Tragedi Berdarah di Mojokerto: Seorang Ibu Tewas dan Suami Kritis Akibat Penganiayaan

Di sebuah rumah kontrakan di Dusun Sumbertempur, RT 02/01, Desa Sumbergirang, Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, terjadi kejadian yang sangat memilukan. Siti Arofah (54) tewas dengan luka parah di bagian leher dan perut saat sedang mencoba memberitahu anaknya tentang adanya paket COD yang datang ke rumah kontrakan menantunya.

Peristiwa Awal yang Membawa Bencana

Korban awalnya berjalan menuju rumah kontrakan menantunya, S (40), yang berjarak sekitar 80 hingga 100 meter dari rumahnya. Tujuan korban adalah untuk memanggil Sri Wahyuni (35), istri dari pelaku, agar mengambil paket COD yang telah sampai di rumahnya.

Menurut kesaksian tetangga, Nur Aida (32), korban masuk melalui pintu belakang setelah mencoba memanggil tapi tidak ada jawaban dari dalam. Aida mengatakan bahwa ia sempat melanjutkan aktivitasnya di dalam rumah dan bahkan mandi setelah melihat korban masuk ke kontrakan tersebut.

Kejadian Mengerikan yang Terjadi di Dalam Rumah

Selama peristiwa terjadi, Aida tidak mendengar suara keributan dari dalam rumah. Namun, tidak lama kemudian, warga mulai berkerumun di depan rumah kontrakan tersebut. Pelaku diduga membekap korban dan menggunakan pisau dapur untuk melakukan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia di tempat kejadian.

Di dalam rumah kontrakan yang memiliki tiga kamar tersebut, Sri Wahyuni juga ditemukan menjadi korban penganiayaan. Istri pelaku ditemukan berlumuran darah di kamar belakang dalam kondisi sadar. Petugas terpaksa mendobrak pintu kamar karena pelaku menguncinya dari luar.

Kondisi Korban dan Penanganan Medis

Sri Wahyuni ditemukan dalam kondisi kritis dan langsung dibawa ke rumah sakit. Menurut penjelasan Aida, korban masih sadar saat ditanya, namun tidak bisa menjawab. Saat ini, ia sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit Dr Wahidin Sudirohusodo Kota Mojokerto akibat luka benda tajam di leher.

Kerabat korban, Arifin (58), mengaku tidak menyangka bibinya menjadi korban kesadisan sang menantu. Pelaku bersama istri dan dua anaknya tinggal di rumah kontrakan tersebut setelah sebelumnya tinggal bersama mertua. Mereka memilih mengontrak di sebelah rumah mertua setelah terlibat pertengkaran.

Motif yang Diduga Terkait Masalah Ekonomi dan Dendam

Menurut penuturan kerabat, pelaku dan istrinya memiliki riwayat pertengkaran. Bahkan, pelaku pernah mengancam akan berbuat nekat saat terlibat pertengkaran dengan istrinya di masa lalu. Motif sementara diduga terkait masalah pribadi dan ekonomi.

Pelaku bekerja sebagai penjual mainan berkostum badut, sedangkan istrinya bekerja di sablon sepatu di daerah Brangkal. Keduanya memiliki anak dari pasangan sebelumnya sebelum akhirnya menikah.

Penangkapan Pelaku di Surabaya

Polisi berhasil menangkap pelaku S pada Rabu (6/5/2026) ketika berupaya melarikan diri di daerah Kecamatan Asemrowo, Kota Surabaya. Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Aldhino Prima Wirdhan, membenarkan bahwa petugas gabungan Resmob dan Jatanras telah mengamankan pelaku penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Penangkapan pelaku turut dibantu oleh Polsek Asemrowo yang sekilas melihat terduga pelaku menaiki angkutan umum bus Trans Jatim. Pelaku kemudian disergap usai turun dari bus lalu diamankan menuju Polres Mojokerto.

Penyelidikan dan Hasil Autopsi

Hasil penyidikan sementara menunjukkan, pelaku S sempat diantar oleh kerabatnya usai berjalan kaki dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) menuju halte bus. Saat ini, penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku S di ruangan Sat Reskrim Polres Mojokerto.

Untuk memastikan penyebab pasti kematian korban, pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi dari forensik RS Bhayangkara Pusdik Porong Sidoarjo. Pelaku diduga menggunakan pisau untuk melukai korban hingga mengenai organ vital.

Kesaksian Ketua RT

Sebelumnya, saksi mata yang merupakan Ketua RT setempat, M Suroto, mengungkapkan pelaku sempat mengunci kedua korban di dalam rumah sebelum membuang kuncinya ke ruang tamu dari arah luar. Akibat kejadian ini, satu korban dipastikan tewas dan satu lainnya dalam kondisi kritis.


Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version