Hari Hepatitis Sedunia: Peringatan Penting untuk Kesehatan Global
Hari Hepatitis Sedunia diperingati setiap 28 Juli. Tahun 2026, peringatan hari penyakit yang mengancam hati akibat virus ini jatuh pada Selasa 28 Juli 2026. Hari ini menjadi momen penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya hepatitis, pentingnya deteksi dini, vaksinasi, serta akses pengobatan.
Pada tahun 2026, peringatan Hari Hepatitis Sedunia kembali menjadi sorotan karena hepatitis virus masih menjadi salah satu penyebab kematian terbesar akibat penyakit infeksi di dunia. Meski dapat dicegah dan sebagian besar dapat diobati, jutaan orang belum mengetahui bahwa dirinya telah terinfeksi.
Sejarah dan Tema Hari Hepatitis Sedunia 2026
Berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tema resmi Hari Hepatitis Sedunia 2026 adalah:
“Hepatitis: Let’s Break It Down.”
Tema ini mengajak seluruh negara untuk menghilangkan berbagai hambatan yang membuat masyarakat sulit mendapatkan layanan pencegahan, pemeriksaan, diagnosis, pengobatan, hingga perawatan hepatitis.
WHO menekankan bahwa eliminasi hepatitis sebagai ancaman kesehatan masyarakat pada 2030 hanya dapat dicapai jika akses layanan kesehatan semakin mudah, terjangkau, dan merata.
Mengapa Diperingati Setiap 28 Juli?
Tanggal 28 Juli dipilih untuk menghormati hari kelahiran Dr. Baruch Samuel Blumberg, ilmuwan peraih Hadiah Nobel yang menemukan virus hepatitis B dan kemudian mengembangkan tes diagnostik serta vaksin hepatitis B.
Hari Hepatitis Sedunia pertama kali diprakarsai oleh organisasi pasien hepatitis pada 2008. Selanjutnya, pada Sidang Majelis Kesehatan Dunia (World Health Assembly) tahun 2010, WHO secara resmi menetapkan 28 Juli sebagai salah satu hari kesehatan dunia yang diperingati setiap tahun.
Apa Itu Hepatitis?
Hepatitis adalah peradangan pada organ hati (liver). Penyebabnya bisa beragam, mulai dari infeksi virus, konsumsi alkohol berlebihan, obat-obatan tertentu, hingga penyakit autoimun.
Namun, hepatitis virus menjadi perhatian terbesar karena dapat menular dan berkembang menjadi penyakit kronis.
Jenis hepatitis virus meliputi:
* Hepatitis A
* Hepatitis B
* Hepatitis C
* Hepatitis D
* Hepatitis E
Di antara kelima jenis tersebut, hepatitis B dan hepatitis C paling sering menyebabkan penyakit kronis, sirosis hati, hingga kanker hati.
Data Pengidap Hepatitis di Dunia
WHO melaporkan bahwa hepatitis virus masih menjadi masalah kesehatan global yang sangat serius. Beberapa data terbaru menunjukkan:
- Lebih dari 300 juta orang hidup dengan hepatitis virus kronis di seluruh dunia.
- Sekitar 1,3 juta orang meninggal pada 2024 akibat hepatitis B dan hepatitis C kronis.
- Terdapat lebih dari 2 juta kasus baru hepatitis setiap tahun.
- Hepatitis merupakan penyebab utama kanker hati di dunia.
Yang mengkhawatirkan, sebagian besar penderita tidak mengetahui dirinya telah terinfeksi karena penyakit ini sering berkembang tanpa gejala selama bertahun-tahun.
Bagaimana Kondisi di Indonesia?
Indonesia termasuk negara dengan beban hepatitis B yang cukup tinggi. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, prevalensi hepatitis B di Indonesia diperkirakan sekitar 6–7 persen dari populasi. Dengan jumlah penduduk Indonesia yang besar, jutaan orang diperkirakan hidup dengan infeksi hepatitis B kronis.
Selain itu penularan hepatitis B masih banyak terjadi dari ibu ke bayi saat persalinan apabila tidak dilakukan pencegahan. Kasus hepatitis C juga masih ditemukan, terutama pada kelompok berisiko tinggi.
Pemerintah terus memperkuat program imunisasi hepatitis B, skrining ibu hamil, deteksi dini, dan pengobatan untuk menekan angka penularan. Hepatitis menjadi salah satu fokus nasional karena dapat meningkatkan beban pembiayaan kesehatan akibat komplikasi seperti sirosis dan kanker hati.
Mengapa Hepatitis Sangat Berbahaya?
Banyak orang menganggap hepatitis sebagai penyakit biasa. Padahal, penyakit ini sering disebut sebagai “silent disease” karena tidak selalu menimbulkan gejala pada tahap awal. Seseorang dapat terinfeksi selama bertahun-tahun tanpa menyadarinya.
Apabila tidak ditangani, hepatitis kronis dapat menyebabkan: sirosis atau pengerasan hati; gagal hati; kanker hati (hepatoseluler) hingga kematian. Karena kerusakan hati berlangsung perlahan, banyak pasien baru mengetahui penyakitnya ketika kondisinya sudah berat.
Cara penularan berbeda pada setiap jenis hepatitis. Hepatitis A dan E umumnya menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Hepatitis B menular melalui darah, hubungan seksual, penggunaan jarum suntik bersama, serta dari ibu kepada bayi saat persalinan. Hepatitis C terutama menular melalui kontak dengan darah yang terinfeksi. Berbeda dengan influenza, hepatitis B dan C tidak menular melalui bersalaman, berpelukan, berbagi makanan, atau batuk dan bersin.
Cara Pencegahan Penyakit Hepatitis
Ya. WHO menegaskan bahwa hepatitis termasuk penyakit yang dapat dicegah. Beberapa langkah pencegahan antara lain:
- Mendapatkan vaksin hepatitis B;
- Menjaga kebersihan makanan dan minuman;
- Tidak berbagi jarum suntik;
- Melakukan hubungan seksual yang aman;
- Melakukan skrining, terutama bagi ibu hamil dan kelompok berisiko;
- Segera berobat apabila terdiagnosis hepatitis.
Khusus hepatitis C, saat ini tersedia obat antivirus yang mampu menyembuhkan sebagian besar kasus bila ditangani sejak dini. Sementara hepatitis B dapat dikendalikan dengan terapi sehingga risiko komplikasi dapat ditekan.
Peringatan Hari Hepatitis Sedunia bukan sekadar seremoni tahunan. Hari ini menjadi pengingat bahwa jutaan orang masih hidup dengan hepatitis tanpa diagnosis maupun pengobatan. Melalui kampanye global ini, WHO mengajak pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, dan masyarakat umum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya vaksinasi, deteksi dini, pengobatan, serta menghilangkan stigma terhadap penyandang hepatitis.
Dengan deteksi lebih cepat dan akses layanan kesehatan yang merata, target eliminasi hepatitis sebagai ancaman kesehatan masyarakat pada tahun 2030 diharapkan dapat tercapai.





