Malam Tahun Baru 2026 yang Penuh Kekacauan di Rusia dan Ukraina
Malam pergantian tahun yang biasanya penuh keceriaan berubah menjadi momen penuh kecemasan bagi warga Rusia dan Ukraina. Pada malam Tahun Baru 2026, drone dan rudal dari kedua negara saling menyerang tanpa mengenal libur. Serangan ini memicu ketegangan yang semakin memburuk antara dua negara yang terlibat dalam konflik yang telah berlangsung selama beberapa tahun.
Penembakan Drone oleh Pasukan Pertahanan Udara Rusia
Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, melaporkan bahwa unit pertahanan udara Rusia berhasil menembak jatuh total 29 drone Ukraina yang menuju kota Moskow selama 20 jam pada malam Tahun Baru. Meskipun tidak ada informasi resmi mengenai korban jiwa atau kerusakan yang terjadi akibat serangan tersebut, otoritas penerbangan Rusia melakukan pembatasan di dua bandara utama di Moskow.
Sobyanin juga menyebutkan bahwa drone Ukraina menyerang target energi dan industri di wilayah Rusia seperti Krasnodar, Tatarstan, dan Kaluga. Militer Ukraina mengonfirmasi bahwa mereka telah melakukan dua dari tiga serangan yang dilaporkan tersebut.
Tudingan Antar Negara Mengenai Serangan Sipil
Kedua belah pihak saling menyalahkan atas serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil selama perayaan Tahun Baru. Kiev mengklaim telah terjadi serangan besar-besaran terhadap pasokan listriknya. Sementara itu, Moskow melaporkan serangan mematikan terhadap sebuah hotel di wilayah yang diduduki Rusia di Ukraina selatan.
Menurut laporan, setidaknya 24 orang, termasuk seorang anak, tewas dalam serangan pesawat tak berawak terhadap sebuah hotel dan kafe tempat warga sipil merayakan tahun baru di wilayah Kherson yang dikuasai Rusia. Vladimir Saldo, gubernur wilayah yang ditunjuk Rusia, menyatakan bahwa tiga pesawat tak berawak Ukraina menyerang perayaan di Khorly, sebuah desa pesisir, dalam apa yang disebutnya sebagai “serangan yang disengaja” terhadap warga sipil. Dia mengatakan banyak orang terbakar hidup-hidup.
Penjelasan dari Juru Bicara Militer Ukraina
Ketika ditanya tentang serangan di Kherson, juru bicara militer Ukraina mengatakan kepada kantor berita Interfax-Ukraine bahwa pasukan Kiev secara eksklusif menargetkan situs militer atau energi Rusia. Mereka menolak klaim bahwa serangan tersebut menargetkan warga sipil.
Serangan Besar-Besaran oleh Rusia
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan dalam sebuah pesan di Telegram bahwa Rusia meluncurkan lebih dari 200 drone serang terhadap Ukraina, menargetkan infrastruktur energi di tujuh wilayah di seluruh negeri. Hal ini menunjukkan bahwa konflik antara kedua negara belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian.
Perayaan Tahun Baru yang seharusnya menjadi momen bahagia berubah menjadi penuh kesedihan dan ketakutan bagi banyak orang. Dengan serangan yang terus-menerus terjadi, masyarakat di kedua negara harus menghadapi situasi yang semakin sulit dan penuh ketidakpastian.





