Berita Terpopuler di Infomalangraya.net
Berikut berita-berita yang menarik perhatian masyarakat dalam minggu ini.
3 Jam Karyawan Minimarket Habiskan Uang Rp52 Juta
Seorang karyawan minimarket di Kebon Jeruk, Jakarta Barat membobol brankas minimarket. Pelaku menggasak uang senilai Rp52.270.000 dari brankas tersebut. Mirisnya, pelaku menghabiskan uang puluhan juta itu hanya dalam hitungan tiga jam.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku nekat mencuri karena kecanduan judi online. Peristiwa karyawan minimarket membobol brankas dan membawa kabur terjadi pada Februari 2026. Setelah buron selama sekitar dua bulan, pelaku akhirnya berhasil diringkus pada 13 April 2026.
Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ressa Fiardi Marasabessy mengatakan, pelaku ditangkap tanpa perlawanan di wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. “Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus pencurian uang hasil penjualan di minimarket yang berlokasi di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat,” kata Resa kepada wartawan, Jumat (17/4/2026).
Ressa mengungkapkan, pelaku beraksi saat bekerja shift malam. Pelaku menguras isi brankas senilai 52 juta. Setelahnya, uang tersebut langsung disetorkan ke rekening pribadinya. Aksi pelaku terbongkar ketika pihak minimarket menemukan kejanggalan dalam laporan keuangan. Selain laporan harian, aksi pelaku diperkuat dengan adanya rekaman CCTV.
“Rekaman CCTV memperlihatkan dengan jelas detik-detik pelaku lancarkan aksinya pada Minggu, 22 Februari 2026 lalu,” kata Ressa dikutip dari Wartakotalive.com.
Jelang Gencatan Senjata Iran-AS, Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?
Gencatan senjata dilakukan oleh Amerika Serikat dan Iran, apa yang akan terjadi selanjutnya? Frustrasi dan kekhawatiran mulai muncul seiring waktu terus berjalan menuju berakhirnya gencatan senjata antara AS dan Iran.
Laporan oleh jurnalis Aljazeera, Minggu (19/4/2026), Tohid Asadi dari Teheran, Iran, menggambarkan bahwa banyak warga terus mengikuti perkembangan situasi tersebut. Menurutnya, terdapat beragam sentimen di tengah masyarakat Iran. Di satu sisi, masih ada secercah harapan meski tipis bahwa proses negosiasi dapat menghasilkan perdamaian jangka panjang.
Harapan ini muncul seiring wacana kemungkinan tercapainya kesepakatan komprehensif antara Iran dan AS. Adanya kesepakatan negosiasi berpotensi membuka jalan bagi pencabutan sanksi serta peningkatan taraf hidup masyarakat setelah bertahun-tahun terdampak sanksi internasional.
Namun di sisi lain, muncul rasa frustrasi dan ketidakpastian mengenai arah ke depan. Masyarakat Iran disebut merasa khawatir, tidak hanya terhadap kemungkinan perang, tetapi juga terhadap potensi kejutan yang bisa terjadi bahkan di tengah masa gencatan senjata.
Dalam 10 bulan terakhir, Iran diketahui berada dalam proses negosiasi sebanyak dua kali saat serangan udara tak terduga terjadi. Pengalaman ini menimbulkan kekhawatiran bahwa situasi serupa dapat kembali terulang.
Sementara itu, pada sebagian kelompok masyarakat, terlihat adanya sikap ketahanan, pembangkangan, dan upaya pencegahan yang kuat sejak awal konflik. Hal ini tercermin dari demonstrasi yang berlangsung siang dan malam, terutama di pusat kota dan alun-alun utama, di mana warga berkumpul untuk menunjukkan solidaritas serta dukungan terhadap pemerintah.
Pedagang Rugi Rp7,2 Juta Usai 250 Kg Telur Dibawa Kabur TNI Gadungan
Seorang pedagang telur di Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat mengalami kerugian mencapai Rp7,2 juta akibat ulah anggota TNI gadungan. TNI gadungan tersebut membawa kabur telur 250 kilogram dengan alasan untuk dijadikan bazar sembako.
Pelaku menjanjikan akan membayar jika barang sudah tiba di kantor kecamatan. Namun semua hanya tipu daya dan membuat pedagang merugi. Peristiwa ini kemudian mendadak viral dan ramai diperbincangkan publik.
Kasus pertama kali mencuat setelah akun X @papua_muslim95 membagikan kronologi lengkap kejadian tersebut, termasuk foto kendaraan yang dipakai pelaku. Unggahan itu pun langsung menarik perhatian warganet dan disertai imbauan agar masyarakat lebih waspada terhadap modus serupa.
“Hati-hati terhadap orang ini, kronologinya datang dengan modus membeli telur kepada adik saya sebanyak kurang lebih 250 kg dengan total Rp7.290.000, dan pembayaran akan ditransfer setelah barang datang di Kecamatan Pamulihan,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.
Aksi penipuan ini terjadi pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Pelaku datang menemui korban dengan penampilan yang meyakinkan, memesan telur dalam jumlah besar seperti pembeli serius. Untuk menenangkan korban, ia menjanjikan pembayaran melalui transfer bank setelah barang tiba di lokasi tujuan, yakni Kantor Kecamatan Pamulihan.
Seragam yang dikenakan pelaku tampaknya menjadi kunci utama untuk mendapatkan kepercayaan. Setibanya di kantor kecamatan, ia bersikap seolah memiliki kepentingan resmi sehingga tidak menimbulkan kecurigaan dari petugas setempat. Bahkan, ia sempat menyampaikan telur tersebut akan digunakan untuk kegiatan bazar sembako murah.





