Video Viral yang Membuat Camat Madiun Terlibat dalam Perdebatan
Video yang menampilkan seorang pria bermain game di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Madiun, Jawa Timur, menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Awalnya, banyak orang mengira bahwa pria tersebut adalah anggota DPRD karena lokasi video yang diambil di ruang rapat dewan. Namun, setelah penelusuran lebih lanjut, identitas pria tersebut terungkap dan ternyata bukan anggota legislatif.
Pria dalam video akhirnya mengakui dirinya sebagai Camat Madiun, Muksin Harjoko. Ia menjelaskan bahwa permainan dilakukan sebelum rapat dimulai untuk menghilangkan penat dan menegaskan bahwa game yang dimainkan adalah Higgs Domino, bukan judi online. Meski demikian, tindakan tersebut tetap menimbulkan persepsi negatif di kalangan masyarakat.
Penjelasan dari Sekretariat DPRD Kabupaten Madiun
Sekretariat DPRD Kabupaten Madiun memberikan penjelasan bahwa pria dalam video bukan anggota DPRD. Menurut informasi yang diberikan oleh Sekretaris DPRD Kabupaten Madiun, Sawung Rehtomo, posisi tempat duduk pria tersebut berada di deretan kursi yang disediakan bagi tamu dari unsur eksekutif atau OPD (Organisasi Perangkat Daerah).
Ia juga memastikan bahwa lokasi video memang benar berada di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Madiun. Namun, ia mengaku belum dapat memastikan detail waktu dan agenda rapat yang sedang berlangsung saat itu. “Kami masih mencocokkan petunjuk yang ada. Yang pasti itu memang ruang rapat paripurna kami, tapi rapat mengenai apa dan tanggal berapa, belum teridentifikasi,” ujarnya.
Klarifikasi dari Camat Madiun
Rasa penasaran publik akhirnya terjawab setelah Camat Madiun, Muksin Harjoko, memberikan klarifikasi. Ia mengakui bahwa pria dalam video adalah dirinya sendiri. “Betul, (dalam video viral yang beredar itu) adalah saya. Waktu itu saya hadir dalam kapasitas sebagai Camat Madiun untuk mengikuti kegiatan rapat paripurna,” ungkap Muksin.
Dalam kesempatan lain, melalui program Saksi Kata yang tayang di YouTube TribunJatim Official, Muksin kembali membenarkan identitasnya. Ia menjelaskan bahwa rapat tersebut merupakan agenda penyampaian Pandangan Umum (PU) Fraksi-Fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) mengenai Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Madiun Tahun Anggaran 2025.
Bermain Game Sebelum Rapat Dimulai
Muksin menegaskan bahwa permainan dilakukan ketika rapat belum dimulai. Saat itu, seluruh tamu undangan dan pimpinan rapat masih menunggu acara dibuka secara resmi. “Posisinya saat itu acara masih belum dimulai. Para tamu undangan dan unsur pimpinan masih menunggu jalannya acara,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa aktivitas tersebut dilakukan sebelum pimpinan DPRD membuka rapat paripurna. Begitu sidang resmi dimulai, ia langsung menghentikan permainan dan mengikuti seluruh jalannya rapat. “Begitu acara rapat paripurna resmi dibuka dan dimulai, detik itu juga saya langsung menutup permainan dan fokus mengikuti jalannya sidang sampai akhir,” tegas Muksin.
Tegaskan Bukan Judi Online
Salah satu isu yang berkembang setelah video viral adalah dugaan bahwa permainan yang dimainkan merupakan judi online. Muksin membantah anggapan tersebut. Ia menegaskan bahwa game yang dimainkan adalah Higgs Domino dan tidak melibatkan transaksi uang. Higgs Domino merupakan permainan daring yang berisi berbagai permainan kartu dan papan virtual. Meskipun beberapa pemain memperjualbelikan chip di luar sistem permainan, aktivitas tersebut berbeda dengan permainan dasar yang dijalankan di dalam aplikasi.
Menurut Muksin, dirinya sama sekali tidak melakukan pembelian chip maupun top up menggunakan uang. “Itu sama sekali bukan judi online, tolong diluruskan. Itu hanya game online biasa, game Higgs Domino. Kami tegaskan tidak pernah melakukan proses pembelian chip ataupun top-up menggunakan uang,” tegasnya.
Akui Tindakan Kurang Etis dan Minta Maaf
Meski menjelaskan bahwa permainan dilakukan sebelum rapat dimulai, Muksin mengakui tindakannya tetap kurang tepat sebagai seorang pejabat publik. Ia menyadari video tersebut memunculkan persepsi negatif di tengah masyarakat serta mencoreng citra aparatur sipil negara. “Kami menyadari bahwa tindakan itu menimbulkan persepsi yang negatif. Padahal, pada waktu itu masih pra (sebelum) acara kegiatan paripurna,” ungkap dia.
Menurutnya, dalam tata tertib rapat memang tidak diperkenankan bermain telepon genggam ketika kegiatan berlangsung. Karena itu ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kabupaten Madiun. “Kami sangat menyadari bahwa tindakan itu telah memicu persepsi yang kurang baik di mata publik. Meskipun itu dilakukan sebelum rapat dimulai, hal tersebut kurang elok. Oleh karena itu, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada segenap warga,” ucap Muksin.
Berjanji Menjaga Etika dan Profesionalisme
Menutup klarifikasinya, Muksin menyatakan akan menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran agar tidak terulang kembali. Ia berkomitmen menjaga etika birokrasi, disiplin kerja, dan profesionalisme dalam setiap kegiatan kedinasan. “Kedepannya kami berkomitmen untuk selalu menjaga etika dan disiplin serta profesionalisme dalam pelaksanaan tugas dan kegiatan-kegiatan kedinasan. Insyallah tidak akan kami ulang kembali setiap ada acara-acara resmi dan kedinasan,” tandasnya.





