Profil Ronald Aristone Sinaga, Tokoh yang Kini Jadi Korban Pemukulan
Ronald Aristone Sinaga atau yang akrab disapa Bro Ron menjadi sorotan publik setelah mengalami dugaan tindakan kekerasan di kawasan Menteng. Insiden ini terjadi saat ia mendampingi karyawan PT SKS untuk melakukan audiensi di kantor firma hukum Michael, Putra & Partners (MPP) di Jalan Soeroso, Cikini.
Akibat kejadian tersebut, Ronald mengalami luka cukup serius di bagian pelipis mata hingga harus mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Selain dikenal sebagai Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), ia juga merupakan figur yang cukup vokal di media sosial.
Latar Belakang dan Karier
Pria yang lahir di Ujung Pandang, Sulawesi Selatan ini kini berusia 48 tahun. Sebagian besar masa mudanya dihabiskan untuk menempuh pendidikan di Amerika Serikat, yang turut membentuk pola pikirnya menjadi kritis dan terbuka.
Pada jenjang pendidikan menengah, Ronald tercatat pernah bersekolah di Chaffey High School, Ontario, California pada periode 1990–1994. Ia juga sempat melanjutkan pendidikan di Eisenhower High School. Selain itu, Ronald menempuh pendidikan vokasi di Valley Vocational Center, yang menjadi salah satu dasar pemahaman teknisnya, terutama di bidang industri dan otomotif.
Perjalanan karier Bro Ron terbilang cukup beragam sebelum mencapai posisinya saat ini. Ia pernah bekerja sebagai perawat di Indonesia, serta sempat menjalani profesi sebagai tenaga penjualan mobil saat berada di Amerika Serikat. Pengalamannya juga mencakup industri media, di mana ia pernah terlibat di Trans7 dan NET TV.
Kini, Ronald dikenal sebagai pengusaha dengan sejumlah posisi strategis di berbagai perusahaan. Ia menjabat sebagai CEO PT Mulia Karya Sabat, perusahaan yang bergerak di bidang fabrikasi komponen jembatan seperti ankur, bearing pad, dan expansion joint. Selain itu, ia juga memimpin PT Dunia Motor Internasional yang berfokus pada bisnis otomotif roda dua. Tak hanya itu, Ronald juga merupakan pemilik Sena Indonesia, yang dikenal sebagai distributor alat komunikasi helm motor premium.
Dengan latar belakang pendidikan internasional serta pengalaman kerja yang beragam, Bro Ron menjadi salah satu figur publik yang cukup dikenal, baik di dunia bisnis maupun politik.
Kiprah di Dunia Politik dan Sosial
Pada 2024, Bro Ron mulai masuk ke panggung politik dengan mendaftarkan diri sebagai calon anggota legislatif dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk daerah pemilihan Jawa Barat V. Sebagai Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ronald Sinaga membawa gaya baru dalam berpolitik.
Melalui akun Instagram-nya @brorondm, ia aktif mengedukasi masyarakat mengenai kualitas aspal dan spesifikasi teknis pembangunan jalan yang sering kali luput dari perhatian publik. Selain itu, ia pernah membongkar dugaan penyelewengan dana Program Indonesia Pintar (PIP) di sekolah-sekolah dengan membuka laporan wali murid yang merasa tidak menerima dana PIP.
Salah satu kasus yang mencuat terjadi di Karawang pada Februari 2025. Langkah tersebut dilakukan setelah ia menerima aduan dari wali murid terkait dugaan pemotongan dana bantuan, sehingga siswa tidak menerima haknya secara utuh. Aksi itu berujung polemik. Persatuan Guru Republik Indonesia melaporkan Bro Ron ke kepolisian pada 13 Februari 2025 atas dugaan ujaran kebencian.
