Tren Penghunian Kamar di Nusa Tenggara Barat pada Mei 2026
Pada bulan Mei 2026, tingkat penghunian kamar (TPK) di Nusa Tenggara Barat menunjukkan tren pertumbuhan positif dibandingkan bulan sebelumnya. Data ini mencakup baik hotel bintang maupun nonbintang. Meskipun jumlah tamu yang menginap di hotel nonbintang lebih besar, yaitu sebanyak 156.461 orang, hotel bintang menunjukkan pertumbuhan okupansi yang lebih pesat.
Performa Hotel Bintang pada Mei 2026
Hotel bintang mencatatkan performa yang sangat kuat pada bulan Mei 2026 dengan TPK sebesar 41,07 persen. Angka ini meningkat sebesar 5,01 poin dibandingkan April 2026 yang berada di angka 36,06 persen. Secara tahunan, TPK hotel bintang juga meningkat sebesar 2,31 poin dibandingkan Mei 2025.
Berikut rincian TPK berdasarkan klasifikasi bintang hotel:
- Bintang 1: 26,58 persen
- Bintang 2: 30,97 persen
- Bintang 3: 43,72 persen
- Bintang 4: 41,65 persen
- Bintang 5: 42,19 persen
Hotel bintang 3 menjadi yang memiliki TPK tertinggi, yaitu 43,72 persen. Sementara itu, hotel bintang 5 mengalami lonjakan terbesar dalam satu bulan, yakni naik sebesar 8,23 poin.
Jumlah tamu yang menginap di hotel bintang secara keseluruhan meningkat sebanyak 20.508 orang, atau sebesar 20,91 persen dibandingkan April 2026. Penambahan ini terdiri dari 10.033 tamu dalam negeri dan 10.475 tamu luar negeri. Total tamu yang menginap di hotel bintang pada Mei 2026 mencapai 118.585 orang.
Di antara semua kelas hotel bintang, hotel bintang 4 menjadi pilihan utama dengan jumlah tamu terbanyak, yaitu 49.506 orang atau sekitar 41,75 persen dari total tamu.
Perkembangan Hotel Nonbintang
Meskipun hotel nonbintang mengalami pertumbuhan TPK sebesar 1,39 poin dibandingkan April 2026, angka ini justru mengalami penurunan sebesar 3,75 poin jika dibandingkan Mei 2025. TPK hotel nonbintang pada Mei 2026 tercatat sebesar 27,99 persen.
Beberapa kelompok hotel nonbintang menunjukkan perbedaan dalam tingkat okupansi:
- Hotel dengan jumlah kamar kurang dari 10: TPK sebesar 31,94 persen
- Hotel dengan jumlah kamar lebih dari 40: TPK terendah sebesar 18,42 persen
Seluruh kelompok jumlah kamar pada hotel nonbintang sebenarnya menunjukkan peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya, dengan kenaikan tertinggi pada kelompok kamar <10.
Perbandingan Antara Hotel Bintang dan Nonbintang
Hotel bintang memiliki tingkat okupansi yang jauh lebih tinggi (41,07 persen) dibandingkan hotel nonbintang (27,99 persen). Kenaikan bulanan pada hotel bintang jauh lebih agresif (5,01 poin) dibandingkan pertumbuhan hotel nonbintang yang relatif melandai (1,39 poin).
Secara tahunan, hotel bintang menunjukkan pertumbuhan yang berkelanjutan (+2,31 poin), sementara hotel nonbintang justru mengalami kontraksi dibandingkan periode yang sama tahun lalu (-3,75 poin).
Pemilihan Akomodasi oleh Wisatawan
Pada Mei 2026, wisatawan di NTB lebih cenderung memilih hotel berbintang sebagai tempat menginap, yang tercermin dari angka okupansi yang lebih tinggi dan pertumbuhan yang lebih kuat dibandingkan akomodasi nonbintang.
Dari seluruh kelas hotel bintang, hotel bintang 4 menjadi pilihan utama dengan jumlah tamu terbanyak. Sementara itu, pada kelompok hotel nonbintang, akomodasi dengan jumlah kamar 10–24 adalah yang paling banyak dipilih, melayani sebanyak 74.164 tamu atau 47,40 persen dari total tamu hotel nonbintang.
Kesimpulan
Tren penghunian kamar di Nusa Tenggara Barat pada Mei 2026 menunjukkan bahwa hotel bintang masih menjadi pilihan utama bagi wisatawan. Meski jumlah tamu di hotel nonbintang lebih besar, pertumbuhan okupansi yang lebih pesat terjadi pada hotel bintang. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan akan akomodasi berbintang semakin meningkat, terutama dalam konteks kepuasan dan kualitas layanan yang ditawarkan.





