Kejurnas Freedive Indoor Seri I 2026: Tiga Atlet Sulawesi Utara Pecahkan Rekor Nasional
Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Freedive Indoor Seri I 2026 di Manado berhasil mencatatkan sejarah baru dalam dunia olahraga freediving. Dalam ajang ini, tiga atlet asal Sulawesi Utara berhasil memecahkan rekor nasional di berbagai kategori. Mereka adalah Synthia Angwen dari Tomohon, Rio Tangkudung dari Bitung, dan Markus Tatibas dari Manado. Mereka turun dalam nomor static dan dynamic no fins, menunjukkan kemampuan luar biasa yang mampu mengalahkan rekor sebelumnya.
Kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat persatuan dan meningkatkan prestasi atlet di tingkat nasional maupun internasional. Selain tiga rekor dari atlet lokal, terdapat dua rekor nasional lainnya yang dihasilkan oleh atlet dari luar Sulawesi Utara. Di antaranya adalah Absentinus Sembiring dari Papua yang berhasil memecahkan rekor di nomor Dynamic Master M1 dan Static Master M1.
Rekor yang Pecah dalam Kejurnas Freedive Indoor Seri I 2026
- Synthia Fika Angwen
- Nomor: Static Senior Women
- Waktu: 5 menit 2 detik
-
Rekor sebelumnya: Yosephine Sitanggang (4 menit 18 detik, 2025)
-
Rio Tangkudung
- Nomor: Static Senior Men
- Waktu: 5 menit 49 detik
-
Rekor sebelumnya: Nur Rohnan (3 menit 22 detik, 2025)
-
Markus Tatibas
- Nomor: Dynamic No Fin Senior Men
- Jarak: 80 meter
-
Rekor sebelumnya: Delvin Chamdra (Jawa Barat, 2025)
-
Absentinus Sembiring
- Nomor: Dynamic Master M1
- Jarak: 50 meter
-
Rekor sebelumnya: belum ada data spesifik
-
Absentinus Sembiring
- Nomor: Static Master M1
- Waktu: 2 menit 19 detik
- Rekor sebelumnya: belum ada data spesifik
Penyerahan penghargaan kepada para pemenang dilakukan oleh Wadan Kodaeral VIII Manado di Kolam Renang Tirto Sagoro 09. Acara ini diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi atlet yang telah menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam cabang olahraga freediving.
Kepala Dinas Penerangan Kodaeral VIII Manado, Letkol Laut (P) Rudi Tandirerung, menyampaikan bahwa kejuaraan ini bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana mempererat persatuan, meningkatkan kemampuan, serta mendorong lahirnya atlet-atlet freedive berprestasi.
Pengertian Freedive
Freedive atau freediving adalah olahraga menyelam dengan menahan napas tanpa menggunakan alat bantu pernapasan seperti tabung oksigen. Penyelam hanya mengandalkan teknik pernapasan, kontrol tubuh, dan ketenangan mental untuk bertahan di dalam air.
Berbeda dengan scuba diving yang memakai alat, freedive lebih menekankan kemampuan alami tubuh manusia mulai dari efisiensi penggunaan oksigen hingga kemampuan relaksasi di bawah tekanan air. Dalam kompetisi, freedive terbagi dalam beberapa nomor, antara lain:
- Static Apnea: menahan napas selama mungkin di permukaan air.
- Dynamic Apnea: berenang sejauh mungkin di dalam air dengan satu kali napas.
- Dynamic No Fins: sama seperti dynamic, tetapi tanpa alat bantu kaki (fin/kaki katak).
- Dynamic With Bifins: menggunakan dua fin untuk menambah dorongan saat berenang.
Olahraga ini tidak hanya mengandalkan fisik, tetapi juga mental yang kuat, karena atlet harus tetap tenang agar konsumsi oksigen tetap rendah. Itulah sebabnya freedive sering disebut sebagai perpaduan antara teknik, ketahanan, dan kontrol diri.
Masa Depan Olahraga Freedive di Indonesia
Dengan berakhirnya Kejuaraan Nasional Freedive Indoor Seri I 2026, Kodaeral VIII berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya pembinaan potensi maritim nasional. Penutupan ini sekaligus menjadi momentum untuk terus meningkatkan sinergi antara TNI AL dan masyarakat dalam memajukan olahraga bahari serta memperkuat karakter generasi muda Indonesia.





