Upus Ni Mama: Renungan bagi Wanita Kaum Ibu (W/KI) Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM)
Pada minggu ini, dari tanggal 1 hingga 7 Februari 2026, Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) menyelenggarakan Upus Ni Mama, sebuah renungan khusus yang ditujukan kepada para wanita kaum ibu. Dalam renungan ini, bacaan Alkitab yang dipilih adalah 1 Korintus 1:10-17. Tema yang diangkat adalah “Seia Sekata, Erat Bersatu dan Sehati Sepikir”, yang mengandung pesan penting tentang kesatuan dan keharmonisan dalam jemaat.
Pesan Paulus untuk Jemaat Korintus
Bagian Alkitab ini merupakan nasihat Paulus kepada jemaat di Korintus, yang sedang menghadapi situasi yang rumit. Perselisihan antar kelompok dalam jemaat telah menyebabkan perpecahan. Paulus memberikan nasihat bukan hanya karena otoritasnya sebagai rasul, tetapi juga demi nama Tuhan Yesus Kristus. Nasihatnya adalah agar jemaat dapat seia sekata, yaitu berbicara dengan satu suara, sehingga tidak terjadi perpecahan.
Frasa “seia sekata” berasal dari kata Yunani to auto legete pantes, yang berarti sepakat. Paulus menekankan pentingnya kesatuan dalam jemaat, karena tanpa kesatuan, perselisihan akan terus berlangsung. Ia juga meminta jemaat untuk erat bersatu (ete katertismenoi) dan sehati sepikir (en to auto noi), yang membantu mereka mengenali apa yang benar dan salah.
Perbedaan Kelompok dalam Jemaat Korintus
Dalam jemaat Korintus, muncul berbagai kelompok yang masing-masing berpusat pada figur tertentu, seperti golongan Paulus, Apolos, Kefas, dan Kristus. Setiap kelompok mengagungkan tokoh yang mereka anggap memiliki peran penting dalam jemaat. Paulus mencoba menyadarkan jemaat bahwa mereka semua dipanggil untuk bersatu dalam persekutuan dengan Yesus Kristus.
Paulus mengajukan tiga pertanyaan untuk mengingatkan jemaat. Pertama, apakah Kristus terbagi-bagi? Kata “terbagi-bagi” berasal dari kata Yunani merizo, yang digunakan oleh Yesus dalam Markus 3:24-26 untuk menggambarkan kerajaan yang terpecah. Kedua, apakah Paulus disalibkan karena kamu? Jawabannya jelas tidak. Ketiga, apakah kamu dibaptis dalam nama Paulus? Paulus ingin menegaskan bahwa jemaat dibaptis dalam nama Kristus, bukan dalam nama manusia.
Pentingnya Baptisan dalam Nama Kristus
Paulus menyebutkan bahwa hanya Krispus dan Gayus yang dibaptisnya, sehingga tidak ada orang yang dapat mengatakan bahwa mereka dibaptis dalam namanya. Krispus adalah pemimpin rumah ibadat di Korintus yang percaya kepada Tuhan bersama keluarganya. Gayus dikenal sebagai orang yang memberi tumpangan kepada Paulus dan seluruh jemaat. Keluarga Stefanus juga dibaptis oleh Paulus, dan mereka adalah orang-orang pertama yang bertobat di Akhaya.
Paulus menekankan bahwa ia dikirim untuk memberitakan Injil, bukan hanya untuk membaptis. Siapa pun yang membaptis bisa berbeda, tetapi yang utama adalah bahwa semua yang dibaptis terikat pada Yesus Kristus saja.
Kesatuan dalam Salib Kristus
Komitmen Paulus dalam memberitakan Injil bukanlah melalui hikmat perkataan, tetapi berpusat pada salib Kristus. Hal ini mempersiapkan jemaat Korintus untuk memahami bahwa salib Kristus adalah kekuatan Allah, satu-satunya alasan yang mempersatukan jemaat.
Ajakan untuk Hidup Bersatu
Firman Tuhan hari ini mengajak kita semua untuk hidup seia sekata, erat bersatu dan sehati sepikir. Tuhan tidak meminta kita menjadi sempurna, tetapi bersedia dibentuk. Kesatuan dimulai dari hati yang rendah di bawah salib Kristus. Ketika kita belajar mengasihi daripada menyalahkan, dan mengalah daripada mempertahankan ego, maka Tuhan bekerja melalui hidup kita.
Kiranya dari hati para ibu yang lembut, lahir keluarga yang rukun dan gereja yang penuh damai. Mari kita menjaga hati, menjaga perkataan, dan menjaga persekutuan. Apa yang kita tanam melalui sikap dan tutur kata sebagai ibu, itulah yang akan bertumbuh di rumah dan di gereja.
Pertanyaan Untuk Diskusi
- Apa maksud Paulus menasihati Jemaat di Korintus untuk seia sekata, erat bersatu dan sehati sepikir menurut 1 Korintus I : 11-17?
- Bagaimana Wanita/ Kaum Ibu mengimplementasikan nasihat Paulus ini dalam kehidupan keluarga, gereja dan masyarakat?