Sebelum dikenal vokal dalam isu pendidikan, Bro Ron kerap membuat konten seputar jalanan dan kehidupan sehari-hari. Namun, seiring waktu, fokusnya bergeser ke isu sosial, termasuk pendidikan dan bantuan pemerintah. Perjalanan Bro Ron di ruang publik kerap diwarnai kontroversi, mulai dari aktivitas advokasi hingga polemik dengan sejumlah pihak.
Jadi Korban Pemukulan
Terbaru, Bro Ron dikabarkan dipukul oleh dua orang pria di kantor firma hukum MPP, Jalan Soeroso, Cikini, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin (4/5/2026). Awalnya, ia mendampingi karyawan PT SKS untuk beraudiensi di kantor firma hukum MPP di Jalan Soeroso, Cikini, Menteng.
Menurut Ronald, ia diajak karena dianggap mengenal pimpinan kantor MPP. “Kenapa ajak saya? Karena pimpinan kantor hukum MPP ini adalah mantan partner saya tahun lalu. Dan saya diminta bantu mediasi,” jelas Ronald.
Audiensi itu berlangsung bersamaan dengan aksi karyawan PT SKS di depan gedung kantor MPP. Sekitar pukul 18.00 WIB, tiba-tiba datang tiga pria yang tidak dikenal. “Mereka bilang mereka di situ sebagai pengamanan kantor dan meminta untuk semua keluar dari gedung. Kalau mau aksi di luar gedung saja,” lanjutnya.
Setelahnya, terjadi adu mulut antara tiga orang pria tidak dikenal, karyawan PT SKS, dan Ronald. Menurut Ronald, tiga pria itu berhasil dipukul mundur oleh anggota Polsek Menteng yang sudah terlebih dulu hadir di lokasi. “Dipukul mundur maksudnya dikawal turun melalui lift, entah diusir atau dikawal sampai lobi gedung,” kata Ronald.
Sekitar 15 menit kemudian, tiga pria tersebut kembali naik ke lantai 4 yang merupakan lokasi Kantor MPP. Perselisihan kembali terjadi. Ronald mengaku, sekitar 10 detik setelah cekcok berlangsung, dua pria langsung memukul dirinya. “Terjadilah pemukulan seperti di video, 2 orang yang mukul,” tutur Ronald.
Ia menduga, ketiga pria itu sengaja kembali naik ke lantai 4 untuk membuat keributan setelah sebelumnya dikawal turun oleh polisi. Ronald pun menyayangkan aksi kekerasan tersebut terjadi di depan aparat. “Di depan anggota Polsek Menteng dan Babinsa, mereka berani melakukan kekerasan,” katanya.
Akibat insiden tersebut, dirinya sempat mendapat penanganan medis di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, setelah kejadian. Namun, luka di pelipis matanya belum sempat dijahit dan hanya dibalut kain kasa. “Semalam tidak jahit di RSCM setelah visum karena langsung balik ke Polsek untuk pemeriksaan,” ujar Ronald saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (5/5/2026).
Ia mengungkapkan, darah masih mengalir dari luka di pelipis matanya. Hal itu terlihat dari kain kasa yang dikenakannya berubah menjadi merah. “Semalam sebelum pulang kasa bersih. Pagi ini bangun kasa sudah merah semua. Ini mau ke RS lagi untuk jahit pelipis mata,” tambahnya.
Pelaku Ditangkap
Saat dikonfirmasi Kompas.com, Kapolsek Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu membenarkan peristiwa pemukulan terhadap Ronald. “Benar ada kejadian seperti di video. Pak Ronald sudah membuat laporan polisi,” ujar Braiel saat dikonfirmasi Kompas.com lewat pesan singkat, Selasa.
Braiel mengatakan, petugas Polsek Menteng telah mengantar Ronald untuk menjalani visum. Selain itu, Ronald dan dua orang saksi juga telah dimintai keterangan. Sementara itu, dua terduga pelaku berinisial MRB dan RO telah diamankan polisi. “Terduga pelaku sebanyak dua orang sudah kami amankan di Polsek untuk diproses lanjut,” kata Braiel.





