Kecelakaan Maut di Jalan Desa Lawahan, Tiga Orang Tewas
Kecelakaan lalu lintas yang berujung maut terjadi di Jalan Desa Lawahan, Kecamatan Beruntung Baru, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, pada Sabtu (23/5/2026). Kejadian tersebut menewaskan tiga orang dan satu korban selamat. Insiden ini melibatkan pengendara motor yang bertabrakan dengan alat berat jenis grader saat pengerjaan peningkatan jalan.
Pihak Kepolisian Bergerak Cepat
Pihak kepolisian dari Polres Banjarbaru segera menangani kecelakaan maut tersebut. Terpantau polisi dari Polsek Beruntung Baru, Satuan Lalulintas Inafis dan Reskrim Polres juga datang ke lokasi kejadian. Pihak kepolisian langsung mengamankan areal lokasi TKP dan memasang garis polisi pada alat berat tersebut. Selain itu, pihak Inafis juga melakukan identifikasi dan mendata korban di rumah sakit.
Menurut keterangan AKBP Pius X Febry Aceng Loda, S.I.K., M.H melalui kasi humasnya, Ipda Kardi Gunadi, S.Sos, kejadian tersebut sudah ditangani dan masih dalam proses penyelidikan.
Tiga Orang Tewas di Tempat
Insiden kecelakaan antara roda dua dan motor grader di Jalan Desa Lawahan, Kecamatan Beruntung Baru, Kabupaten Banjar, Sabtu (23/5/2026) menewaskan tiga orang dan satu selamat. Identitas sementara korban meninggal dunia adalah Acil Ita (pengemudi motor), Dillan (anak SD di depan), dan Acil Iris (tengah). Sedangkan Acil Taniah (tengah) sempat melompat dan selamat.
Semua korban adalah warga Irigasi Gambut. Terungkap jika mereka empat orang mengendarai satu kendaraan matic ke Desa Lawahan, Kecamatan Beruntung Baru, Kabupaten Banjar.
Alat Berat Sudah 10 Hari Beroperasi
Lokasi kejadian masuk di RT 04 Desa Kampung Baru, Beruntung Baru, Kabupaten Banjar. Menurut Ketua Rt 04 Desa Kampung Baru, Ramli, di kawasan tersebut sedang ada pengerjaan peningkatan jalan dari program Pemerintah Daerah. Itulah sebabnya hingga kemudian adanya keberadaan alat berat motor grader di lokasi itu.
“Alat berat itu sudah sekitar 10 hari bekerja. Hari ini berhenti karena ada insiden tersebut,” kata Ramli.
Satu Korban Sempat Melompat
Dari kesaksian keluarga, diketahui bahwa tiga orang tewas jatuh ke jalan dan terlindas ban motor grader di Jalan Desa Lawahan, Kecamatan Beruntung Baru, Kabupaten Banjar, Sabtu (23/5/2026) tadinya mau masak masak.
“Tadinya memang mau ke rumah kami bemasakan pak sama mama saya. Tapi ditengah jalan ada kejadian seperti ini,” kata Ayu, keluarganya korban.
Dijelaskan Ayu, mereka berempat mengendarai satu motor. Kesemuanya adalah warga Irigasi Gambut Kabupaten Banjar. Terungkap jika mereka empat orang mengendarai satu kendaraan matic (fazio) ke Desa Lawahan, Kecamatan Beruntung Baru, Kabupaten Banjar.
Ayu bilang jika mereka tadinya sempat berhenti karena ada alat berat tersebut. Namun kemudian alat berat itu bergerak ke belakang. Karena tak sempat lagi menghindar lalu jatuh dan ketabrak.
“Satu yang melompat saja yang selamat, Acil Taniah,” kata Ayu.
Operator Diperiksa
Polisi tampak hati-hati melakukan olah Tempat Kejadian Perkara di lokasi. Ada yang memotong ada yang membentangkan garis polisi. Itu tergambar di tempat kejadian perkara (TKP) adanya insiden kecelakaan tewas antara pengedara roda dua vs alat berat berupa motor grider di Jalan Desa Lawahan, Kecamatan Beruntung Baru, Kabupaten Banjar, Sabtu (23/5/2026).
Dari pantauan, polisi tampak mendetailkan juga daerah bawah motor grider yang ditengara masih ada sisa bercak darah di ban. “Itu foto juga,” tandas polisi di lokasi.
Dari pengamatan, bukan hanya polisi dari Polsek Beruntung Baru, namun juga ada dari Satlantas Polres Banjarbaru, Inafis Polres Banjarbaru dan Reskrim Polres Banjarbaru. Dari pengamatan di lokasi, alat beras langsung dipolice line dan sore hari jelang magrib alat digeser ke Mapolres Banjarbaru.
Selain itu kepolisian juga memperdalam kasus ini dengan meminta keterangan beberapa pihak termasuk beberapa saksi. Tidak terkecuali dari operator alat berat.
“Operator nya juga sudah dimintai keterangan itu,” kata Ketua Rt 04 Desa Kampung Baru, Beruntung Baru, Kabupaten Banjar, Ramli.
Hingga kini kepolisian masih memproses perkara ini dan statusnya masih dalam tahap penyelidikan pihak kepolisian.




