PYONGYANG, Infomalangraya.net–
Putri pemimpin Korea Utara, Kim Ju Ae, melakukan kunjungan publik pertamanya ke Istana Matahari Kumsusan, yang merupakan mausoleum tempat kakek dan buyutnya dimakamkan.
Kunjungan ini semakin memperkuat posisinya sebagai calon penerus rezim nuklir Korea Utara. Dalam foto yang dirilis oleh media negara, Ju Ae terlihat berdiri di barisan depan bersama ayahnya, Kim Jong Un. Hal ini menjadi simbol penunjukan diri sebagai penerus rezim yang akan menggantikan ayahnya.
Kunjungan Simbolik ke Mausoleum
Istana Matahari Kumsusan adalah tempat peristirahatan terakhir dari dua tokoh penting dalam sejarah Korea Utara, yaitu Kim Il Sung dan Kim Jong Il. Mereka disebut sebagai “pemimpin abadi” dalam propaganda negara.
Dalam laporan yang dikeluarkan oleh kantor berita Korea Central News Agency (KCNA), Kim Jong Un dikabarkan mengunjungi mausoleum bersama para pejabat tinggi. Foto yang dirilis menunjukkan bahwa Kim Ju Ae berada di barisan depan—posisi yang biasanya ditempati oleh ayahnya sendiri.
Analis Cheong Seong-chang dari Sejong Institute di Seoul menyatakan bahwa posisi Ju Ae di barisan depan saat kunjungan ini bisa diartikan sebagai laporan kepada “pemimpin abadi” Kim Il Sung dan Kim Jong Il bahwa dia dipresentasikan sebagai penerus ayahnya.
Status sebagai Calon Pewaris
Badan intelijen Korea Selatan pada tahun lalu menyatakan bahwa Kim Ju Ae dipandang sebagai calon penerus setelah mendampingi ayahnya dalam kunjungan tingkat tinggi ke Beijing.
Sejak pertama kali diperkenalkan pada 2022 saat peluncuran misil balistik antarbenua, media negara telah menyebutnya sebagai “anak tercinta” dan “orang besar pembimbing” atau “hyangdo” dalam bahasa Korea. Gelar tersebut biasanya diberikan kepada pemimpin atau calon penerus teratas.
Sebelum 2022, keberadaan Kim Ju Ae hanya dikonfirmasi oleh mantan pemain NBA, Dennis Rodman, yang berkunjung ke Korea Utara pada 2013.
Pada perayaan Tahun Baru di Pyongyang, Kim Ju Ae kembali tampil bersama orang tuanya. Televisi negara menayangkan Ju Ae menempatkan satu tangan di wajah ayahnya dan menciumnya di pipi—tindakan langka yang menarik perhatian media di Korea Selatan.
Prediksi tentang Posisi Politik
Analis memprediksi bahwa Kim Ju Ae bisa dipilih menjadi Sekretaris Pertama Komite Pusat, posisi kedua terkuat dalam partai yang berkuasa. Pemilihan ini dijadwalkan terjadi dalam beberapa minggu ke depan, menjelang kongres penting.
Kunjungan Ju Ae ke Istana Matahari Kumsusan bukan hanya sekadar ritual keagamaan atau penghormatan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi politik untuk memperkuat posisinya sebagai pewaris.
Dengan penampilannya yang semakin sering di bawah sinar matahari, Kim Ju Ae tampaknya sedang mempersiapkan diri untuk mengambil alih peran penting dalam pemerintahan Korea Utara.





