Veda Ega Pratama benar-benar menjadi tulang punggung dan penjaga gengsi bagi Honda selaku salah satu konstruktor pada ajang Moto3 2026. Meski bertindak sebagai rookie atau pendatang baru, sepak terjang Veda Ega Pratama hingga 12 balapan Moto3 2026 tidak bisa dipandang sebelah mata begitu saja. Bagaimana tidak? Andalan Honda Team Asia tersebut cukup konsisten dan menduduki peringkat terbaik di klasemen sementara musim ini melalui raihan 97 poin.
Dengan torehan tersebut, Veda untuk sementara menduduki peringkat keenam klasemen dan berjarak 134 poin dari Maximo Quiles (Aspar Team) yang berada di peringkat pertama. Sebagai rookie, pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta itu benar-benar menunjukkan prospek bagus dengan 2 podium yang sudah berhasil didapatkan. Tak ayal, peluang Veda untuk mendapatkan gelar sebagai rookie terbaik musim ini masih terbuka lebar meski dia harus bekerja keras menandingi Brian Uriarte.
Usai gelaran GP Inggris yang berakhir dengan finis di posisi ke-9, Veda masih menduduki peringkat kedua klasemen rookie Moto3 2026. Hasil 7 poin dari balapan di lintasan ikonik sepanjang 5,9 kilometer itu membuat Veda memangkas jarak dengan andalan Red Bull KTM Ajo tersebut menjadi 30 poin. Bukan hanya sekadar mengejar pencapaian individu, rider berusia 17 tahun itu juga memberikan peran yang besar untuk Honda pada musim perdananya ini.
Ya, Veda menjadi tulang punggung bagi pabrikan asal Tokyo, Jepang itu dalam menghadapi persaingan melawan KTM di klasemen konstruktor Moto3 2026. Dengan sejumlah tim yang memakai motor NSF250RW, Honda masih berada di bawah pabrikan Austria itu di klasemen konstruktor dengan 154 poin. Di sisi lain, KTM sendiri benar-benar tidak terbendung dengan sudah menorehkan 294 poin seiring dengan performa Maximo Quiles yang menjadi andalan Aspar Team.
Terlepas dari fakta bahwa KTM masih mendominasi, Veda benar-benar layak disebut sebagai pembalap Honda terbaik pada saat ini untuk kelas Moto3. Tak cuma dari posisinya di klasemen, rekan setim Zen Mitani itu juga menjadi penyumbang poin terbanyak bagi tim berlogo sayap tunggal itu di klasemen konstruktor. Dari 154 poin yang sudah dikantongi Honda, Veda menyumbang nyaris separuh torehan tersebut dengan 74 poin. Sedangkan sisanya didapat melalui duet Leopard Racing, Guido Pini dan Adrian Fernandez serta Jesus Rios dari Snipers Team yang juga memakai motor Honda.
Pini yang menjadi satu-satunya penunggang motor Honda yang sudah meraih kemenangan musim ini saat GP Amerika masih kalah kontribusinya dari Veda. Rider Italia yang dibesut oleh mantan manajer Marc Marquez, Emilio Alzamora itu menyumbang 25 poin, jumlah tersebut juga masih kalah dari Fernandez dengan 36 poin. Sedangkan Rios menggenapi pencapaian Honda dengan gelontoran 19 poin.
Penghitungan poin untuk klasemen konstruktor lebih kompleks dibanding kategori lainnya karena bukan bersumber dari akumulasi atau gabungan seluruh pembalap yang memakai motor tersebut. Poin hanya diambil dari pembalap sebuah tim yang menorehkan hasil tertinggi dalam suatu seri dengan standar jumlah poin seperti klasemen regular.
Veda menjadi penyumbang poin terbanyak usai menjadi rider Honda dengan hasil terbaik pada GP Thailand dengan finis ke-5, podium ke-3 Brasil. Setelah itu, Veda menyumbang poin usai finis ke-5 di Spanyol, finis ke-7 di Catalunya, dan finis di tempat ke-5 saat GP Ceko. Sedangkan Pini, 25 poinnya diakumulasi usai menjadi rider terbaik Honda pada GP Amerika yang menjadi kemenangan satu-satunya hingga saat ini.
Sedangkan Adrian Fernandez memberikan kontribusi besar pada GP Italia dengan finis di posisi ke-4, finis ke-6 pada GP Jerman dan GP Inggris finis di urutan ke-4. 19 poin dari Rios dicetak saat dia menjadi yang paling bersinar dalam 2 seri balap yaitu pada GP Hungaria dan GP Belanda.
Klasemen Konstruktor Moto3 2026
- KTM – 294 poin
- Honda – 154 poin
Penyumbang Poin Honda pada Klasemen Konstruktor Moto3 2026
- Veda Ega Pratama (Honda Team Asia) – 74 poin
- Adrian Fernandez (Leopard Racing) – 36 poin
- Guido Pini (Leopard Racing) – 25 poin
- Jesus Rios (Snipers Team) – 19 poin





