program transportasi dari pemerintah daerah ini. Ia datang jauh-jauh dari Jawa Timur bersama empat rekannya dan sempat merasa bingung setibanya di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok.
“Awalnya kami mau menggunakan angkutan lain, tapi untung dapat informasi ada angkutan KSPN ke Sembalun. Alhamdulillah kami dapat meski menunggu beberapa jam,” kata Sulistyo. Baginya, keamanan dan kenyamanan yang ditawarkan angkutan KSPN menjadi nilai tambah, terutama bagi wisatawan dengan bujet terbatas namun tetap menginginkan pelayanan prima.
“Kami sebagai backpacker sangat terbantu. Selain aman dan nyaman, ini sangat ekonomis. Artinya kita tidak usah merogoh kantong dalam-dalam, cukup dengan tarif sekitar Rp20.700 per orang,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, calon penumpang angkutan KSPN trayek BIZAM–Pancor–Sembalun masih harus menunggu di luar area terminal BIZAM. Hal ini terjadi karena belum adanya pangkalan khusus bagi armada tersebut, yang saat ini masih dalam proses koordinasi dengan pihak otoritas bandara.
Kehadiran angkutan KSPN ini diharapkan mampu terus menggerakkan roda ekonomi pariwisata di Lombok, menghubungkan pintu-pintu masuk utama seperti bandara dan pelabuhan langsung ke destinasi unggulan seperti Sembalun tanpa perlu banyak transit yang menguras biaya.





