Berita Populer Regional: Pernikahan Muda hingga OTT KPK di Tulungagung
Berikut adalah rangkuman berita populer regional yang menjadi perhatian masyarakat selama 24 jam terakhir. Berbagai isu menarik dan penting telah mengisi pemberitaan, mulai dari kasus pernikahan dini hingga operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan pejabat daerah.
1. Sosok TA, Gadis 18 Tahun yang Dinikahi Kakek 71 Tahun, Terpikat dengan Kebaikan Haji Buhari
Undang-undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan menetapkan batas usia minimal pernikahan menjadi 19 tahun bagi pria maupun wanita. Namun, baru-baru ini, sebuah pernikahan antara seorang gadis berusia 18 tahun dan kakek berusia 71 tahun mencuri perhatian publik.
TA, siswi SMA di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, dinikahi oleh Haji Buhari. Pernikahan tersebut disebut berlangsung atas dasar suka sama suka tanpa adanya paksaan. Orang tua TA juga merestui hubungan tersebut. Haji Buhari diketahui sering membantu TA, sehingga membuatnya terpikat dan akhirnya memutuskan untuk menikah.
Pesta pernikahan digelar di Desa Batu Lappa, Kecamatan Larompang Selatan, pada Minggu (5/4/2026). TA masih duduk di bangku SMA saat dipinang Haji Buhari. Keluarganya bekerja di sektor tambak.
2. Diberi Tumpangan 2 Tahun, Pria di Palembang Malah Usir Paksa Pemilik Rumah, Merasa Punya Hak

Konflik antartetangga baru-baru ini terjadi di Palembang, Sumatra Selatan. Seorang pria bernama Riduansyah (30) mengusir tetangganya yang telah memberinya tumpangan tempat tinggal selama dua tahun, KGS Rifai (53).
Kejadian bermula ketika Rifai meminta Riduansyah untuk segera pindah. Namun, Riduansyah justru marah dan mengamuk. Ia bahkan menggunakan parang untuk mengejar Rifai. Rifai kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Palembang.
Menurut Rifai, Riduansyah tidak hanya menolak pindah, tetapi juga mengusirnya dari rumah milik sendiri. Situasi semakin memanas setelah Riduansyah mengambil parang dan mengejar Rifai.
3. 2 Rekannya Tewas Dikeroyok & Dibakar 7 Pria, Budi Selamat Setelah Bersembunyi di Belakang Restoran

HA (28) asal Semarang dan seorang pria bernama Egi ditemukan tewas dengan kondisi tubuh terbakar. Jenazah kedua korban ditemukan di area rawa depan Restoran B Sirip Tuna Biru kawasan Jalan Raya Pelabuhan Benoa, Jumat (10/4/2026) dini hari.
Budi Listiyono (25), saksi mata, menceritakan awal mula kejadian. Awalnya, Budi bersama HA dan Egi mengonsumsi minuman keras di kawasan Benoa sejak pukul 02.30 Wita. Korban Egi kemudian mengajaknya membeli minuman tambahan menggunakan jasa ojek daring.
Namun, lantaran tidak menemukan warung yang buka, mereka memutuskan turun dan berjalan kaki kembali ke arah Benoa. Saat ketiganya sedang duduk beristirahat di depan restoran, tiba-tiba mereka didatangi oleh sekitar enam atau tujuh orang yang mengendarai sepeda motor.
Tanpa basa-basi, kelompok tersebut langsung melakukan pengeroyokan secara membabi buta. Budi berhasil menyelamatkan diri dengan lari dan bersembunyi ke bagian belakang restoran.
4. Berkas Perkara TikTokers Vanessa Tuhuteru Akan Dilimpahkan ke Pengadilan

Perkara dugaan pemalsuan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang melibatkan TikTokers Vanessa Tuhuteru (VT) dan seorang ASN Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) berinisial IB segera disidangkan.
Kepala Kejaksaan Negeri Alor Mohammad Nursaitias mengatakan bahwa berkas perkara sudah dinyatakan lengkap. Menurutnya, berkas akan dikirim ke pengadilan pada pekan depan.
Pelimpahan ini dilakukan setelah berkas diperiksa oleh tim jaksa penuntut umum Kejaksan Agung. “Alat bukti semua cukup sesuai ketentuan KUHAP, bahkan menggunakan ahli forensik,” ujarnya.
Nursaitias menjelaskan bahwa pengakuan bersalah dari tersangka ASN IB menjadi faktor penting yang memperkuat konstruksi perkara. Menurutnya, ada kedekatan personal antara keduanya, yaitu teman baik saat ikut Senam di Alor.
5. Berikut Daftar 15 Pejabat Pemkab Tulungagung yang Diperiksa KPK di Kantor Polres

15 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung Jawa Timur diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Polres Tulungagung, Jumat (10/4/2026) sore. Pemeriksaan itu menyusul Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK termasuk menjaring Bupati Gatut Sunu Wibowo.
Pejabat tertinggi yang datang adalah Plt Sekda Soeroto. Lalu Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Agus Prijanto Utomo dan Kepala Dinas PUPR, Erwin Novianto.
Beberapa pejabat lainnya datang dengan berbagai cara, seperti naik sepeda motor, jalan kaki, atau mobil. KPK datang ke Tulungagung dengan sejumlah mobil berpelat wilayah Kabupaten Nganjuk, mulai Suzuki XL7, Daihatsu Xenia facelift, dan Toyota Avanza facelift.
Hingga pukul 01.00 WIB pemeriksaan di Mapolres Tulungagung masih berjalan.





